Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada pembukaan perdagangan saham Kamis (8/10/2026). Namun tak lama kemudian, IHSG langsung mengalami tekanan cukup dalam.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka di angka 6.154,97, menguat dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di posisi 6.146,72. Namun pada pukul 09.02 WIB, IHSG langsung tertekan hingga turun ke level 6.137,66.
Advertisement
IHSG terus terombang-ambing di zona merah dan zona hijau. Pada pukul 09.04 WIB, IHSG kembali menguat 0,22% menuju level 6.158,68. Sementara itu, indeks saham LQ45 naik 0,36% ke level 608,01. Sebagian besar indeks saham acuan pun berada di zona hijau.
Sebanyak 250 saham menghijau sehingga mampu mendorong IHSG. Selain itu, 249 saham melemah dan 241 saham stagnan.
Total frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 123.274 kali dengan volume perdagangan mencapai 3,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 711 miliar. Adapun posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah setara Rp 17.855.
Mayoritas sektor saham bergerak di zona hijau. Hanya dua sektor yang mengalami tekanan, yaitu sektor teknologi dan kesehatan.
Sektor saham transportasi mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 0,63%, disusul sektor saham cyclical yang menguat 0,48%.
Prediksi IHSG Hari Ini
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis, (8/10/2026). IHSG hari ini akan menguji 6.227-6.231. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG melemah 0,75% ke 6.146, disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Rabu, 7 Oktober 2026.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y) pada label hitam dengan area penguatan akan menguji area gap di 6.227-6.231. Adapun area koreksi terdekat berikutnya di 6.118-6.141.
"Namun demikian, pada label merah IHSG akan menguji area 6.342-6.430, sekaligus cluster moving average (MA) 20 harian dan MA60 harian,” ujar Herditya dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.091,5.973 dan level resistance 6.297,6.376 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.
Sementara itu, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG berpotensi sideways pada Kamis pekan ini. IHSG akan berada di level support 6.100-6.120 dan level resistance 6.200-6.250.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) - Trading Buy
Saham BIPI terkoreksi ke 132 disertai dengan munculnya tekanan jual. “Saat ini, posisi BIPI diperkirakan berada pada awal dari wave C dari wave (B),” ujar Herditya.
Trading Buy: 128-131
Target Price: 140, 147
Stoploss: below 124
2.PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Buy on Weakness
Saham DEWA terkoreksi 1,65% ke 358 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun belum mampu menembus MA20. “Kami memperkirakan, posisi DEWA saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C,” kata dia.
Buy on Weakness: 348-358
Target Price: 380, 396
Stoploss: below 344
3.PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) - Trading Buy
Saham HRTA terkoreksi 1,83% ke 2.150 dan didominasi oleh tekanan jual, pergerakannya pun berada di bawah MA20. “Kami perkirakan, posisi HRTA saat ini berada di awal wave (c) dari wave [b],” kata Herditya.
Trading Buy: 2.110-2.130
Target Price: 2.250, 2.300
Stoploss: below 2.080.