Suahasil Buka Suara soal Tren Gaya Hidup Downgrade

Menkeu Suahasil Nazara menuturkan, belanja negara juga harus efektif sehingga memberikan manfaat kepada masyarakat.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 09 Oktober 2026, 11:13 WIB
Menteri Keuangan Suahasil Nazara (Foto: tangkapan layar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menanggapi tren penurunan gaya hidup (lifestyle downgrade) di tengah masyarakat, mulai dari beralih menggunakan Pertalite dari Pertamax hingga membuat kopi sendiri untuk menghemat pengeluaran. Kemampuan ekonomi masyarakat perlu diperkuat melalui penciptaan pendapatan dan lapangan kerja.

“Saya menghargai seluruh pendapat dari masyarakat ya. Memang cara kerja ekonomi kita ini yang paling-paling penting menurut saya adalah bagaimana perekonomian kita ini menciptakan income, menciptakan pendapatan bagi masing-masing individu, bagi rumah tangga, bagi perusahaan, dan seterusnya,” ujar Suahasil dalam Bicara Bersama Retno Pinasti di SCTV, dikutip Jumat (9/10/2026).

Suahasil menilai, aktivitas ekonomi masyarakat memegang peranan besar dalam mendorong pertumbuhan nasional, sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya mencakup sebagian dari keseluruhan perekonomian. Karena itu, pemerintah perlu mengarahkan belanja negara untuk menghasilkan efek berganda bagi konsumsi, investasi, dan ekspansi usaha.

Dia menjelaskan, belanja negara pada 2026 mencapai sekitar Rp 4.000 triliun, sedangkan produk domestik bruto (PDB) diperkirakan sekitar Rp 25.000 triliun. Dengan perbandingan tersebut, pemerintah menyumbang sekitar 14-15% dari PDB, sedangkan aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha menjadi bagian yang lebih besar.

"86%-nya lagi yang menciptakan adalah seluruh gerak ekonomi masyarakat itu. Rumah tangga yang terus konsumsi, pengusaha yang terus ekspansi, yang melakukan investasi baru, ekspor, baik produk dalam negeri maupun ekspor,” kata Suahasil.

Suahasil menegaskan, pemerintah perlu menjaga efektivitas belanja negara agar anggaran memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Pemerintah juga merancang APBN 2027 dengan belanja sekitar Rp 4.100 triliun dan target defisit 2,4% terhadap PDB, lebih rendah dibandingkan estimasi defisit 2026 sebesar 2,85%.

Menurut dia, penguatan aktivitas ekonomi menjadi penting agar konsumsi rumah tangga dan kegiatan usaha terus menghasilkan pendapatan. Pemerintah pun menekankan transparansi dan kredibilitas pengelolaan APBN untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Tonton Bicara Bersama Retno Pinasti dengan Menteri Keuangan Suahasil Nazara secara lengkapnya di video berikut:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya