Mimpi Pramono Sulap Pasar Baru Jadi Myeongdong Versi Jakarta

Pramono Anung menyiapkan Pasar Baru sebagai kawasan 24 jam yang terhubung dengan MRT dan ditata hingga Glodok serta Kota Tua.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 07 Oktober 2026, 01:00 WIB
Warga berjalan di depan gerbang kawasan Pasar Baru, Jakarta. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan pengembangan kawasan Pasar Baru menjadi objek wisata yang beroperasi 24 jam. Konsep tersebut disiapkan sebagai bagian dari rencana penataan kawasan Jakarta setelah Transformasi Blok M Fase Ultimate rampung.

Pramono membayangkan akses menuju Pasar Baru nantinya terhubung dengan jaringan MRT. Ia mengatakan pintu keluar stasiun MRT di kawasan Harmoni akan diarahkan terhubung langsung ke Pasar Baru.

"Saya membayangkan kalau sudah sampai dengan Harmoni MRT-nya, kemudian MRT itu kita sambungkan, pintu keluar MRT itu kita sambungkan ke Pasar Baru," ujar Pramono saat peluncuran Konsep Desain Transformasi Blok M Fase Ultimate di Blok M Hub, Selasa (6/10/2026).

Menurut Pramono, Pasar Baru nantinya tidak hanya menjadi kawasan perdagangan, tetapi juga destinasi yang hidup sepanjang hari. Ia bahkan membandingkannya dengan Myeongdong di Seoul, Korea Selatan.

"Dan kita kembangkan Pasar Baru menjadi objek 24 jam, saya membayangkan Pasar Baru menjadi Myeongdong-nya Jakarta. Kemudian kita jalan sedikit sampai dengan Glodok Pecinan, wajahnya juga kita lakukan perbaikan," kata Pramono.

Dari kawasan Glodok, penataan tersebut kemudian diarahkan hingga Kota Tua. Pramono berharap rangkaian kawasan itu dapat memperkuat wajah Jakarta sebagai kota yang semakin tertata dan menarik.

"Dan ujungnya terakhir di Kota Tua. Maka Bapak Ibu, Saudara-saudara sekalian, itulah yang akan membuat wajah Jakarta menjadi semakin manis. Mudah-mudahan senyumnya Jakarta juga semakin rapi," tandasnya.

 

Transformasi Blok M

Gubernur Jakarta Pramono Anung saat peluncuran Konsep Desain Transformasi Blok M Fase Ultimate di Blok M Hub. (Liputan6/Devira Prastiwi)

Sebelumnya, Pramono resmi meluncurkan Konsep Desain Transformasi Blok M Fase Ultimate. Dalam konsep tersebut, kawasan Blok M ditargetkan mengalami perubahan signifikan, namun tetap mempertahankan karakter yang selama ini melekat sebagai salah satu ruang berkumpul anak muda Jakarta.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, konsep desain transformasi kawasan Blok M fase ultimate secara resmi diluncurkan," ujar Pramono.

Pramono mengatakan dirinya sempat mempertanyakan apakah perubahan kawasan Blok M nantinya akan menghilangkan karakter yang selama ini menjadi identitas kawasan tersebut.

"Ketika saya diminta untuk hadir di dalam acara peluncuran konsep desain transformasi Blok M fase ultimate, dalam pikiran, dalam benak saya sederhana saja," ucap Pramono.

"Yang pertama, apakah wajah negara Blok M berubah atau tidak? Apakah Blok M tetap menjadi anak-anak muda Jakarta dari mana pun, sekarang ini selalu bahan ceritanya adalah tentang Blok M. Dan selalu ada yang viral baru dari mana? Blok M. Makanan apa pun itu Blok M," sambungnya.

Karena itu, Pramono menekankan pembangunan Blok M harus membuat kawasan tersebut lebih modern, tertata, dan nyaman tanpa menghilangkan karakter lamanya.

"Yang enggak boleh kehilangan adalah wajah negara Blok M-nya, semangatnya enggak boleh berubah," kata dia.

 

Space Blok M Diperbesar

Pramono mengatakan transformasi Blok M dilakukan setelah pembenahan kawasan Rasuna Said yang dinilainya kini relatif lebih tertata.

Menurut dia, Blok M bahkan telah menunjukkan geliatnya meski penataan besar belum dilakukan.

"Blok M walaupun belum dibenahi, belum diatur, belum disempurnakan, hanya kecil-kecil pada waktu itu saya datang bersama Pak Dirut MRT dilakukan perubahan, sudah happening," kata Pramono.

Ia memperkirakan konsep transformasi fase ultimate dapat memperluas ruang kawasan secara signifikan. Space kawasan disebut bisa mencapai 10 kali lipat dari kondisi saat ini, sedangkan ruang publiknya ditargetkan bertambah sekitar lima kali lipat.

"Saya meyakini kalau peluncuran konsep desain transformasi Blok M fase ultimate ini bisa betul-betul seperti yang diharapkan, space-nya sepuluh kali dari yang ada sekarang ini. Ruang publiknya kurang lebih lima kali dari yang sekarang ini," sambung Pramono.

Perubahan kawasan juga akan didukung pengembangan transportasi publik. Pramono menyebut pada 2029 jaringan MRT Utara-Selatan dan LRT Kelapa Gading-Dukuh Atas ditargetkan telah selesai.

"Nantinya di tahun 2029 MRT dari Utara, Selatan sudah selesai, LRT dari Kelapa Gading sampai dengan Dukuh Atas sudah selesai, pedestrian deck di Dukuh Atas sudah selesai, extended concourse di Bundaran HI sudah selesai, Taman Semanggi yang sekarang kita rapikan juga sudah selesai," kata dia.

Pramono berharap berbagai proyek tersebut pada akhirnya membentuk wajah Jakarta yang lebih terintegrasi, nyaman, dan bersahabat.

"Saya yakin pasti wajah kita, wajah Jakarta mudah-mudahan lebih ceria, lebih bersahabat. Dan muncullah negara-negara Blok M baru," jelas Pramono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya