Ban Michelin Jadi Penentu Performa Ducati di MotoGP Mandalika

Ban Michelin dengan casing lebih kaku kembali hadir di MotoGP Mandalika

oleh Asad ArifinDiterbitkan 08 Oktober 2026, 19:59 WIB
Pembalap Ducati, Marc Maruqez memacu motornya saat sesi free practice MotoGP Mandalika 2025 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, NTB, Jumat (3/10/2025). (AFP/Sonny Tumbaleka)

Liputan6.com, Jakarta - MotoGP Mandalika 2026 menghadirkan satu teka-teki teknis yang patut diperhatikan Ducati. Michelin kembali membawa ban dengan konstruksi casing yang diperkuat untuk menghadapi karakter Sirkuit Mandalika yang panas, abrasif, dan cepat.

Ban tersebut bukan barang baru bagi para pembalap MotoGP. Michelin menggunakan konstruksi serupa pada sejumlah seri dengan tuntutan tinggi, tetapi karakter ban ini dalam beberapa kesempatan justru menjadi tantangan bagi Ducati.

Masalahnya, Mandalika memiliki catatan khusus bagi Ducati ketika menggunakan ban dengan casing lebih kaku. Pada musim lalu, motor pabrikan GP25 kesulitan beradaptasi, sementara Fermin Aldeguer yang mengendarai GP24 justru mampu tampil dominan.

Kondisi Mandalika tahun ini juga berbeda karena lintasan memiliki aspal baru. Perubahan tersebut membuat efek ban Michelin sulit diprediksi, termasuk apakah Ducati kembali kesulitan atau justru menemukan solusi untuk mengatasi karakter ban yang selama setahun terakhir menjadi teka-teki.


Ban Michelin Kembali Jadi Tantangan Ducati

Pembalap Ducati Tim Lenovo Italia, Francesco Bagnaia, terjatuh menyusul kecelakaan saat Grand Prix MotoGP San Marino di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, di Misano Adriatico, Italia utara pada 13 September 2026. (Andreas SOLARO/AFP)

Michelin membawa ban dengan konstruksi casing yang diperkuat karena kondisi Mandalika menuntut ketahanan panas lebih tinggi. Suhu yang tinggi, permukaan lintasan yang abrasif, serta karakter sirkuit yang cepat membuat Michelin perlu menyediakan ban yang mampu menghadapi beban berat sepanjang balapan.

Konstruksi tersebut biasanya digunakan di Grand Prix Thailand, Brasil, dan Austria. Michelin juga menyediakan satu pilihan ban dengan konstruksi lebih kaku pada Grand Prix Jepang akhir pekan lalu, meski karakteristiknya tidak sepenuhnya sama dengan spesifikasi yang digunakan di Mandalika.

Secara umum, ban dengan casing lebih kaku ditujukan untuk aspek keselamatan, tetapi konsekuensinya dapat berupa cengkeraman yang sedikit lebih rendah dibandingkan ban standar. Perubahan karakter tersebut juga dapat memengaruhi sensasi berkendara dan cara masing-masing motor bekerja dengan ban.

Ducati menjadi pabrikan yang paling menarik untuk diamati dalam situasi ini. Mereka memang mampu menang dengan ban berkonstruksi tersebut di Thailand dan Austria tahun lalu, tetapi GP25 mengalami kesulitan di Mandalika, sedangkan Aldeguer dengan GP24 justru mampu menunjukkan performa impresif.


Aspal Baru Mandalika Bisa Mengubah Segalanya

Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez pada tes pramusim MotoGP Sepang 2026. (MotoGP)

Musim ini, ban dengan casing lebih kaku juga belum selalu memberikan keuntungan bagi Ducati. Aprilia justru mampu memanfaatkannya dengan baik, sementara Ducati beberapa kali mengalami kesulitan, meskipun Marc Marquez tetap menunjukkan kecepatan kompetitif di sejumlah seri.

Marquez bahkan hampir meraih podium di Thailand dan memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing di barisan depan Austria. Di Jepang akhir pekan lalu, pembalap Ducati tersebut akhirnya mampu memenangi balapan dengan menggunakan ban kompon keras (hard) yang memiliki konstruksi lebih kaku.

Saat menjelaskan situasi tersebut di Mandalika, Alex Marquez menilai kondisi aspal baru dapat menjadi faktor penting. Menurutnya, karakter permukaan lintasan bisa membantu pembalap mengoptimalkan kinerja ban yang dibawa Michelin.

"Menurut saya, aspal baru sangat membantu kami dan memang benar bahwa kompon bannya cukup lunak di Motegi, jadi hal itu juga membantu kinerja casing tersebut," ucap Alex Marquez dikutip dari Crash.

"Namun, casing yang dibawa ke sini berbeda dibandingkan dengan yang ada di Motegi. Jadi, hasilnya bisa saja berbeda," sambung Alex Marquez.

Sumber: Crash

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya