Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus, menyatakan telah menelaah pernyataan panjang Cristiano Ronaldo terkait keputusan sang kapten meninggalkan skuad. Dikutip dari The Independent, ia memilih tak menanggapi isi pernyataan tersebut.
Jesus menyampaikan hal itu kepada jurnalis saat meninggalkan kediamannya pada Rabu waktu setempat. Ia menegaskan kembali ke rutinitas bersama federasi dan memusatkan perhatian pada persiapan tim.
Advertisement
"Saya sudah membaca pernyataannya dan sekarang saya melakukan apa yang saya lakukan setiap hari. Saya pergi ke federasi untuk bekerja dan memikirkan tim," kata Jesus, dikutip dari The Independent.
Pernyataan Ronaldo
Cristiano Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan Portugal pada pekan lalu. Keputusan itu diambil usai dirinya tak dimainkan sepanjang laga ketika Portugal menang 2-1 atas Norwegia pada ajang Nations League, Senin (28-9-2026) dini hari WIB.
Beberapa hari kemudian, penyerang 41 tahun tersebut mengunggah tulisan hampir 2.000 kata untuk menjelaskan sikapnya. Dalam pernyataan itu, ia menyebut adanya "pelanggaran kepercayaan" antara dirinya dan Jorge Jesus.
Ronaldo menyatakan sebelum jeda internasional keduanya telah menyepakati rencana pengelolaan menit bermain untuk rangkaian pertandingan Nations League terbaru. Namun, menurutnya, kesepakatan itu berubah saat Portugal menghadapi Norwegia.
Ia mengaku diberitahu akan tampil selama 30 menit. Ronaldo juga sempat diminta melakukan pemanasan pada babak kedua, tetapi pada akhirnya tidak dimainkan.
Ronaldo Minta Maaf
Ronaldo kemudian menuding Jesus tidak memenuhi kesepakatan lain yang dibuat untuk membantu menjelaskan kekecewaannya dalam konferensi pers jelang laga melawan Denmark. Kesepakatan itu disebut lahir setelah pertemuan antara Ronaldo, Jesus, dan Direktur Olahraga Al Nassr, Simao Coutinho.
Dalam pernyataannya, Ronaldo menyampaikan permintaan maaf kepada rekan setim dan masyarakat Portugal, sembari menegaskan tetap siap memperkuat tim nasional pada masa mendatang.
"Konsekuensi dari tindakan saya ini harus dinilai dan dihukum oleh Federasi Sepak Bola Portugal," tulis Ronaldo di Instagram.
"Saya percaya hukuman tersebut seharusnya tidak memiliki faktor yang meringankan. Saya bukan sekadar pemain biasa. Saya adalah kapten tim dan itu merupakan faktor yang memberatkan."
"Saya sudah meminta maaf, tetapi saya tahu setiap tindakan harus memiliki konsekuensi," ucapnya.
Jesus Buka Peluang Kembali
Portugal tetap meraih hasil positif tanpa Ronaldo, dengan memenangkan dua laga yang ia lewatkan. Mereka lebih dulu menaklukkan Denmark, lalu kembali mengalahkan Norwegia.
Rangkaian kemenangan itu mengantarkan Portugal memuncaki Grup A4 dengan catatan empat kemenangan beruntun. Di tengah performa tersebut, muncul spekulasi mengenai masa depan Ronaldo bersama tim nasional.
Ronaldo masih memegang rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk Portugal dengan 146 gol dari 234 penampilan.
Kendati sempat meninggalkan skuad, Jesus sebelumnya menegaskan pintu tetap terbuka bagi kapten Al Nassr tersebut. Seusai kemenangan atas Norwegia, Senin (5-10-2026) dini hari WIB, ia menyebut keputusan kembali berada di tangan sang pemain.
"Jika dia mau, dia akan kembali ke tim nasional," ujar Jesus.