Sepatu Batik Baru Pramugari Singapore Airlines, Ini Alasan Sandal Ikonik Diganti

Singapore Airlines akan menghadirkan sandal wedge tertutup bermotif batik khas bagi pramugari mulai Januari 2027.

oleh Nurri Indah KholillahDiterbitkan 13 Oktober 2026, 08:00 WIB
Ilustrasi sepatu batik pramugari Singapore Airlines (SIA). (Instagram @adellie_ng)

Liputan6.com, Jakarta - Singapore Airlines (SIA) akan menghadirkan sepatu batik model wedge tertutup bagi pramugari mulai Januari 2027. Sepatu ini menggantikan sandal berujung terbuka yang selama ini dikenakan awak kabin wanita setelah lepas landas dan saat mendarat.

Melansir The Straits Times, Jumat, 9 Oktober 2026, SIA mengonfirmasi perubahan desain alas kaki tersebut pada 8 Oktober 2026. Juru bicara maskapai mengatakan, keputusan ini diambil setelah evaluasi untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan dukungan bagi awak kabin sekaligus memenuhi kebutuhan operasional.

Sepatu batik model wedge ini memungkinkan pramugari mengenakan alas kaki yang sama sepanjang penerbangan tanpa perlu berganti sepatu. Desainnya menggunakan kulit asli, ujung membulat yang lebih lebar, serta sol dalam berbahan kulit domba dengan bantalan tebal untuk menunjang kenyamanan selama bertugas.

Motif batik khas Singapore Airlines tetap menghiasi sepatu baru tersebut dan melengkapi seragam kebaya ikonik para pramugari. Pilihan warnanya disesuaikan dengan warna kebaya berdasarkan tingkat jabatan awak kabin.

Desain ujung tertutup juga memberikan perlindungan tambahan terhadap tumpahan cairan dan benda yang terjatuh di kabin. SIA melibatkan para pramugari dalam proses perancangan untuk memastikan sepatu batik tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka saat bekerja.

Sebelum pengumuman resmi, foto-foto sepatu batik terbaru itu telah beredar di media sosial pada pekan sebelumnya. Media berbahasa Mandarin Lianhe Zaobao melaporkan kemunculan foto tersebut bersamaan dengan informasi yang mengindikasikan pengenalan desain baru alas kaki awak kabin wanita Singapore Airlines.

 

Kolaborasi PAZZION dan Warisan Desain Pierre Balmain

Ilustrasi Singapore Airlines memperkenalkan Singapore Girl yang ikonik akan mengenakan sandal batik. (dok. Depop)

Menurut AsiaOne, Singapore Airlines (SIA) bekerja sama dengan PAZZION, merek alas kaki lokal Singapura, untuk mengembangkan sepatu batik model wedge tertutup bagi pramugarinya. Sepatu untuk manajer penerbangan hadir dalam warna burgundy.

Proses pengembangannya melibatkan pramugari dan tim PAZZION. Juru bicara SIA mengatakan, sejumlah prototipe telah diuji dalam penerbangan sebelum tim menyempurnakan desain akhir. Juru bicara PAZZION juga menjelaskan bahwa pengembangan sepatu tersebut melewati beberapa tahap, mulai dari konsep awal hingga desain final.

Motif batik pada sepatu baru ini selaras dengan identitas seragam SIA, terutama sarung kebaya yang menjadi ciri khas pramugarinya. Perancang busana haute couture asal Paris, Pierre Balmain, mengadaptasi desain seragam tersebut pada 1974.

Enam tahun sebelumnya, ia telah merancang sarung kebaya untuk Malaysia-Singapore Airlines (MSA), sebelum SIA berpisah dari maskapai itu. Selama bertahun-tahun, seragam kebaya SIA hanya mengalami sedikit perubahan. 

Meningkatkan Keselamatan Awak Kabin

Ilustrasi Sandal pramugari semakin ikonik, seperti Singapore Girl lewat sandal batiknya. (AFP Photo/Roslan Rahman)

Sepatu batik model wedge tertutup dirancang untuk melindungi jari kaki pramugari dari risiko terinjak atau tertimpa benda yang jatuh saat bertugas di kabin.

Pembaruan alas kaki bukan hal baru bagi SIA. Pada 2001, maskapai ini memperkenalkan sepatu baru beberapa bulan setelah kecelakaan pesawat SQ006 di Taiwan pada Oktober 2000 yang menewaskan 83 orang.

Berbeda dengan pramugari, awak kabin pria tetap mengenakan sepatu kulit hitam sesuai pedoman seragam maskapai. Perubahan ini juga menyentuh salah satu elemen penampilan yang lekat dengan identitas SIA.

Seorang pramugari yang telah bekerja selama dua tahun di maskapai tersebut menyebut sandal berujung terbuka sebagai salah satu daya tarik utama seragam awak kabin.

Tanggapan Pramugari terhadap Perubahan Alas Kaki

Ilustrasi Pramugari memberi tanggapan mengenai sandal baru ikonik Singapore Girl. (AFP Photo/Roslan Rahman)

"Kami dikenal karena memakai sandal, tidak seperti kebanyakan maskapai lain yang mewajibkan sepatu hak tertutup sebagai bagian dari seragam," ujarnya. Pramugari tersebut meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang memberikan wawancara kepada media.

Meski memahami alasan perubahan desain, ia menilai kenyamanan sepatu baru perlu diuji dalam pemakaian jangka panjang. Ia telah mencoba alas kaki tersebut dan merasa nyaman, tapi belum mengetahui bagaimana rasanya ketika digunakan selama bertugas berjam-jam.

Ia juga menyoroti anjuran mengenakan stoking bersama sepatu baru untuk membantu mengurangi bau kaki akibat penumpukan keringat. Perubahan ini membuatnya perlu menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru saat mengenakan seragam, terutama ketika bertugas dalam penerbangan panjang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya