Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik dibuka beragam pada perdagangan saham Rabu, (7/10/2026). Pergerakan bursa saham Asia Pasifik ini terjadi di tengah indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor di wall street.
Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang dibuka mendatar. Sementara itu, indeks Topix bertambah 0,18%. Indeks Kospi di Korea Selatan melemah 0,57% dan indeks Kosdaq turun 0,27%.
Advertisement
Sedangkan indeks ASX 200 di Australia melemah 0,13%. Bursa saham China libur.
Di wall street, indeks S&P 500 menguat 0,58%, mencatatkan sesi positif dalam empat hari perdagangan. Indeks S&P 500 juga ditutup di atas level 7.800 untuk pertama kali dalam sejarah. Indeks Dow Jones menguat 0,49% dan indeks Nasdaq naik 0,45%.
Produsen cip menjadi penampil terbaik pada perdagangan Selasa pekan ini. Saham Marvell Technology naik 5,8% berkat proyeksi pendapatan yang lebih tinggi, sementara Advanced Micro Devices naik 2,8% setelah Citi menaikkan target harganya dengan alasan meningkatnya permintaan akan unit pemrosesan pusat (CPU).
Imbal hasil obligasi sempat tertahan pada Selasa setelah terus meningkat sejak akhir Februari, periode yang bertepatan dengan dimulainya perang AS-Israel melawan Iran.
Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun terakhir diperdagangkan pada level 5,286% setelah mencapai titik tertinggi sejak April 2002 pada Senin. Imbal hasil Treasury tenor 30 tahun berada di kisaran 5,661%, sementara tenor 2 tahun turun ke level 4,798%.
Penurunan Permintaan terhadap Obligasi AS
Meski ada jeda kenaikan tersebut, para investor pada Selasa memperingatkan mengenai penurunan permintaan asing terhadap utang AS di tengah tekanan geopolitik.
"Pihak China tidak ingin terus mengakumulasi," ujar investor Ray Dalio kepada Bloomberg.
"Ketika Anda memiliki hubungan debitur-kreditur sekaligus hubungan permusuhan, itu adalah dinamika yang sangat sulit,” ia menambahkan.
Harga energi bergerak datar pada Selasa, memberikan dukungan tambahan bagi reli pasar saham. Baik minyak mentah West Texas Intermediate maupun acuan global Brent ditutup dengan kenaikan kurang dari 1% dalam perdagangan harian.
Para investor sedang menantikan risalah rapat terakhir Federal Reserve pada September, saat bank sentral AS tersebut menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023. Risalah tersebut akan dirilis pada Rabu dan akan memberikan gambaran mengenai pandangan para pembuat kebijakan moneter terhadap kondisi ekonomi.