Liputan6.com, Jakarta - Sashfir mengungkap dirinya menjadi korban pelecehan seksual berupa perekaman diam-diam atau voyeurism di area toilet perempuan sebuah restoran di Senopati, Jakarta, pada April lalu. Ia mengatakan baru merasa siap untuk menceritakan pengalaman tersebut setelah memendamnya selama beberapa bulan.
"Yang paling membuatku miris adalah kenyataan bahwa pelakunya merupakan seorang suami sekaligus ayah dari seorang anak perempuan," tulis Sashfir dalam unggahan di Instagram pribadinya, @sashfir, Rabu (7/10/2026).
Advertisement
Ia menyayangkan tindakan tersebut karena menurutnya seorang suami dan ayah seharusnya memahami pentingnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi perempuan. Namun, ia menyebut orang tersebut justru melakukan tindakan itu terhadap perempuan lain.
Dalam unggahannya, influencer yang dikenal lewat konten fashion hijabnya itu juga menyampaikan alasan dirinya memilih untuk bersuara setelah beberapa bulan memendam kejadian tersebut.
"Aku percaya, keberanian untuk bersuara adalah salah satu langkah untuk melindungi diri sendiri, sekaligus harapan agar tidak ada yang mengalami hal serupa. Untuk siapa pun yang pernah mengalaminya, semoga kamu tahu bahwa kamu tidak sendirian. 🤍" tulisnya dalam keterangan unggahan tersebut.
Berharap Kasusnya Jadi Ruang bagi Korban Lain
Pengalaman tersebut meninggalkan trauma yang dalam baginya. Sashfir memilih bersuara karena tidak ingin ada korban yang merasa harus menghadapi pengalaman seperti ini seorang diri.
Konten kreator tersebut juga menyoroti kemungkinan adanya korban lain yang memendam pengalaman serupa karena tidak memiliki ruang aman untuk bercerita atau merasa suara mereka tidak dipercaya dan disepelekan. Ia berharap ceritanya dapat membuat orang lebih waspada sekaligus berani menuntut keadilan.
"Aku berharap cerita ini tidak berhenti sebagai pemberitaan semata, tetapi menjadi ruang untuk bersuara, berbagi informasi, dan membantu orang lain yang mungkin mengalami hal serupa," tulisnya.
Serahkan Kasus kepada Pihak Berwajib
Sashfir mengatakan permasalahan tersebut telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Ia berharap pelaku dapat ditindak tegas agar memberikan efek jera dan tidak ada korban selanjutnya.
Ia juga mengapresiasi pihak restoran yang sudah kooperatif dan turut menindak pegawainya karena menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan sesuatu yang salah.
Saat ini, Sashfir mengatakan kondisinya sudah jauh lebih stabil. Ia juga membuka kesempatan bagi komunitas maupun media yang dapat memberikan ruang aman bagi dirinya dan perempuan lain untuk bercerita melalui alamat email yang dicantumkan dalam unggahannya.