Momen Anak di Tulang Bawang Menikah di Depan Jenazah Orang Tua

Agustin menikah di depan jenazah orang tua yang menjadi korban pembunuhan.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 06 Oktober 2026, 20:22 WIB
Warga di Tulang Bawang menikah di depan jenazah orang tua

Liputan6.com, Jakarta - Rekaman video ijab kabul pernikahan di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, viral di media sosial. Bukan seperti pernikahan pada umumnya, akad tersebut berlangsung di hadapan jenazah kedua orang tua dan adik mempelai perempuan yang menjadi korban pembunuhan.

Perempuan bernama Agustin Putri Rahmadini diketahui merupakan anak dari Rahmat (69) dan Hasanah (56). Keduanya tewas bersama putri mereka, DKP (14), dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Banjar Margo, Tulang Bawang.

Dalam video yang diterima Liputan6.com, Agustin tampak duduk bersama calon suaminya, Nasrul Safaat, untuk melangsungkan ijab kabul. Di hadapan mereka, jenazah Rahmat, Hasanah dan DKP telah dipersiapkan untuk dimakamkan.

Suasana haru langsung pecah saat prosesi akad dimulai. Tangis keluarga dan kerabat terdengar di tengah prosesi yang berlangsung sederhana.

Nasrul bahkan sempat tak kuasa menahan tangis. Setelah mendapat penguatan dari wali nikah, ia akhirnya mampu mengucapkan ijab kabul hingga dinyatakan sah.

Usai akad selesai, tangis keluarga kembali pecah. Pernikahan itu dilakukan sebelum jenazah ketiga korban diberangkatkan untuk dimakamkan.

Kapolsek Banjar Agung AKP Irwansyah membenarkan prosesi tersebut. Menurutnya, Agustin memang telah berencana menikah pada bulan ini.

"Memang anaknya itu mau nikah di bulan-bulan ini. Kebetulan orang tuanya meninggal bulan ini," kata Irwansyah, Selasa (6/10/2026).

Dia menjelaskan, prosesi tersebut dilakukan atas nazar keluarga. Akad hanya dilakukan secara sederhana di hadapan jenazah kedua orang tua Agustin.

"Ya akhirnya nazar, menyampaikan nazar mereka nikah di depan, sebelum dikubur, di depan jenazah," ujarnya.

Prosesi ijab kabul berlangsung sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Tidak ada rangkaian pesta pernikahan seperti umumnya.

"Enggak, ijab kabul aja. Ijab kabul aja dinikahin oleh wali di depan jenazah ibu bapaknya," kata Irwansyah.

Rekaman video ijab kabul pernikahan di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, viral di media sosial. Bukan seperti pernikahan pada umumnya, akad tersebut berlangsung di hadapan jenazah kedua orang tua dan adik mempelai perempuan yang menjadi korban pembunuhan.

Perempuan bernama Agustin Putri Rahmadini diketahui merupakan anak dari Rahmat (69) dan Hasanah (56). Keduanya tewas bersama putri mereka, DKP (14), dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Banjar Margo, Tulang Bawang.

Dalam video yang diterima Liputan6.com, Agustin tampak duduk bersama calon suaminya, Nasrul Safaat, untuk melangsungkan ijab kabul. Di hadapan mereka, jenazah Rahmat, Hasanah dan DKP telah dipersiapkan untuk dimakamkan.

Suasana haru langsung pecah saat prosesi akad dimulai. Tangis keluarga dan kerabat terdengar di tengah prosesi yang berlangsung sederhana.

Nasrul bahkan sempat tak kuasa menahan tangis. Setelah mendapat penguatan dari wali nikah, ia akhirnya mampu mengucapkan ijab kabul hingga dinyatakan sah.

Usai akad selesai, tangis keluarga kembali pecah. Pernikahan itu dilakukan sebelum jenazah ketiga korban diberangkatkan untuk dimakamkan.

Kapolsek Banjar Agung AKP Irwansyah membenarkan prosesi tersebut. Menurutnya, Agustin memang telah berencana menikah pada bulan ini.

"Memang anaknya itu mau nikah di bulan-bulan ini. Kebetulan orang tuanya meninggal bulan ini," kata Irwansyah, Selasa (6/10/2026).

Dia menjelaskan, prosesi tersebut dilakukan atas nazar keluarga. Akad hanya dilakukan secara sederhana di hadapan jenazah kedua orang tua Agustin.

"Ya akhirnya nazar, menyampaikan nazar mereka nikah di depan, sebelum dikubur, di depan jenazah," ujarnya.

Prosesi ijab kabul berlangsung sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Tidak ada rangkaian pesta pernikahan seperti umumnya.

"Enggak, ijab kabul aja. Ijab kabul aja dinikahin oleh wali di depan jenazah ibu bapaknya," kata Irwansyah.

 

Pernikahan tersebut berlangsung sehari setelah polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan satu keluarga tersebut.

Pelaku berinisial AF (35) ditangkap di wilayah Kabupaten Lampung Timur, Senin (5/10/2026). Namun, proses penangkapan berakhir dengan tindakan tegas setelah AF menyerang anggota polisi menggunakan senjata tajam.

Apfryyadi Pratama mengatakan jenazah AF kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Benar, saat ini masih perjalanan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Jenazah pelaku akan dibawa ke sana," kata Apfryyadi.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam penangkapan tersebut, termasuk senjata tajam dan sepeda motor.

Irwansyah mengatakan, penyidik juga masih mendalami motif pembunuhan tersebut. Berdasarkan penelusuran polisi, AF sebelumnya pernah terlibat perkara pembunuhan terhadap kakaknya di Tangerang.

"Iya, tahun 2024 sempat kami mendapat informasi pelaku ini pernah melakukan pembunuhan terhadap kakak kandungnya juga di wilayah Tangerang," beber Apfryyadi.

Dalam perkara sebelumnya, AF disebut menjalani observasi setelah berkas perkara memasuki tahap P19. Dari hasil observasi tersebut, AF disebut mengalami gangguan kejiwaan dan kemudian menjalani perawatan di rumah sakit jiwa di Tangerang.

"Perkaranya maju P19. P19-nya petunjuk dari jaksa untuk diobservasi. Ternyata hasil observasinya dia ini ada gangguan jiwa," ucap Irwansyah.

Menurut dia, AF diduga tidak rutin mengonsumsi obat yang sebelumnya diberikan. Polisi juga menyebut AF telah berada di wilayah Tulang Bawang sekitar satu bulan setelah sebelumnya bekerja di Jambi.

Meski demikian, polisi masih mendalami secara menyeluruh motif AF dalam pembunuhan tiga anggota keluarganya tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya