Liputan6.com, Jakarta - Putri Charlene tampil elegan dalam balutan gaun Elie Saab saat mendampingi Pangeran Albert II dalam jamuan kenegaraan untuk menyambut Presiden Italia Sergio Mattarella dan putrinya, Laura Mattarella, di Monaco. Jamuan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kenegaraan bersejarah Italia ke kerajaan itu.
Kunjungan yang berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026, menjadi momen penting karena merupakan lawatan pertama seorang presiden Republik Italia ke Monaco. Istana Pangeran Monaco menyiapkan sejumlah agenda resmi untuk menyambut kedatangan Sergio Mattarella.
Advertisement
Ini termasuk malam opera yang kemudian dilanjutkan dengan jamuan kenegaraan di Throne Room, Princely Palace. Presiden Sergio Mattarella hadir bersama Laura Mattarella yang menjalankan peran sebagai pendamping resmi selama kunjungan tersebut.
Laura mengambil peran itu setelah sang ayah menjadi duda menyusul meninggalnya sang istri, Marisa Chiazzese, pada 2012, melansir Town & Country, Selasa, 6 Oktober 2026.
Untuk acara malam tersebut, Putri Charlene memilih gaun embroidered silk georgette rancangan desainer Lebanon tersebut. Gaun dengan material ringan dan detail bordir itu menghadirkan tampilan mewah yang tetap anggun untuk suasana jamuan kerajaan.
Pilihan busana tersebut juga melanjutkan kedekatan Putri Charlene dengan kreasi Saab dalam sejumlah agenda formal sepanjang 2026. Ia melengkapi penampilannya dengan anting platinum dan berlian dari Graff.
Perhiasan tersebut bukan koleksi baru bagi Putri Charlene. Anting yang sama sebelumnya pernah terlihat saat ia menghadiri Monaco Women Forum pada 2023.
Desainer Andalan Putri Charlene
Pada Maret, Putri Charlene mengenakan gaun khusus rancanganSaab saat menghadiri Rose Ball Monaco 2026, salah satu agenda sosial penting di kerajaan tersebut. Gaun berwarna perak itu memiliki siluet off-shoulder dengan hiasan berkilau, serta cape dramatis yang menjuntai di bagian belakang.
Detail tersebut memberikan dimensi pada tampilan sekaligus menciptakan kesan glamor untuk acara malam. Penampilan berikutnya terlihat pada Red Cross Ball 2026 yang digelar pada Juli.
Putri Charlene kembali mengenakan rancangan Saab, kali ini berupa gaun one-shoulder dengan potongan kolom. Material yang memberikan efek bercahaya membuat siluet busana terlihat semakin menonjol.
Pilihan desain yang berbeda pada kedua kesempatan tersebut memperlihatkan variasi gaya Putri Charlene saat menghadiri agenda sosial kerajaan sepanjang tahun.
Juga untuk Agenda Siang
Kreasi Saab juga menjadi pilihan Putri Charlene untuk sejumlah agenda di luar jamuan malam. Pada musim semi 2026, ia mengenakan jaket hijau hutan dari rumah mode tersebut yang dipadukan dengan celana panjang berhias bordir saat menghadiri pembukaan kembali sebuah taman bersejarah di Monaco.
Kedekatan gaya Putri Charlene dengan rancangan Saab juga terlihat saat menghadiri pelantikan Paus Leo pada 2025. Dalam kesempatan tersebut, ia memilih gaun midi putih dengan detail tepian bergelombang yang memberikan tampilan formal sekaligus elegan.
Pilihan warna putih itu memiliki arti tersendiri. Putri Charlene termasuk perempuan dari keluarga kerajaan Katolik yang memiliki hak le privilège du blanc. Hak istimewa tersebut memungkinkan perempuan tertentu mengenakan busana putih saat bertemu dengan Paus, sebuah tradisi yang hanya berlaku bagi sejumlah tokoh perempuan Katolik dari keluarga kerajaan.
Gaya Dior dan Hak Istimewa Le Privilège du Blanc
Kunjungan kenegaraan Italia ke Monaco juga diwarnai penampilan Putri Charlene dalam balutan busana putih sebelum menghadiri jamuan malam. Pada pagi hari, ia bersama Prince Albert II serta kedua anak mereka, Pangeran Jacques dan Putri Gabriella, menyambut Presiden Sergio Mattarella dan Laura Mattarella di Princely Palace.
Untuk agenda tersebut, Putri Charlene mengenakan white bar jacket dari Christian Dior yang dipadukan dengan celana panjang berpotongan lebar dan sepatu Louis Vuitton.
Jaket ikonis itu sebelumnya juga pernah dikenakan sejumlah anggota keluarga kerajaan Eropa, termasuk Ratu Mary dari Denmark, Putri Astrid dari Belgia, serta Ratu Mette-Marit dan Queen Sonja dari Norwegia.
Pilihan busana putih Putri Charlene juga berkaitan dengan le privilège du blanc. Hak istimewa tersebut memungkinkan sejumlah perempuan dari keluarga kerajaan Katolik mengenakan pakaian putih ketika bertemu Paus.
Putri Charlene menjadi anggota keluarga kerajaan Monaco pertama yang menggunakan hak tersebut saat bertemu Paus Benedict XVI pada 2013.