Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) resmi menunjuk Thomas Sugiarto Oentoro atau Thomas Oentoro menjadi Direktur Utama menggantikan Glenny H. Kairuppan. Thomas punya pengalaman di sektor investasi dan manajemen risiko.
Perubahan pucuk pengurus ini jadi hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Kamis, 8 Oktober 2026. Glenny Kairuppan yang digantikan Thomas didapuk sebagai Komisaris Utama, menggantikan Fadjar Prasetyo, demikian dikutip Jumat, (9/10/2026).
Advertisement
Thomas Oentoro sebelumnya dikenal sebagai Wakil Direktur Utama GIAA. Sebelumnya ia merupakan Komisaris Independen Garuda Indonesia pada 2023–2024. Pengalaman di tingkat pengawasan dan pengurusan memberinya perspektif atas proses pembenahan serta tantangan yang dihadapi perusahaan.
Sebagai profesional, Thomas sebelumnya berkecimpung di sektor investasi dan manajemen risiko. Dia pernah menjabat Chief Risk Officer Indonesia Investment Authority atau INA pada 2024–2025.
Perjalanan kariernya juga mencakup posisi Vice President Mezzanine Capital Unit di OCBC dan Managing Director di KV Asia Capital.
Thomas menempuh pendidikan bidang keuangan di NYU Stern School of Business dan meraih gelar MBA dari University of Chicago Booth School of Business.
"Latar belakang investasi dan manajemen risiko tersebut relevan dengan kebutuhan Garuda sebagai maskapai padat modal," tulis manajemen GIAA dalam keterangannya, dikutip Jumat (9/10/2026).
Ekspatriat Masuk Direksi
RUPSLB juga merombak jajaran direksi, satu ekspatriat kembali masuk. Alan McIntyre didapun menjadi Direktur Komersial. Alan berpengalaman sebagai Executive Manager Strategy di Qantas Group serta Chief Customer and Commercial Officer di Jetstar.
Kemudian, Eric Ferdinand Sofyal ditunjuk menjadi Direktur Operasi menggantikan Dani Haikal Iriawan. Ia sebelumnya menjabat posisi yang sama di Citilink. Sementara itu, Dina Sandri Fani mengisi posisi Direktur Human Capital & Corporate Service menggantikan Frans Dicky Tamara.
Pada sisi nomenklatur dewan direksi, manajemen menghapus jabatan Wakil Direktur Utama serta Direktur Niaga. Kemudian menambah satu posisi baru berupa Direktur Komersial.
Susunan Direksi dan Komisaris
Dewan Direksi
• Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
• Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
• Direktur Operasi: Eric Ferdinand Sofyal
• Direktur Teknik: Mukhtaris
• Direktur Komersial: Alan McIntyre
• Direktur Human Capital & Corporate Service: Dina Sandri Fani
• Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills
Dewan Komisaris
• Komisaris Utama: Glenny H. Kairupan
• Komisaris: Sugito Anjasmoro
• Komisaris: Chairal Tanjung
• Komisaris Independen: Mawardi Yahya
• Komisaris Independen: Jaan Albrecht
• Komisaris Independen: Trey Urbahn