Harga Emas Pegadaian 9 Oktober 2026: Galeri24, Antam dan UBS Kompak Tetap

Berikut daftar lengkap harga emas buatan Galeri24, Antam dan UBS di Pegadaian pada Jumat, (9/10/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Oktober 2026, 10:38 WIB
Pekerja menunjukkan emas di galeri 24 Pegadaian, Tangerang (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan Galeri24, Antam dan UBS di Pegadaian beragam dengan harga emas Antam masih tertinggi di posisi Rp 2,6 juta per gram. Harga emas Pegadaian hari ini Jumat, (9/10/2026) saat dipantau pukul 10.26 WIB, tiga produk logam mulia itu tetap.

Berdasarkan data laman Pegadaian, harga emas Galeri24 tetap di Rp 2.505.000 per gram, sama seperti perdagangan kemarin. Di sisi lain, harga emas Antam dipatok Rp 2.604.000 per gram dan emas UBS tembus Rp 2.529.000 per gram. Harga emas Antam dan UBS ini juga sama dengan perdagangan kemarin.

Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar dan kebijakan harga yang berlaku.

Adapun Pegadaian menyediakan emas batangan dengan beragam pilihan berat. Untuk Galeri24, pilihan tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram.

Sementara emas UBS tersedia dalam pilihan berat mulai 0,5 gram hingga 500 gram. Adapun emas Antam yang tersedia di Pegadaian memiliki pilihan mulai 0,5 gram hingga 100 gram.

Berikut daftar harga emas Pegadaian untuk masing-masing jenama:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.314.000
  • 1 gram: Rp 2.505.000
  • 2 gram: Rp 4.949.000
  • 5 gram: Rp 12.280.000
  • 10 gram: Rp 24.496.000
  • 25 gram: Rp 60.910.000
  • 50 gram: Rp 121.722.000
  • 100 gram: Rp 243.325.000
  • 250 gram: Rp 606.816.000
  • 500 gram: Rp 1.213.630.000
  • 1.000 gram: Rp 2.427.260.000

 

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.353.000
  • 1 gram: Rp 2.604.000
  • 2 gram: Rp 5.147.000
  • 3 gram: Rp 7.694.000
  • 5 gram: Rp 12.789.000
  • 10 gram: Rp 25.523.000
  • 25 gram: Rp 63.679.000
  • 50 gram: Rp 127.276.000
  • 100 gram: Rp 254.473.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.367.000
  • 1 gram: Rp 2.529.000
  • 2 gram: Rp 5.019.000
  • 5 gram: Rp 12.401.000
  • 10 gram: Rp 24.671.000
  • 25 gram: Rp 61.556.000
  • 50 gram: Rp 122.859.000
  • 100 gram: Rp 245.621.000
  • 250 gram: Rp 613.871.000
  • 500 gram: Rp 1.226.301.000.

Perbedaan harga tersebut memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin membeli emas dengan menyesuaikan jenama dan kemampuan dana.

Namun, harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu sehingga calon pembeli perlu mengecek harga terbaru sebelum melakukan transaksi.

Harga Emas Dunia Menguat

Ilustrasi harga emas (Ilustrasi by AI)

Sebelumnya, harga emas sedikit menguat pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026 (Jumat pagi Jakarta). Kenaikan harga emas dunia terjadi setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada sesi sebelumnya, seiring investor menimbang ketidakpastian arah kebijakan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) di tengah kekhawatiran yang meningkat mengenai tingginya tingkat utang Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNBC, Jumat (9/10/2026), harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.123,42 per ons pada pukul 14.41 EDT, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 5 Agustus pada Rabu pekan ini. Hal itu akibat tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Selain itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,4% menjadi US$ 4.157.

Nilai tukar dolar AS dan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun tetap berada di level tinggi untuk sesi kedua berturut-turut.

"Tingginya imbal hasil tampaknya mempertegas kekhawatiran yang meluas mengenai besarnya tingkat utang. Jika utang terus meningkat, maka emas sebagai antitesis terhadap mata uang fiat dan aset pemerintah kemungkinan besar akan lebih diminati," tutur commodity strategist WisdomTree, Nitesh Shah.

 

Sentimen The Fed

Harga emas dunia. (Ilustrasi by AI)

Notulen rapat menunjukkan, para pembuat kebijakan The Fed terpecah pendapatnya bulan lalu mengenai alasan kenaikan suku bunga. Sementara "sebagian peserta" memandang kenaikan suku bunga diperlukan untuk meredam dampak lonjakan harga energi dan komoditas lainnya, kelompok yang lebih hawkish menganggapnya perlu untuk mengantisipasi munculnya inflasi yang didorong oleh permintaan.

"Notulen tersebut menegaskan fakta bahwa tidak ada jalur kebijakan yang sudah ditetapkan sebelumnya, dan hal ini membuat pasar (emas) menjadi sedikit lebih fluktuatif," Shah menambahkan.

Gubernur Federal Reserve AS, Christopher Waller, pada Kamis menyatakan, kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan besar diperlukan. Namun, ia menambahkan adanya "fleksibilitas" terkait laju kenaikan tersebut dan membuka peluang bagi jeda kenaikan suku bunga pada Oktober.

Para pelaku pasar melihat adanya peluang sebesar 17% untuk kenaikan suku bunga pada Oktober, tetapi memperhitungkan probabilitas sebesar 81% untuk kenaikan pada Desember, menurut perangkat FedWatch dari CME.

Suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding). Di ranah geopolitik, kapal tanker menghadapi risiko serangan dan intimidasi yang lebih tinggi saat berupaya meloloskan pengiriman penting melalui Selat Hormuz, setelah Iran mengeluarkan peringatan baru mereka akan memblokir rute-rute yang tidak mereka izinkan, menurut sejumlah sumber.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya