Kunci Sukses Persib Bandung Comeback di Markas Port FC

Persib Bandung membalikkan keadaan 3-1 atas Port FC di Thammasat Stadium. Luka Menalo menyebut adaptasi permainan dan tim tanpa ego sebagai kunci.

oleh Erwin SnazDiterbitkan 09 Oktober 2026, 06:47 WIB
Persib Bandung mengawali Grup B ASEAN Club Championship 2026/2027 dengan kemenangan dramatis atas Port FC di Thammasat Stadium, Thailand, Kamis (8/10/2026) malam WIB. (Doc Persib)

Liputan6.com, Jakarta - Persib Bandung membuka perjalanan di Grup B ASEAN Club Championship 2026/2027 dengan kemenangan 3-1 atas Port FC. Laga berlangsung di Thammasat Stadium, Thailand, Kamis (8/10/2026) malam WIB, dan Maung Bandung menang setelah sempat tertinggal lebih dulu.

Tim tuan rumah memimpin melalui eksekusi penalti Jude Soonsup-Bell. Hadiah penalti diberikan usai Ikhwan Tanamal melakukan pelanggaran di kotak terlarang.

Selepas turun minum, Persib mengubah ritme dan perlahan mengambil alih kendali. Tekanan berbuah gol penyama dari Mariano Peralta pada menit ke-87 yang menjadi titik balik kebangkitan skuat asuhan Bojan Hodak.


Comeback Dramatis

Laga Port FC Vs Persib di ASEAN Club Championship di Stadion Thammasat, Pathum Thani, Kamis (8-10-2026). (Dok. aseanutdfc.com)

Momentum Persib berlanjut hingga masa tambahan. Berguinho membawa tim berbalik unggul pada menit 90+2, sebelum Luka Menalo menambah keunggulan pada menit 90+5 untuk menutup perlawanan Port FC.

Performa Menalo menonjol dalam periode krusial tersebut. Selain mencetak gol pada menit akhir, pemain asal Kroasia itu juga mencatatkan satu assist yang ikut mengubah jalannya pertandingan.

"Senang bisa meraih kemenangan. Ini pertandingan yang sulit. Kami sudah tahu bahwa pertandingan akan berjalan sulit. Namun, kami bisa beradaptasi dan mengubah sistem," kata Luka Menalo selepas pertandingan.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan permainan Persib berbeda di tiap babak. Pada 45 menit pertama, fokus utama adalah menjaga struktur sambil memberi ruang bagi tuan rumah memutar bola.

"Babak pertama memiliki karakter permainan yang berbeda. Kami membiarkan mereka menguasai bola, bermain kompak, dan bertahan," jelas Menalo.


Pangeran Biru Kompak

Logo Persib Bandung. (Generated Chatgpt)

Perubahan paling kentara hadir pada babak kedua. Persib tampil lebih agresif menekan lini belakang Port FC, terutama setelah masuknya Mariano Peralta dan Thom Haye yang menambah tenaga serta opsi serangan.

Skema tersebut efektif dan menghasilkan tiga gol lewat situasi serangan balik yang dieksekusi cepat dan disiplin.

"Pada babak kedua, kami mengubah sistem, menekan mereka, dan mencetak tiga gol melalui serangan balik," kata Menalo.

Bagi Menalo, hasil ini menegaskan kekuatan kolektif Persib. Ia mengapresiasi rekan-rekan setim yang menjaga konsentrasi hingga menit terakhir.

"Saya rasa kami memainkan pertandingan yang sangat bagus dan saya ingin mengucapkan selamat kepada seluruh rekan setim saya," tutur Menalo.

Terkait kontribusinya pada laga ini, Menalo menekankan bahwa peran apa pun siap ia jalankan selama membantu tim meraih hasil.

"Tentu, itu sangat berarti, terutama dalam pertandingan seperti ini. Saya sangat senang bisa membantu tim," imbuh Menalo.

"Jika dalam satu pertandingan saya harus bertahan dan membantu secara defensif, saya siap melakukannya. Jika pada pertandingan lain saya harus mencetak gol atau memberikan assist, saya juga sangat senang melakukannya," tambah Menalo.


Tidak Ada Ego di Tim

Menalo menilai fondasi kemenangan lahir dari kekompakan yang terbangun di ruang ganti. Menurutnya, tidak ada pemain yang menomorsatukan kepentingan pribadi di atas kebutuhan tim.

"Jadi saya rasa kami semua bermain seperti sebuah keluarga, seperti tim yang sebenarnya. Tidak ada ego di dalam tim ini," ungkapnya.

"Saya sangat senang bermain bersama para pemain ini dan berada di ruang ganti bersama mereka," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya