Toyota Bantah Hengkang dari Pasar China

Toyota melalui perusahaan patungannya di China, FAW Toyota membantah kabar yang menyebut bakal memangkas harga secara besar-besaran

oleh Arief AszhariDiterbitkan 08 Oktober 2026, 06:18 WIB
Toyota bZ7 terpesan 3.000 unit dalam waktu satu jam di China. (Carnewschina)

Liputan6.com, Jakarta - Toyota melalui perusahaan patungannya di China, FAW Toyota membantah kabar yang menyebut bakal memangkas harga secara besar-besaran, sekaligus meninggalkan pasar otomotif Negeri Tirai Bambu.

Toyota sendiri menjalankan bisnis otomotif di China melalui dua perusahaan patungan, yakni FAW Toyota dan GAC Toyota. Keduanya memproduksi dan memasarkan sejumlah model Toyota, seperti Corolla, RAV4, dan Avalon, serta mobil listrik terbaru, bZ3 dan bZ5.

Rumor tersebut muncul setelah GAC Group, pada 28 September 2026 mengumumkan rencana untuk mengakuisisi 50 persen saham FAW Toyota. Kesepakatan itu mencakup penerbitan saham A baru, dengan harga 5,75 yuan per saham atau sekitar Rp 14.500.

Dalam kesepakatan tersebut, FAW Group disebut akan menjadi pemegang saham terbesar kedua GAC Group. Namun, sejumlah rincian transaksi masih harus diselesaikan setelah proses audit dan penilaian perusahaan selesai.

FAW Toyota sendiri didirikan pada tahun 2000, sebagai perusahaan patungan FAW Group dan Toyota, dengan masing-masing menguasai 50 persen saham.

Setelah transaksi selesai, GAC Group akan mengambil alih 50 persen saham yang dimiliki FAW Group, sedangkan Toyota tetap mempertahankan kepemilikan 50 persen.

GAC juga menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak akan mengubah pihak yang menjadi pengendali perusahaan.

Langkah ini sebelumnya dipandang sebagai bagian dari upaya Toyota merapikan operasional, sekaligus membenahi kinerja penjualan yang tengah tertekan di Tiongkok.

Tanggapan Toyota

"Menanggapi pernyataan palsu yang beredar di sejumlah platform online, seperti klaim bahwa ‘FAW Toyota mungkin sepenuhnya meninggalkan pasar’ dan ‘Toyota memangkas harga’, perusahaan kami berhak mengambil tindakan hukum," tulis Toyota disitat dari Electrek.

“Rencana produksi, penjualan, serta pengembangan berkelanjutan untuk seluruh model berjalan lancar sesuai jadwal,” sambung Toyota.

Ke depannya, FAW Toyota menyatakan akan memanfaatkan sumber daya serta teknologi yang lebih luas dari grup, untuk mengembangkan kendaraan-kendaraan berikutnya. Di sisi lain, Toyota memang tengah menghadapi tekanan di pasar China.

Penjualannya pada Agustus turun 22,8 persen, sekaligus menjadi penurunan selama tujuh bulan berturut-turut.

Kondisi tersebut dikaitkan dengan melemahnya permintaan terhadap kendaraan bermesin bensin dan hybrid, di tengah kenaikan harga bahan bakar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya