Harga Emas Antam 9 Oktober 2026 Naik Rp 7.000, Buyback Rp 10.000

Berikut daftar lengkap harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Jumat, (9/10/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Oktober 2026, 09:44 WIB
Petugas menunjukkan sampel logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melesat pada perdagangan Jumat (8/10/2026). Harga emas Antam hari ini lebih mahal Rp 7.000.

Mengutip laman resmi logammulia.com, harga emas Antam hari ini dibanderol sebesar Rp 2.572.000 per gram, menguat dari posisi sebelumnya Rp 2.565.000 per gram.

Kenaikan tersebut sejalan dengan harga buyback (beli kembali) emas Antam yang bahkan naik dengan nilai lebih besar. Hari ini, harga buyback bertambah Rp 10.000 menjadi Rp 2.376.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan nominal yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangannya ke pihak Antam. Sementara itu, harga yang tercantum pada awal perdagangan merupakan harga patokan jual emas Antam kepada konsumen.

Pergerakan harga emas Antam sendiri bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika harga emas dunia serta kondisi pasar harian. Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback yang sempat menembus Rp 2.989.000 per gram.

Rincian Harga Emas Antam Jumat (9/10/2026):

  • 0,5 gram: Rp 1.336.000
  • 1 gram: Rp 2.572.000
  • 2 gram: Rp 5.094.000
  • 3 gram: Rp 7.623.000
  • 5 gram: Rp 12.675.000
  • 10 gram: Rp 25.270.000
  • 25 gram: Rp 63.010.000
  • 50 gram: Rp 125.855.000
  • 100 gram: Rp 251.560.000
  • 250 gram: Rp 628.590.000 (pre-order)
  • 500 gram: Rp 1.256.900.000 (pre-order)
  • 1.000 gram: Rp 2.512.600.000 (pre-order).

Harga Emas Dunia

Ilustrasi harga emas dunia. (Gambar by AI)

Sebelumnya, harga emas sedikit menguat pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026 (Jumat pagi Jakarta). Kenaikan harga emas dunia terjadi setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada sesi sebelumnya, seiring investor menimbang ketidakpastian arah kebijakan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) di tengah kekhawatiran yang meningkat mengenai tingginya tingkat utang Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNBC, Jumat (9/10/2026), harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.123,42 per ons pada pukul 14.41 EDT, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 5 Agustus pada Rabu pekan ini. Hal itu akibat tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Selain itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,4% menjadi US$ 4.157.

Nilai tukar dolar AS dan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun tetap berada di level tinggi untuk sesi kedua berturut-turut.

"Tingginya imbal hasil tampaknya mempertegas kekhawatiran yang meluas mengenai besarnya tingkat utang. Jika utang terus meningkat, maka emas sebagai antitesis terhadap mata uang fiat dan aset pemerintah kemungkinan besar akan lebih diminati," tutur commodity strategist WisdomTree, Nitesh Shah.

 

Peluang Kenaikan Suku Bunga

Ilustrasi harga emas (Ilustrasi by AI)

Notulen rapat menunjukkan, para pembuat kebijakan The Fed terpecah pendapatnya bulan lalu mengenai alasan kenaikan suku bunga. Sementara "sebagian peserta" memandang kenaikan suku bunga diperlukan untuk meredam dampak lonjakan harga energi dan komoditas lainnya, kelompok yang lebih hawkish menganggapnya perlu untuk mengantisipasi munculnya inflasi yang didorong oleh permintaan.

"Notulen tersebut menegaskan fakta bahwa tidak ada jalur kebijakan yang sudah ditetapkan sebelumnya, dan hal ini membuat pasar (emas) menjadi sedikit lebih fluktuatif," Shah menambahkan.

Gubernur Federal Reserve AS, Christopher Waller, pada Kamis menyatakan, kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan besar diperlukan. Namun, ia menambahkan adanya "fleksibilitas" terkait laju kenaikan tersebut dan membuka peluang bagi jeda kenaikan suku bunga pada Oktober.

Para pelaku pasar melihat adanya peluang sebesar 17% untuk kenaikan suku bunga pada Oktober, tetapi memperhitungkan probabilitas sebesar 81% untuk kenaikan pada Desember, menurut perangkat FedWatch dari CME.

Suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding). Di ranah geopolitik, kapal tanker menghadapi risiko serangan dan intimidasi yang lebih tinggi saat berupaya meloloskan pengiriman penting melalui Selat Hormuz, setelah Iran mengeluarkan peringatan baru mereka akan memblokir rute-rute yang tidak mereka izinkan, menurut sejumlah sumber.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya