Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan pialang digital Robinhood untuk pertama kalinya membeli Bitcoin (BTC) menggunakan dana perusahaan sendiri. Nilai pembelian tersebut mencapai US$ 25 juta atau sekitar Rp 447 miliar (estimasi kurs Rp 17.902 per dolar AS), menandai langkah baru perusahaan yang selama ini menyediakan layanan perdagangan kripto bagi nasabahnya.
Mengutip CoinMarketCap, Jumat (9/10/2026), pembelian tersebut terungkap melalui platform analisis blockchain Arkham dan kemudian dikonfirmasi oleh eksekutif Robinhood.
Advertisement
Wakil Presiden Senior sekaligus General Manager Crypto and International Robinhood, Johann Kerbrat, mengatakan pembelian ini merupakan sinyal komitmen perusahaan terhadap industri kripto, bukan awal dari program akumulasi Bitcoin dalam jumlah besar.
Tujuannya, kata Kerbrat, adalah agar “orang-orang memahami bahwa Robinhood berkomitmen terhadap industri ini”. Namun, ia mengakui kepemilikan Bitcoin senilai US$ 25 juta “tidak akan banyak mengubah arah perusahaan saat ini”, mengingat kapitalisasi pasar Robinhood mencapai sekitar US$ 100 miliar.
Pembelian ini terpisah dari aset kripto nasabah senilai sekitar US$ 25 miliar yang selama ini disimpan Robinhood.
Robinhood Makin Serius Garap Bisnis Kripto
Berdasarkan estimasi pihak ketiga, Robinhood diperkirakan memiliki sekitar 294 BTC dengan harga pembelian rata-rata US$ 84.960 per Bitcoin. Namun, perusahaan belum mengonfirmasi secara resmi jumlah Bitcoin yang dibeli.
Robinhood juga belum menerbitkan siaran pers atau laporan keterbukaan kepada regulator terkait transaksi tersebut. Per 30 Juni 2026, perusahaan melaporkan kas dan setara kas sebesar US$ 5,36 miliar serta kepemilikan stablecoin senilai US$ 155 juta. Dengan demikian, nilai pembelian Bitcoin tersebut kurang dari 0,5% dari saldo kas perusahaan.
Langkah ini dilakukan ketika Robinhood semakin agresif mengembangkan bisnis aset digital, mulai dari perdagangan kontrak berjangka perpetual, saham yang ditokenisasi, hingga akuisisi platform kripto Bitstamp.
Perusahaan juga mengembangkan Robinhood Chain, jaringan blockchain berbasis Ethereum Layer 2 yang mulai beroperasi di mainnet pada 1 Juli 2026.
Jaringan tersebut dirancang untuk memungkinkan saham, reksa dana, dan aset dunia nyata lainnya tercatat di blockchain, disimpan dalam dompet yang dikelola sendiri, serta diperdagangkan sepanjang waktu.
Meski belum menyatakan rencana menambah kepemilikan Bitcoin, pembelian perdana ini memperlihatkan langkah Robinhood memperkuat keterlibatannya dalam ekosistem kripto.