Solana Masuk Infrastruktur Keuangan Institusi, JPMorgan Jadi Penasihat

Solana dilaporkan meluncurkan sistem settlement transaksi institusi dengan masukan JPMorgan, membuka peluang blockchain masuk infrastruktur keuangan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 08 Oktober 2026, 06:00 WIB
Aset digital kripto Solana (SOL). (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Solana dilaporkan telah meluncurkan sistem penyelesaian transaksi atau settlement yang ditujukan untuk kebutuhan institusi keuangan.

Laporan tersebut disampaikan bursa kripto asal Amerika Latin, Bitso. Sistem ini dikembangkan dengan masukan dari JPMorgan, salah satu bank terbesar di dunia.

Mengutip  CoinMarketCap, Kamis (8/10/2026), jika benar terealisasi sesuai laporan tersebut, langkah ini dapat menjadi bagian dari upaya menghubungkan teknologi blockchain berkecepatan tinggi dengan infrastruktur penyelesaian transaksi keuangan tradisional.

Menurut Bitso, sistem tersebut dirancang untuk menangani transaksi institusi dalam jumlah besar. Solana selama ini dikenal memiliki kemampuan memproses transaksi dengan cepat dan biaya relatif rendah.

Karakteristik tersebut membuat blockchain mulai dilirik lembaga keuangan yang mencari alternatif terhadap sistem kliring dan settlement konvensional.

Namun, informasi mengenai cakupan sistem, waktu peluncuran, serta penggunaannya masih terbatas. Belum ada penjelasan lengkap mengenai institusi yang akan menggunakan sistem tersebut maupun volume transaksi yang ditargetkan.

 

Peran JPMorgan sebagai Penasihat

Aset digital kripto Solana (SOL). (Foto by AI)

Bitso secara khusus menyebut JPMorgan sebagai penasihat dalam proyek settlement Solana tersebut.

Keterlibatan sebagai penasihat berbeda dengan kepemilikan, pengoperasian, atau investasi. Dalam konteks ini, JPMorgan kemungkinan memberikan masukan terkait desain sistem, kepatuhan, maupun struktur pasar, tanpa menjadi pihak yang bertanggung jawab menjalankan sistem.

Hal tersebut menjadi penting karena JPMorgan sebenarnya telah memiliki infrastruktur blockchain sendiri, termasuk jaringan Onyx dan JPM Coin.

Dengan demikian, keterlibatan JPMorgan sebagai penasihat pada proyek berbasis blockchain publik menunjukkan pendekatan yang berbeda dibandingkan ketika bank tersebut membangun infrastruktur miliknya sendiri.

Namun, laporan yang tersedia belum menjelaskan secara rinci ruang lingkup pekerjaan JPMorgan sebagai penasihat.

Minat institusi keuangan terhadap teknologi blockchain juga terus berkembang. Salah satu contohnya adalah langkah Moody's menghadirkan pemeringkatan kredit secara onchain melalui Canton Network.

Tren tersebut menunjukkan semakin banyak institusi keuangan tradisional yang mulai mengeksplorasi infrastruktur berbasis blockchain.

 

Jadi Infrastruktur Settlement Institusi

Bagi Solana, sistem settlement yang ditujukan untuk institusi dapat menjadi sinyal penting bagi kredibilitas jaringan tersebut di sektor keuangan.

Transaksi institusi membutuhkan tingkat keandalan dan kepastian penyelesaian yang lebih tinggi dibandingkan transaksi ritel. Karena itu, sistem yang dibangun di atas Solana harus mampu menunjukkan kestabilan jaringan, waktu konfirmasi yang konsisten, serta kepastian finalitas transaksi.

Kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan di Amerika Latin, kawasan tempat Bitso beroperasi. Hambatan dalam sistem perbankan koresponden dapat mendorong permintaan terhadap sistem settlement yang lebih cepat.

Meski demikian, laporan Bitso belum mengungkap jadwal implementasi, institusi peserta, target volume transaksi, ataupun persetujuan regulator.

Artinya, status operasional sistem tersebut masih belum sepenuhnya jelas.

Jika proyek ini benar-benar masuk tahap produksi dan memperoleh dukungan regulasi, langkah tersebut dapat menjadi tonggak penting bagi penggunaan blockchain publik dalam infrastruktur keuangan institusi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya