Liputan6.com, Jakarta - Jalan nasional penghubung Jember dan Banyuwangi di Gumitir mengalami retakan sepanjang 40 meter. Kerusakan ditemukan di Kilometer 33, sekitar tikungan pemancar TVRI, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.
Berdasarkan hasil peninjauan Satlantas Polres Jember dan BPBD Jember, retakan terlebar mencapai hampir 1 sentimeter. Lokasinya sekitar 80 sentimeter dari badan jalan utama, dengan bahu jalan yang tipis dan tanpa struktur penahan yang memadai.
Advertisement
Kondisi ini perlu diwaspadai karena bahu jalan berbatasan langsung dengan jurang sedalam 2 hingga 3 meter. Air hujan dikhawatirkan masuk melalui celah retakan dan mengikis tanah sehingga memicu longsor.
"Air hujan berpotensi menyusup ke dalam celah retakan dan lubang tanah. Tanpa penanganan cepat, gerusan air dikhawatirkan memicu longsor susulan," ujar Kanit Turjawali Satlantas Polres Jember Ipda Ratno Budi Jatmiko, Jumat (9/10/2026).
Jatmiko mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk menindaklanjuti kerusakan tersebut. Jalur ini berstatus jalan nasional dan setiap hari dilintasi kendaraan berat dari dua arah.
"Kita saat ini terus berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional untuk menindaklanjuti retakan ini," katanya.
Rapat Darurat
Sementara itu, Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menilai kondisi ini mendesak untuk segera ditangani sebelum intensitas hujan meningkat. Sebagai langkah awal, forum lintas instansi—yang melibatkan BBPJN, PUPR Jember, Perhutani, Polres, dan Dishub—akan segera menggelar rapat koordinasi darurat.
"Secara mitigasi kami memandang ini penting dan mendesak. Kalau sampai musim hujan dan air masuk ke dalam tanah, kondisinya akan cukup membahayakan," tegas Edy.
Selain perbaikan struktur jalan oleh BBPJN, fokus penanganan awal juga mencakup perempesan pohon beringin di sekitar lokasi guna mengurangi beban dan tarikan pada struktur tanah.
"Dinas Perhubungan dan Satlantas juga disiagakan untuk membahas opsi pengaturan beban kendaraan bertonase besar serta rekayasa lalu lintas jika diperlukan demi keamanan para pengendara," tambahnya.