Liputan6.com, Jakarta - Kedekatan Fico dan Arina semakin nyata saat Arina melihat apartemen Reno telah dipenuhi kembali oleh foto pernikahan dan kenangan mereka yang terselamatkan di penyimpanan digital. Arina menangis dan meminta maaf, tetapi Fico menegaskan bahwa dialah yang bersalah karena mengambil keputusan tanpa melibatkan istrinya.
Ketenangan itu segera terancam ketika Audy membuka nama Manto kepada Raditya. Raditya melihat informasi tersebut sebagai jalan baru untuk menghancurkan Fico dan Arina. Pada saat bersamaan, tersangka dipukuli di tahanan dan harus dipindahkan dengan pengawalan.
Advertisement
Raditya mengirimkan rekaman pengeroyokan Fico kepada Arina disertai ancaman agar dia datang sendirian jika ingin suaminya tetap hidup. Mengabaikan peringatan Sandra bahwa itu mungkin jebakan, Arina pergi dengan taksi. Raditya membuntutinya dengan sepeda motor, sementara Fico yang menyadari rencana tersebut melaju mengejar Arina.
Tiga kendaraan menuju arah yang sama: Arina bergerak masuk ke dalam perangkap, Raditya semakin dekat menjalankan rencananya, dan Fico berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan istrinya.
Fico yang mengejar taksi Arina melihat seorang pria berhelm dengan jaket berlogo Black Horse menghadang taksi. Fico langsung menyerang dan berusaha membuka helm pria tersebut. Pria itu ternyata Raditya. Raditya mengungkapkan bahwa selama Fico dan Arina terus menjauh satu sama lain, pekerjaannya justru semakin mudah karena dia hanya perlu mendapatkan salah satu dari mereka sendirian.
Bima kemudian datang membantu Raditya dan keduanya berhasil melarikan diri. Arina menjelaskan bahwa dia datang karena menerima video Fico yang sedang dikepung beberapa orang, disertai ancaman bahwa jika ingin Fico tetap hidup, dia harus datang sendirian. Fico kemudian membawa Arina kembali ke apartemen.