Investor Kripto Perlu Cermati Sentimen Ini pada Kuartal IV 2026

Pengamat menilai, sentimen kuartal IV 2026 untuk pasar kripto masih positif.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 Oktober 2026, 17:43 WIB
Ilustrasi bitcoin (Foto: Visual Stories/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Sentimen pasar kripto tidak hanya dipengaruhi oleh pergerakan harga bitcoin (BTC), tetapi juga oleh kondisi makroekonomi, hingga perkembangan regulasi memasuki kuartal IV 2027.

Bittime melihat pemahaman terhadap faktor-faktor itu sebagai bagian penting dalam membaca dinamika pasar dan mengelola risiko investasi aset digital.

Data CoinMarketCap menunjukkan kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar US$ 1,68 triliun atau Rp 30.119 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.930) pada 30 September 2026, dengan harga Bitcoin sekitar US$ 83.553 atau Rp 1,49 miliar.

Mengutip keterangan resmi perseroan, Kamis, (8/10/2026), Reuters melaporkan Citigroup kembali menaikkan proyeksi Bitcoin dan Ether, antara lain dengan mempertimbangkan aktivitas pasar kripto dan arus dana ETF.

Suku Bunga dan Kondisi Makro Masih Membentuk Sentimen

Kebijakan moneter Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan investor pada kuartal IV 2026. Pada September 2026, Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%, sembari menyoroti inflasi yang masih tinggi dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi.

Perubahan suku bunga, inflasi, imbal hasil obligasi, serta kondisi likuiditas global dapat memengaruhi preferensi investor terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menuturkan investor perlu melihat perkembangan pasar kripto dalam konteks ekonomi yang lebih luas.

“Pergerakan pasar kripto semakin berkaitan dengan kondisi makroekonomi global. Karena itu, investor perlu memahami perkembangan suku bunga, inflasi, dan likuiditas agar dapat membaca perubahan sentimen secara lebih utuh, bukan hanya merespons pergerakan harga dalam jangka pendek,” tutur Ryan.

 

Arus ETF Menjadi Indikator Sentimen Institusional

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Selain kondisi makro, arus dana melalui ETF Bitcoin spot AS juga menjadi salah satu indikator yang dapat membantu melihat sentimen investor institusional. Data Farside Investors menunjukkan arus ETF Bitcoin spot AS masih bergerak dinamis pada akhir September hingga awal Oktober, dengan periode inflow dan outflow yang cukup besar.

Sementara itu, The Block melaporkan ETF Bitcoin spot AS mencatat net inflow sekitar US$ 2,65 miliar atau Rp 47,5 triliun sepanjang September. Dinamika tersebut menunjukkan bahwa arus modal institusional tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam membaca kondisi pasar.

Menurut Ryan, arus dana institusional dapat memberikan perspektif tambahan terhadap sentimen, tetapi tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar dalam menilai kondisi pasar.

"Arus dana institusional dapat memberikan gambaran mengenai tingkat minat pasar, tetapi angka inflow atau outflow sebaiknya tidak dilihat secara terpisah. Kondisi makro, likuiditas, dan dinamika pasar secara keseluruhan tetap perlu menjadi pertimbangan,” tutur dia.

 

Reli Kuartal III 2026 Membuka Ruang untuk Profit Taking

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi pasar setelah reli pada kuartal sebelumnya. Reuters mencatat Bitcoin naik sekitar 43% pada kuartal ketiga 2026.

Kenaikan tersebut dapat membuka ruang bagi sebagian pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungan. Di saat yang sama, perubahan sentimen global dapat meningkatkan volatilitas dan membuat pergerakan harga menjadi lebih cepat.

Investor karena itu perlu membedakan antara volatilitas jangka pendek dengan perubahan fundamental pasar, sekaligus mempertimbangkan instrumen yang digunakan untuk mengelola eksposur terhadap aset kripto.

Pelaku Pasar Melihat Peluang Altcoin dan Perkembangan Regulasi

Dari perspektif pelaku pasar, perkembangan altcoin dan regulasi juga menjadi perhatian dalam membaca sentimen pasar kuartal keempat. Founder Future Coin, Eko Mamahit melihat adanya peluang penguatan pada pasar altcoin setelah pergerakan Bitcoin, meskipun potensi koreksi tetap perlu diantisipasi.

“Di kuartal keempat 2026, saya melihat pasar altcoin berpeluang ikut menguat menyusul pergerakan Bitcoin dan membuka peluang terjadinya mini altseason. Meski demikian, potensi koreksi pasar masih tetap perlu diantisipasi. Menurut saya, ada beberapa faktor utama yang dapat menjadi penentu arah pasar kripto menuju fase bullrun, antara lain perkembangan dan persetujuan CLARITY Act di Senat AS, persetujuan Bitcoin Reserve Act di AS, serta kebijakan The Fed dalam mulai memangkas suku bunga,” tutur dia.

 

Kata Pelaku Pasar

Bitcoin (Foto: Jievani Weerasinghe/Unsplash)

Sejalan dengan pandangan tersebut, Fulltime Trader Alexander Brian, menilai sentimen pasar kripto pada kuartal keempat 2026 masih cukup positif setelah Bitcoin mencatat penguatan pada kuartal ketiga. Namun, menurut dia, kenaikan tersebut perlu dicermati karena pasar dapat memasuki fase konsolidasi atau koreksi setelah mengalami reli.

"Menurut saya, sentimen pasar kripto di kuartal keempat 2026 masih cukup oke setelah Bitcoin mengalami penguatan di kuartal ketiga,” tutur Alexander Brian.

Namun, Ia menambahkan, kenaikan ini juga perlu dilihat dengan hati-hati karena setelah rally biasanya pasar bisa masuk fase konsolidasi atau bahkan koreksi.

"Yang paling menentukan menurut saya adalah kondisi makroekonomi, terutama arah suku bunga dan likuiditas global. Selain itu, arus dana institusional ke Bitcoin, sentimen investor, serta perkembangan regulasi juga bakal punya pengaruh besar," ujar Alexander Brian.

 

Membaca Sentimen Secara Lebih Menyeluruh

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Dengan kombinasi kondisi makroekonomi, arus institusional, potensi profit-taking, volatilitas, dan perkembangan regulasi, sentimen pasar kripto pada kuartal keempat 2026 dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor secara bersamaan. Karena itu, investor perlu mempertimbangkan kondisi pasar, karakteristik instrumen, serta profil dan toleransi risiko masing-masing dalam mengambil keputusan

Ryan menambahkan, investor perlu menjaga pendekatan yang disiplin ketika menghadapi dinamika pasar pada kuartal terakhir tahun ini.

“Kuartal keempat sebaiknya menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman terhadap pasar, bukan sekadar mengejar pergerakan harga. Investor perlu memahami faktor yang membentuk sentimen, menilai risikonya, dan menyesuaikan keputusan dengan profil serta toleransi risikonya masing-masing,” pungkasnya.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya