Liputan6.com, Jakarta - Pendiri Blue Origin sekaligus miliarder Jeff Bezos menanggapi mengenai penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) Blue Origin. Ia menuturkan, Blue Origin akan menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini setelah perusahaan antariksa itu berhasil menggalang dana US$ 10 miliar atau Rp 178,89 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.890) dari investor eksternal untuk pertama kali dalam sebuah putaran pendanaan.
"Menurut saya, suatu saat nanti Blue Origin akan melakukan IPO. Mungkin baru akan terjadi beberapa tahun lagi. Namun, masuk akal jika pada akhirnya Blue Origin menjadi perusahaan publik," kata Bezos dalam acara "Special Report with Bret Baier" di saluran FOX News, dikutip dari Channel News Asia, Kamis, (8/10/2026).
Advertisement
Pernyataan tersebut merupakan sinyal paling jelas dari Bezos kalau Blue Origin mungkin akan melantai di bursa saham. IPO di masa depan akan memberikan kesempatan bagi investor untuk berinvestasi di perusahaan antariksa besar di tengah bangkitnya minat terhadap sektor ini, meskipun pesaingnya, SpaceX yang mencatatkan diri di bursa pada Juni tetap menjadi pemain dominan.
Bezos, yang juga mendirikan Amazon.com, mengatakan bahwa ia secara pribadi telah menginvestasikan US$ 28 miliar atau Rp 500,89 triliun di Blue Origin sejak mendirikan perusahaan tersebut pada 2000.
The Wall Street Journal melaporkan pada September bahwa putaran pendanaan terbaru Blue Origin memberikan valuasi perusahaan sebesar US$ 140 miliar atau Rp 2.504 triliun.
Peluncuran Roket
Didirikan sekitar 18 bulan sebelum SpaceX milik Elon Musk, Blue Origin selama ini sebagian besar mengandalkan pendanaan dari Bezos sembari memenangkan kontrak bernilai miliaran dolar AS dari NASA dan Angkatan Antariksa AS (US Space Force), termasuk untuk pengerjaan program misi bulan Artemis.
Blue Origin menargetkan untuk melanjutkan peluncuran roket New Glenn tahun ini, setelah insiden ledakan di landasan peluncuran saat uji coba static-fire pada Mei sempat menghambat upaya perusahaan untuk bersaing dengan SpaceX di pasar peluncuran komersial.
"Pada bulan Desember tahun ini, kami akan menerbangkan kembali wahana tersebut," ujar Bezos.