Emiten TBIG Tawarkan Obligasi Rp 1,24 Triliun, Bunga hingga 7,8%

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menawarkan obligasi dan sukuk ijarah untuk melunasi sebagian pinjaman bank.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Oktober 2026, 13:27 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) menawarkan obligasi berkelanjutan VII Tahap V Tahun 2026 senilai Rp 1,24 triliun. Obligasi berkelanjutan ini bagian dari obligasi berkelanjutan VII Perseroan dengan target dana dihimpun Rp 20 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, (9/10/2026), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk menawarkan obligasi VII Tahap V Tahun 2026 dengan tiga seri yakni seri A, B dan C. Pertama, seri A dengan jumlah pokok obligasi Rp 500 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,15% dan jangka waktu 370 hari. Kedua, seri B dengan jumlah pokok obligasi Rp 150,65 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,65% per tahun dan jangka waktu 3 tahun. Ketiga, seri C dengan jumlah pokok obligasi Rp 593,65 miliar dengan tingkat bunga 7,80% dan jangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi.

Adapun bunga obligasi yang dibayarkan setiap triwulan, di mana bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada 15 Januari 2027. Sedangkan bunga obligasi terakhir, sekaligus dengan pelunasan obligasi akan dibayarkan pada 25 Oktober 2027 untuk obligas seri A, 15 Oktober 2026 untuk obligasi seri B dan 15 Oktober 2031 untuk obligasi seri C.

Selain itu, perseroan juga menawarkan sukuk ijarah berkelanjutan Tahap V Tahun 2026 dengan jumlah sisa imbalan ijarah sebesar Rp 1,12 triliun. Sukuk ini bagian dari sukuk ijarah berkelanjutan I dengan target sisa imbalan yang akan dihimpun Rp 8 triliun. Sukuk ijarah ini ditawarkan tiga seri.

Pertama, seri A dengan jumlah sisa imbalan ijarah Rp 1 triliun dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp 71,50 miliar dan jangka waktu 370 hari. Kedua, seri B yakni jumlah sisa imbalan sebesar Rp 83,06 miliar dengan cicilan imbalan Rp 6,35 miliar dan jangka waktu tiga tahun. Ketiga, seri C dengan jumlah sisa imbalan Rp 43,01 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp 3,35 miliar dan jangka waktu lima tahun.

 

 

 

Penawaran Sukuk

Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan setiap triwulan. Cicilan Imbalan Ijarah pertama akan dibayarkan pada 15 Januari 2027, sedangkan Cicilan Imbalan Ijarah terakhir sekaligus Tanggal Pelunasan Sisa Imbalan Ijarah akan dibayarkan pada 25 Oktober 2027 untuk Sukuk Ijarah Seri A, 15 Oktober 2029 untuk Sukuk Ijarah Seri B dan 15 Oktober 2031 untuk Sukuk Ijarah Seri C.

Pemakaian Dana Obligasi dan Sukuk

Pemakaian dana obligasi antara lain digunakan untuk membayar sebagian pokok pinjaman kepada Bank UOB Indonesia sebesar Rp 1,23 triliun. Pinjaman itu memiliki saldo pokok pinjaman Rp 1,95 triliun dengan tingkat bunga 7% per tahun. Pembayaran pinjaman itu akan dilakukan pada 19 Oktober 2026 yang juga merupakan waktu jatuh tempo.

Sementara itu, dana penawaran sukuk ijarah akan dipakai untuk membayar sebagian pokok pinjaman kepada PT UOB sebesar Rp 712,41 miliar. Kemudian membayar pinjaman kepada Bank Mizuho Indonesia sebesar Rp 409,89 miliar.

Obligasi ini telah mendapatkan peringkat AA+ dari PT Fitch Ratings Indonesia. Sedangkan yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Berikut jadwal penawaran obligasi:

  • Tanggal Efektif : 26 Juni 2025
  • Masa Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah : 9 & 12 Oktober 2026
  • Tanggal Penjatahan : 13 Oktober 2026
  • Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 14 Oktober 2026
  • Tanggal Distribusi Obligasi Dan Sukuk Ijarah Secara Elektronik (Tanggal Emisi): 15 Oktober 2026
  • Tanggal Pencatatan Obligasi Dan Sukuk Ijarah pada BEI : 16 Oktober 2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya