BYD Punya Cara Baru Mendinginkan Baterai

BYD kembali mengembangkan teknologi di sektor penyimpanan energi

oleh Muhammad Luthfi Naufal AqilahDiterbitkan 07 Oktober 2026, 19:08 WIB
Tampilan modul paket baterai BYD yang mengusung teknologi pendinginan canggih untuk sistem penyimpanan energi. (carnewschina)

Liputan6.com, Jakarta - BYD kembali mengembangkan teknologi di sektor penyimpanan energi. Pabrikan otomotif asal China tersebut resmi mendaftarkan paten terbaru untuk sistem penyimpanan energi atau Battery Energy Storage System (BESS).

Dilansir dari CarNewsChina, Rabu (7/10/2026), paten tersebut mengusung desain kabinet baterai dengan teknologi immersion cooling atau pendingin rendam. Dalam sistem ini, modul sel baterai direndam langsung di dalam cairan khusus yang bersifat dielektrik atau tidak menghantarkan listrik.

Paten dengan nomor CN 122868832 A tersebut telah diterbitkan oleh Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China (CNIPA).

Teknologi yang dikembangkan BYD ini berupaya menjawab salah satu tantangan utama dalam sistem pendingin rendam, yakni bagaimana menyalurkan koneksi listrik dari modul baterai yang berada di dalam cairan menuju komponen kelistrikan dalam kondisi kering tanpa meningkatkan risiko kebocoran.

Dalam rancangan tersebut, BYD membagi kabinet baterai menjadi dua bagian utama. Kompartemen bawah digunakan sebagai ruang basah yang berisi modul sel baterai, sedangkan bagian atas menjadi ruang kering untuk menempatkan komponen kelistrikan.

Modul baterai di bagian bawah direndam sepenuhnya menggunakan cairan dielektrik berbasis hidrokarbon atau ester. Cairan tersebut tidak menghantarkan listrik sehingga dapat bersentuhan langsung dengan komponen baterai.

Konsep ini memungkinkan panas dari sel baterai berpindah langsung ke cairan pendingin. Dengan jalur pelepasan panas yang lebih pendek, temperatur baterai berkapasitas besar dapat dikendalikan secara lebih optimal.

Sementara itu, kompartemen atas menampung berbagai perangkat kontrol dan komponen kelistrikan utama yang tidak ikut terendam cairan.

 

Jalur Kabel Dirancang untuk Kurangi Risiko Kebocoran

Salah satu bagian menarik dari paten BYD adalah rancangan jalur koneksi listrik antara ruang basah dan ruang kering.

Kabel dari modul baterai diarahkan terlebih dahulu ke bagian atas kabinet sebelum memasuki kompartemen kering. Titik sambungan listrik ditempatkan pada posisi paling atas.

Desain tersebut bertujuan mengurangi tekanan hidrostatik cairan yang bekerja pada area seal atau penyekat. Dengan begitu, tekanan terhadap bagian penutup dapat diminimalkan sehingga potensi kebocoran cairan dielektrik dapat ditekan.

Pendekatan ini sekaligus memungkinkan BYD mempertahankan keunggulan sistem pendingin rendam tanpa mengabaikan aspek keselamatan kelistrikan.

Meski BYD dikenal luas sebagai produsen kendaraan listrik, paten CN 122868832 A ini tidak ditujukan untuk baterai kendaraan penumpang.

Rancangan tersebut secara khusus difokuskan untuk sistem penyimpanan energi stasioner skala industri. Teknologi ini dapat digunakan pada BESS yang membutuhkan pengelolaan temperatur baterai berkapasitas besar.

Hingga saat ini, rancangan tersebut masih berada dalam tahap pemeriksaan substantif oleh regulator. Artinya, teknologi tersebut belum masuk ke tahap produksi komersial.

Pendaftaran paten ini menunjukkan bahwa pengembangan BYD tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik, tetapi juga merambah teknologi penyimpanan energi. Sistem pendingin rendam menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan untuk meningkatkan pengelolaan panas pada baterai berkapasitas besar.

Jika nantinya diterapkan secara komersial, desain dua kompartemen tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk menggabungkan efisiensi pendinginan dengan aspek keamanan kelistrikan pada sistem penyimpanan energi skala besar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya