Isak Tangis Kapten MT Honour Kenang 5 ABK Tewas di Tangan Perompak Somalia

Kapten kapal tanker MT Honour, Ashari Samadikun, meminta maaf atas meninggalnya 5 ABK menjadi korban kebrutalan perompak Somalia.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 06 Oktober 2026, 23:42 WIB
Tangis kapten kapal tanker MT Honour, Ashari Samadikun, pecah sat mengenang 5 ABK yang menjadi korban kebrutalan perompak Somalia. (Liputan6.com/ Pramita)

Liputan6.com, Jakarta - Kapten kapal tanker MT Honour, Ashari Samadikun, tak kuasa menahan air matanya dan meminta maaf atas tewasnya 5 ABK kapal tanker MT Honour selama disandera oleh perompak Somalia.

Kelima ABK tersebut merupakan anak buahnya yang bekerja di atas kapal. Namun nahas, mereka menjadi korban kebrutalan perompak Somalia.

"​Memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal. Saya tidak bisa menepati janji saya untuk membawa semua kru saya dengan selamat. Saya memohon maaf sebesar-besarnya," ujar Ashari sembari menangis di hadapan awak media, Selasa (6/10/2026).

Saking tak kuatnya menahan tangis, Ashari dipeluk oleh ABK lain yang juga ikut menangis. Bahkan sampai pemberian keterangan media selesai, Ashari masih menangis meninggalkan Gedung VIP.

Meski begitu, Ashari juga sempat mengucapkan rasa terima kasih dan syukurnya kepada Pemerintah Indonesia yang terus mengusahakan pembebasan kepada 4 ABK berwarganegara Indonesia.

"Saya berterima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan, yang di mana hari pertama saya mendapatkan kesempatan untuk menghubungi di luar kapal, yaitu yang pertama saya hubungi adalah Kedutaan Besar di Nairobi," tuturnya.

Dia juga menuturkan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Luar Negeri yang menenangkan keluarganya di Indonesia. Sebab, selama 6 bulan lamanya keluarga tak menerima kabar sama sekali.

"Telah mensupport kami, mensupport keluarga kami, menenangkan keluarga kami. Semoga Allah membalas jasa-jasa para pemerintah kami," katanya.

Seperti diketahui, 4 ABK Indonesia dari kapal tanker MT Honour berhasil diselamatkan dari perompakan Somalia. Mereka disandera selama 6 bulan lamanya di tengah laut.

Hingga akhirnya, pada 29 September 2026, negara bagian Somalia, Galmudug melakukan operasi pembebasan para sandera.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya