Liputan6.com, Stockholm - Henri B. Kagan dan Kenso Soai dianugerahi Nobel Kimia 2026 atas terobosan mereka di bidang kimia asimetris yang membantu mengungkap misteri bagaimana molekul dapat memiliki bentuk seperti bayangan cermin yang tidak identik satu sama lain.
Pengumuman Nobel Kimia 2026 disampaikan pada Rabu di Royal Swedish Academy of Sciences, Stockholm, Swedia.
Advertisement
Dikutip dari CNN, Rabu (7/10/2026), Komite Nobel menyebut penelitian Kagan dan Soai telah membawa perubahan besar bagi para ahli kimia yang mengembangkan reaksi untuk menghasilkan berbagai produk, mulai dari obat-obatan hingga perisa, pewangi, dan material baru.
"Penelitian mereka telah menjadi revolusioner bagi para ahli kimia yang mengembangkan reaksi untuk pembuatan obat-obatan, perisa, pewangi, dan material baru," kata Komite Nobel dalam pernyataannya.
Ungkap Misteri Molekul
Terobosan Kagan dan Soai berfokus pada bidang kimia asimetris, yang berkaitan dengan keberadaan molekul dalam bentuk-bentuk yang menyerupai bayangan cermin tetapi tidak identik.
Fenomena tersebut menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana kompleksitas molekul dapat terbentuk.
David Pendlebury, Kepala Analisis Riset di Institute for Scientific Information milik Clarivate, mengatakan penelitian tersebut membuka arah baru bagi para ahli kimia yang berusaha memahami bagaimana kompleksitas molekul muncul.
Menurutnya, pengaruh penelitian yang kini mendapat penghargaan Nobel tersebut telah berkembang selama puluhan tahun.
"Nobel Kimia tahun ini mengakui penemuan yang pengaruhnya telah berkembang selama beberapa dekade," ujar Pendlebury.
Ia menilai penghargaan tersebut menunjukkan bahwa kemajuan ilmiah yang membawa perubahan besar sering kali lahir dari penelitian yang dilakukan secara konsisten dan didorong rasa ingin tahu.
"Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan transformatif sering muncul dari penelitian yang berkelanjutan dan didorong oleh rasa ingin tahu, serta bahwa pentingnya penemuan ilmiah mendasar dapat membutuhkan waktu bertahun-tahun, atau bahkan puluhan tahun, untuk benar-benar dihargai," katanya.
Penghargaan Nobel Kimia 2026 tersebut menempatkan penelitian Kagan dan Soai sebagai bagian dari perkembangan panjang ilmu kimia, dengan pengaruh yang terus berkembang sejak penemuan mereka dilakukan.