Kisah EKKYTA, Hobi Merajut jadi Bisnis Handmade hingga Berdayakan Warga Binaan

Berawal dari hobi merajut, EKKYTA mengembangkan bisnis handmade, memperluas pasar, dan memberdayakan warga binaan di Semarang.

oleh nofie tessarDiterbitkan 08 Oktober 2026, 19:58 WIB
(ist)

Liputan6.com, Jakarta - Hobi yang ditekuni secara konsisten bisa berkembang menjadi peluang usaha. Hal itu dialami EKKYTA, usaha kreatif asal Semarang yang bermula dari kegemaran merajut hingga kini mampu memasarkan produknya ke berbagai daerah bahkan menjangkau pasar ekspor melalui pihak ketiga.

Perjalanan EKKYTA dimulai pada 2011. Ketekunan mengolah benang kemudian melahirkan beragam produk handmade, mulai dari basket rajut karakter hingga tas makrame yang menawarkan keunikan, ketahanan, dan nilai estetika.

Pengembangan produknya tidak berhenti pada satu teknik. EKKYTA terus melakukan eksplorasi, termasuk memanfaatkan limbah kain perca menjadi karya yang tetap fungsional dan memiliki karakter.

Seiring perkembangannya, pemasaran produk EKKYTA telah menjangkau konsumen lokal, antarkota, antarpulau, hingga ekspor melalui pihak ketiga.

Owner EKKYTA Indah Prihatiningsih mengatakan, perjalanan bisnis tersebut memang berawal dari kegemarannya merajut.

“EKKYTA berawal dari hobi merajut yang kemudian berkembang menjadi sebuah usaha kreatif. Berbekal semangat belajar, saya terus mengeksplorasi berbagai teknik dan inovasi rajut untuk menciptakan produk yang unik, estetik, serta memiliki nilai jual tinggi. EKKYTA mulai mengenal linkumkm by BRI melalui Rumah BUMN (RB) Semarang saat mengikuti berbagai program pelatihan,” ujarnya.

 

 

Inovasi jadi Kunci Hadapi Persaingan Produk Rajut

(ist)

Mengembangkan produk handmade tentu memiliki tantangan tersendiri. Bagi EKKYTA, salah satunya adalah mempertahankan pembeda produk di tengah banyaknya pelaku usaha yang menggunakan teknik rajut serupa.

Kondisi tersebut justru mendorong EKKYTA untuk terus berinovasi. Konsistensi mengembangkan produk kemudian membuka berbagai kesempatan bagi usaha tersebut untuk memperkenalkan karya kepada pasar yang lebih luas.

“Tantangan terbesar EKKYTA adalah menjaga inovasi agar produk selalu memiliki pembeda dibandingkan produk rajut lain dengan teknik serupa. Namun, konsistensi dalam berinovasi justru membuka banyak peluang untuk tampil di berbagai ajang bergengsi seperti UMKM EXPO(RT) BRILiaNpreneur 2023, BRI UMKM EXPO(RT) 2025, INACRAFT, serta berbagai pameran yang diselenggarakan oleh dinas di Kota Semarang,” ungkap Indah.

Kesempatan mengikuti berbagai ajang tersebut menjadi bagian dari perjalanan EKKYTA dalam memperluas pengenalan produk sekaligus mengembangkan kapasitas bisnisnya.

Belajar Kelola Usaha lewat linkumkm by BRI

Dalam proses pengembangan bisnis, EKKYTA juga memperoleh kesempatan belajar melalui linkumkm by BRI.

Berbagai pengetahuan dari pelatihan yang diikuti kemudian diterapkan dalam pengelolaan usaha. EKKYTA selanjutnya berhasil meraih Juara 2 BRI Inkubator Rumah BUMN Semarang Tahun 2023.

Untuk menunjang aktivitas transaksi sehari-hari, EKKYTA juga memanfaatkan produk dan layanan BRI berupa tabungan, BRImo, dan QRIS.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan produk. Pengetahuan dalam mengelola bisnis juga menjadi bagian penting ketika sebuah usaha ingin berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

 

Berbagi Keterampilan dengan Warga Binaan Lapas Perempuan Semarang

(ist)

Perkembangan EKKYTA juga memberikan ruang bagi keterampilan merajut untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Keterampilan yang terus diasah melalui proses merajut kemudian diajarkan kepada warga binaan Lapas Perempuan Semarang. Setelah mendapatkan pelatihan dari EKKYTA, para warga binaan tersebut selanjutnya turut dilibatkan dalam proses produksi.

Senior Executive Vice President (SEVP) Micro Business Empowerment BRI M. Candra Utama mengatakan, perjalanan EKKYTA menggambarkan pentingnya pengembangan kapasitas dalam mendukung pertumbuhan usaha. Di saat bersamaan, UMKM juga memiliki peluang untuk memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

“EKKYTA menunjukkan bahwa sebuah usaha dapat tumbuh dari sesuatu yang sederhana ketika pelakunya terus belajar, berinovasi, dan mampu melihat peluang di sekitarnya. Yang juga penting, keterampilan yang berkembang dari usaha tersebut dapat dibagikan dan membuka kesempatan bagi orang lain untuk berkembang. linkumkm by BRI akan terus dikembangkan sebagai ruang bagi pelaku UMKM untuk belajar, meningkatkan kapasitas, dan mengembangkan usahanya,” ungkapnya.

Dari kegemaran merajut yang dimulai lebih dari satu dekade lalu, perjalanan EKKYTA berkembang tidak hanya menjadi usaha kreatif. Konsistensi melakukan inovasi, mengikuti pelatihan, dan memperluas pasar turut membuka kesempatan agar keterampilan yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya