Cristiano Ronaldo Bicara Sengketa Jorge Jesus: Siap Kembali Jika Dibutuhkan

Cristiano Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan Portugal usai merasa dua janji Jorge Jesus dilanggar. Ia sempat menyiapkan pensiun pasca Piala Dunia 2026.

oleh Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 07 Oktober 2026, 16:31 WIB
Pelatih kepala Al-Nassr, Jorge Jesus (kiri), memeluk Cristiano Ronaldo saat ia diganti dalam pertandingan semifinal Piala Super Arab Saudi antara Al-Nassr dan Al-Ittihad di Stadion Hong Kong, Hong Kong, pada 19 Agustus 2025. (Wun Suen/AFP)

Liputan6.com, Riyadh - Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, buka suara soal keputusannya meninggalkan pemusatan latihan tim nasional. Ia menyebut pelatih Jorge Jesus dua kali mengingkari kesepakatan, yang membuatnya memilih pergi dari skuad.

Ronaldo mengaku sempat mempertimbangkan pensiun dari Portugal setelah Piala Dunia 2026 dan bahkan telah menyiapkan surat perpisahan. Namun dalam perjalanan pulang dari Amerika Serikat, Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) Pedro Proenca memintanya menimbang ulang karena tim nasional masih membutuhkan jasanya.

Sebelum Jesus ditunjuk, Ronaldo mengungkap dirinya dimintai pandangan terkait kandidat pelatih. Ia menilai Jesus sebagai pilihan tepat dan mengaku senang ketika FPF mempercayakan jabatan itu kepada mantan pelatihnya di Al-Nassr.

Setelah penunjukan, keduanya bertatap muka di Cidade do Futebol untuk membahas peran Ronaldo di tim, termasuk pengaturan menit bermain demi menjaga kondisi fisiknya. Dalam pembicaraan itu, Jesus sempat menyarankan agar Ronaldo tidak ikut dalam perjalanan ke Norwegia dan Denmark pada UEFA Nations League A 2026/2027. Saran tersebut ditolak Ronaldo karena merasa tidak pantas meninggalkan tim ketika bertandang.

Ronaldo kemudian tampil menghadapi Wales dan meninggalkan lapangan tanpa persoalan, sambil menyerahkan ban kapten kepada Bruno Fernandes. Menjelang laga melawan Norwegia, asisten pelatih menghampiri Ronaldo dan menyampaikan bahwa Jesus ingin berbicara. Menurut Ronaldo, Jesus tiba-tiba menanyakan kesiapannya bermain selama 30 menit, padahal sebelumnya ia tidak dijadwalkan turun dan sedang fokus memulihkan kondisi fisik.

Ronaldo menerima permintaan itu dan melakukan pemanasan sejak babak kedua, tetapi hingga pertandingan berakhir ia tidak pernah dimainkan.

"Semua orang tahu sisanya. Saya melakukan pemanasan sejak babak kedua, melihat menit demi menit berlalu dan tidak pernah dipanggil masuk. Pelatih telah mengingkari janjinya kepada saya," tulis Ronaldo dalam akun Instagramnya, @cristiano, pada Rabu (7/10/2026).


Permintaan Maaf dan Janji Klarifikasi

Cristiano Ronaldo #7 dari Portugal merayakan dengan kaos untuk memperingati mendiang rekan setimnya, Diogo Jota, setelah kemenangan 2-1 dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Kroasia di Stadion Toronto pada 3 Juli 2026 di Toronto, Ontario. (Buda Mendes/Getty Images melalui AFP)

Kekecewaan membuat Ronaldo tidak menghampiri suporter Portugal seusai laga untuk memberikan penghormatan. Ia mengakui tindakan itu sebagai kesalahan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya. Ronaldo menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung dan menyadari bahwa keputusannya meninggalkan pemusatan latihan membawa konsekuensi.

Lanjut Baca:

"Dua hari kemudian, saya, pelatih kepala, dan Simao Coutinho bertemu untuk meluruskan masalah ini secara terbuka. Kami sepakat pelatih kepala akan membuka konferensi pers dengan menyampaikan kebenaran sesuai apa yang diutarakan di ruang tertutup," ujar Ronaldo. Dalam pertemuan tersebut, menurut Ronaldo, disepakati sejumlah poin yang akan disampaikan Jesus kepada media, termasuk penegasan bahwa ia tidak pernah meminta jatah bermain dan bahwa keputusan meminta pemain sekelas Ronaldo melakukan pemanasan tanpa kemudian dimainkan adalah kesalahan. Atas permintaan Jesus, sebuah dokumen ringkas dibuat, divalidasi olehnya, dan diserahkan kepada sang pelatih sebagai bahan penjelasan. "Saya membuat kesalahan dengan meminta pemain setingkat Pelé atau Maradona pemanasan lalu tidak memasukkannya ke permainan; jika hari ini terjadi, saya tidak akan mengulanginya," ujar Ronaldo. "Saya sangat menginginkan Cristiano di Tim Nasional, dan syukurlah dia juga percaya kepada saya. Soal tidak menyapa penggemar, itu hanya momen frustrasi sesaat dari pemain yang sudah tampil lebih dari 230 kali bagi timnas, dan tidak perlu membesar-besarkan masalah yang tidak ada," imbuhnya. Ronaldo menilai pernyataan Jesus di konferensi pers tidak sejalan dengan kesepakatan yang sudah dibuat, sehingga rasa percaya di antara keduanya rusak. Ia memilih segera meninggalkan pemusatan latihan tanpa menunggu munculnya persoalan baru karena baginya kejujuran merupakan unsur paling penting dalam hubungan kerja. "Federasi Sepak Bola Portugal harus menilai konsekuensi dari tindakan saya dan menghukum saya atas tindakan tersebut. Saya percaya hukuman itu tidak boleh dikurangi. Saya sudah meminta maaf, tetapi saya tahu bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya