Marc Marquez Kritik Keras Format Baru MotoGP 2027: Soroti Intensitas dan Kurangnya Konsultasi

Marc Marquez menyuarakan kritik tajam terhadap format akhir pekan MotoGP 2027 yang dinilai lebih intens dan tanpa konsultasi pembalap, meski menyetujui beberapa

oleh ThomasDiterbitkan 09 Oktober 2026, 13:00 WIB
Pembalap Ducati, Marc Maruqez memacu motornya saat sesi free practice MotoGP Mandalika 2025 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, NTB, Jumat (3/10/2025). (AFP/Sonny Tumbaleka)

Liputan6.com, Jakarta - Pembalap MotoGP, Marc Marquez, menyuarakan kritik keras terhadap format akhir pekan balapan yang akan mulai diterapkan pada musim 2027. Juara dunia delapan kali ini menilai bahwa perubahan tersebut akan membuat rangkaian balapan menjadi semakin intens dan berat bagi para pembalap.

Perubahan besar ini mencakup modifikasi format akhir pekan balapan serta regulasi teknis seperti pengurangan kapasitas mesin dan aerodinamika. Implementasi format baru ini dijadwalkan berlaku mulai musim balap 2027.

Salah satu poin frustrasi utama Marquez adalah kurangnya keterlibatan pembalap dalam pengambilan keputusan, yang membuatnya merasa dihadapkan pada situasi "terima atau pergi" oleh tim dan organisasi. Ia juga sepakat dengan kekhawatiran Pedro Acosta mengenai potensi pemendekan karier pembalap akibat beban yang meningkat.


Sorotan Tajam Marc Marquez pada Format Akhir Pekan Baru

Marquez secara terbuka mempertanyakan tujuan utama di balik perubahan format ini, mengisyaratkan bahwa mungkin lebih untuk hiburan penonton daripada kepentingan pembalap. 

Pembalap Spanyol itu menegaskan bahwa para pembalap tidak memiliki suara dalam keputusan ini. "Kami tidak memutuskan," ujarnya, "dan kami harus diam." Pernyataan ini mencerminkan frustrasi atas kurangnya konsultasi dengan para pembalap.

Marquez juga mengkritik format baru MotoGP 2027 yang menghadirkan kualifikasi khusus Sprint, yang dinilainya akan membuat akhir pekan balap semakin intens dan berat. Ia merasa jadwal saat ini sudah cukup menuntut dan situasinya adalah "terima atau pergi".

Ketika ditanya mengenai komentar Pedro Acosta bahwa perubahan ini akan memperpendek karier pembalap, Marquez hanya menjawab, "Saya setuju." Hal ini menunjukkan kekhawatiran bersama di antara para pembalap mengenai dampak jangka panjang dari peningkatan intensitas balapan.


Rincian Perubahan Format Balapan MotoGP 2027

Pembalap Spanyol dari Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, memasuki pit selama sesi latihan bebas pertama menjelang Grand Prix Moto GP Prancis di Le Mans, Prancis barat laut, pada 8 Mei 2026. (Loic VENANCE/AFP)

Mulai musim 2027, MotoGP akan memperkenalkan dua sesi kualifikasi terpisah. Satu sesi kualifikasi khusus Sprint akan diadakan pada hari Jumat, setelah sesi latihan bebas pertama (FP1) berdurasi 45 menit dan FP2 selama 30 menit. Sesi kualifikasi Sprint ini akan berlangsung selama 15 menit.

Sesi kualifikasi untuk balapan utama Grand Prix akan tetap berlangsung pada hari Sabtu, sebelum Sprint Race. Dengan format ini, posisi start untuk balapan Sprint dan Grand Prix bisa berbeda.

Lanjut Baca:

Sesi pemanasan tradisional 10 menit pada Minggu pagi akan ditiadakan. Meskipun ada penambahan sesi kualifikasi, total waktu lintasan bagi pembalap justru berkurang. Sebelumnya 160 menit, kini menjadi 130 menit untuk semua pembalap, dan 145 menit untuk 12 pembalap yang lolos dari Q1 ke Q2. Kekhawatiran muncul terkait sesi kualifikasi 15 menit yang sempit, di mana semua 22 pembalap akan dipaksa untuk tampil maksimal. Hal ini berpotensi menyebabkan bendera kuning dan masalah lalu lintas yang konstan, mengganggu lap penting.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya