Liputan6.com, Jakarta - Kegelisahan Arina semakin memuncak karena tak kunjung mendapat kabar dari Fico. Di arena balapan liar, kemenangan Fico atas Raditya berubah menjadi kecurigaan ketika cincin, gerakan tubuh, dan lumpur di sepatu Raditya mengingatkannya pada sosok berjas hujan yang mengejar dirinya dan Arina di hutan.
Raditya tidak menyangkal ataupun mengaku. Ia justru mempermainkan tuduhan Fico untuk memancing emosinya. Dylan menahan Fico dan mengingatkan bahwa keyakinan tanpa bukti hanya akan membantu Raditya lolos.
Advertisement
Di tengah ancaman tersebut, hubungan Fico dan Arina perlahan mencair. Konflik lain muncul ketika Raditya memaksa Arina menandatangani surat pelepasan hak atas harta Arif. Arina menolak tegas.
Dylan menjelaskan bahwa Arif juga menunjuk Arina sebagai wali untuk mengambil keputusan medis dan hukum dalam keadaan darurat. Merasa kedudukannya sebagai anak kandung dirampas, Raditya melampiaskan luka lamanya.
Ia merasa tidak pernah benar-benar dianggap sebagai anak oleh Arif. Saat mengetahui tindakan Raditya, Arif murka. Namun, pertengkaran mereka justru semakin memperdalam kebencian Raditya kepada Arina.
Pencarian terhadap pria bertangan berdarah akhirnya berhasil, tetapi seluruh ujung jarinya telah dibakar dengan cairan kimia. Kilas balik mengungkap bahwa Raditya sendiri yang menyiksanya untuk menghapus bukti yang dapat membongkar perintah Audy untuk membunuh Baskara.