Liputan6.com, Jakarta - Robinhood membeli Bitcoin senilai US$ 25 juta dan memasukkannya ke dalam neraca perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat keterkaitan Robinhood dengan Bitcoin dan pasar kripto.
Wakil Presiden Senior sekaligus General Manager Crypto and International Robinhood, Johann Kerbrat, mengatakan pembelian tersebut merupakan bagian dari upaya menyelaraskan perusahaan dengan komunitas kripto.
Advertisement
“Kami sangat peduli terhadap bitcoin dan ekosistem di sekitarnya,” kata Kerbrat dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (8/10/2026).
“Bagi kami, ini lebih kepada menyelaraskan perusahaan dan visi kami dengan komunitas kripto,” lanjutnya.
Kerbrat menyebut nilai investasi tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan ukuran Robinhood.
“Robinhood saat ini merupakan perusahaan yang sangat besar, dengan kapitalisasi pasar di kisaran US$ 100 miliar,” kata Kerbrat.
Bisnis Kripto Robinhood Terus Tumbuh
Menurut Kerbrat, pembelian Bitcoin senilai US$ 25 juta tidak akan banyak mengubah arah bisnis Robinhood karena ukuran perusahaan yang sangat besar.
Namun, kepemilikan Bitcoin tersebut menempatkan modal perusahaan pada aset yang semakin penting bagi bisnis perdagangan Robinhood.
Robinhood mencatat volume perdagangan kripto nosional mencapai US$ 17,5 miliar pada Agustus. Angka ini naik 61% dibandingkan US$ 10,9 miliar pada Juli.
Dari total tersebut, Bitstamp menyumbang US$ 10,1 miliar. Sementara itu, sekitar US$ 7,4 miliar diproses melalui aplikasi utama Robinhood.
Jumlah nasabah yang telah memiliki dana di platform mencapai 28,6 juta. Total aset di platform Robinhood juga mencapai sekitar US$ 384 miliar pada akhir Agustus.
Langkah membeli Bitcoin tersebut dilakukan ketika Robinhood memperluas produk kriptonya. Perusahaan bersiap menawarkan perpetual futures kepada pengguna Amerika Serikat yang memenuhi syarat.
Produk tersebut akan mencakup Bitcoin, Ether, Solana, XRP, Dogecoin, Cardano, Chainlink, dan Hyperliquid.
Robinhood Bangun Ekosistem Kripto Sendiri
Kontrak perpetual Bitcoin dan Ether direncanakan menawarkan leverage hingga 10 kali. Sementara enam aset lainnya memiliki leverage maksimal 3 kali.
Produk tersebut akan berjalan melalui Robinhood Derivatives dengan dukungan infrastruktur Bitstamp, bursa kripto yang diakuisisi Robinhood pada 2025.
Robinhood juga mengembangkan Robinhood Chain, jaringan Ethereum Layer 2 yang menggunakan teknologi Arbitrum. Mainnet publik jaringan ini diluncurkan pada 1 Juli bersama saham tokenisasi dan perpetual futures terdesentralisasi.
Pada pekan pertama, Robinhood Chain memproses volume perdagangan US$ 570 juta. Hingga akhir Juli, jaringan tersebut telah memproses lebih dari US$ 12 miliar volume perdagangan decentralized exchange dan lebih dari 150 juta transaksi.
Di sisi lain, Robinhood bukan satu-satunya perusahaan yang membeli Bitcoin untuk neraca. Strategy juga terus menambah kepemilikannya.
Strategy membeli 334 BTC senilai sekitar US$ 28,7 juta pada periode 28 September hingga 4 Oktober. Total kepemilikannya kini mencapai 848.000 BTC.
Langkah berbeda diambil Sequans Communications yang menjual seluruh sisa 314 BTC pada September 2026.