Liputan6.com, Jakarta - Yunani bersiap mengenakan pajak atas keuntungan investasi mata uang kripto untuk pertama kalinya. Pemerintah mengusulkan pajak keuntungan modal atau capital gains tax sebesar 10% bagi individu yang memperoleh keuntungan dari penjualan aset kripto.
Mengutip CoinMarketCap, Jumat (9/10/2026), Kementerian Ekonomi Nasional dan Keuangan Yunani telah memublikasikan rancangan undang-undang tersebut untuk konsultasi publik pada pekan ini. Rancangan aturan itu diperkirakan diajukan ke parlemen pada November.
Advertisement
Dalam usulan tersebut, keuntungan tahunan hingga EUR 500 atau sekitar US$ 560 dibebaskan dari pajak. Tarif ini menjadikan Yunani salah satu negara dengan tarif pajak kripto relatif rendah di Uni Eropa.
Kebijakan ini dirancang untuk menutup celah regulasi perpajakan aset kripto di Yunani. Selama ini, negara tersebut belum memiliki kerangka komprehensif untuk memajaki keuntungan aset digital, meskipun minat masyarakat terhadap investasi kripto terus berkembang.
Sejumlah negara anggota Uni Eropa lainnya telah lebih dahulu menetapkan aturan perpajakan untuk aset digital.
Rancangan Pajak Kripto Masih Bisa Berubah
Ketentuan utama dalam rancangan undang-undang tersebut adalah pengenaan pajak tetap sebesar 10% atas keuntungan yang direalisasikan dari penjualan mata uang kripto.
Keuntungan tahunan hingga EUR 500 tidak dikenai pajak. Ketentuan ini diharapkan melindungi investor kecil dan mereka yang hanya sesekali melakukan transaksi, sementara keuntungan yang lebih besar tetap menjadi objek pajak.
Meski demikian, ketentuan finalnya masih dapat berubah setelah konsultasi publik dan pembahasan di parlemen.
Pemerintah Yunani juga belum mengumumkan perkiraan penerimaan negara dari kebijakan tersebut. Salah satu tantangannya adalah sulitnya mengukur besaran pasar kripto domestik.
Sebagian besar investor lokal bertransaksi melalui platform yang beroperasi di luar Yunani. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan penghitungan potensi penerimaan pajak, tetapi juga dapat menghambat pengawasan dan penerapan aturan baru.
Dibandingkan sejumlah negara tetangganya, tarif yang diusulkan Yunani relatif rendah. Menurut laporan tersebut, Jerman, Prancis, dan Italia telah menetapkan atau merencanakan tarif pajak keuntungan kripto di atas 25%.
Apa Dampaknya bagi Investor Kripto?
Bagi investor ritel, batas pembebasan pajak EUR 500 berarti keuntungan yang lebih kecil berpotensi tidak dikenai pungutan. Sementara itu, investor yang merealisasikan keuntungan di atas batas tersebut perlu memperhatikan ketentuan pajak yang diusulkan.
Pemerintah tampaknya berupaya menyeimbangkan kebutuhan meningkatkan penerimaan negara dengan risiko mendorong aktivitas perdagangan kripto semakin jauh dari pengawasan domestik.
Dampak fiskal kebijakan ini akan bergantung pada seberapa banyak aktivitas perdagangan yang dapat terjangkau oleh sistem perpajakan Yunani.
Usulan tersebut juga muncul di tengah tren global untuk memperjelas aturan perpajakan aset kripto, baik di Amerika Serikat maupun Uni Eropa. Di Eropa, pengaturan aset digital terus berkembang, termasuk melalui kerangka regulasi MiCA yang mencakup ketentuan terkait stablecoin.
Rancangan undang-undang Yunani dijadwalkan diajukan ke parlemen pada November. Investor masih memiliki kesempatan menyampaikan masukan selama konsultasi publik berlangsung.
Namun, tarif pajak final, batas pembebasan, dan tanggal mulai berlakunya aturan tersebut belum dipastikan. Ketentuan yang nantinya diterapkan dapat berbeda dari rancangan yang telah dipublikasikan pemerintah.