Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa uang tunai yang telah diserahkan Kejaksaan Agung (Kejagung) dari hasil penertiban kawasan hutan mencapai Rp 52 triliun. Uang tersebut merupakan kerja keras Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang bekerja dalam dua tahun terakhir.
"Hari ini sekali lagi kita menyaksikan hasil nyata dari kerja keras Satgas PKH yang terdiri dari tadi disebut 12 institusi bekerja sama dalam rangka menyelamatkan dan mengamankan kekayaan negara," kata Prabowo dalam acara penyerahan keuangan negara yang diselamatkan Satgas PKH di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Advertisement
"Acara seperti ini sudah yang ke-8 kali. Dan total uang tunai yang diserahkan kurang lebih sudah Rp 52 triliun. Rp 52 triliun itu sekitar 3 miliar dolar. Yang kita selamatkan dalam dua tahun," sambungnya.
Dia mengatakan Satgas PKH juga telah menyelamatkan 6,2 juta hektare lahan yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 400 triliun. Prabowo menyebut uang dan lahan tersebut akan hangus apabila tidak diselamatkan.
"Kalau tidak kalian selamatkan, ini hangus. Ini kekayaannya hilang. 6 juta (hektare) ini nilainya mungkin lebih dari 100 triliun. Lebih dari Rp 100 triliun. Nilainya dihitung hampir Rp 400 triliun," tuturnya.
Untuk itu, Prabowo mengapresiasi kerja keras Satgas PKH yang telah menyelamatkan kekayaan negara dan menyerahkannya kepada kas negara. Dia memahami banyak tantangan dan perlawanan yang dihadapi aparat saat melakukan penertiban.
"Perlawanan-perlawanan ini kita tahu semua, datang dari unsur-unsur yang menikmati korupsi. Unsur-unsur yang menikmati kecurangan-kecurangan. Unsur-unsur yang menikmati pencurian dan perampokan kekayaan negara. Mereka, kita tahu mereka kuat," jelas Prabowo.
Menurut dia, pertentangan akan selalu ada di kehidupan manusia. Khususnya, apabila berada di jalan yang benar dan ingin membela kebenaran.
"Tantangan ini selalu ada, kita paham itu. Pilihannya adalah pada diri kita. Apakah kita berani memilih jalan kebenaran atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah, kekuatan yang tidak setia kepada bangsa ini, kekuatan yang menghina rakyat, kekuatan yang bekerja agar Indonesia terus miskin. Padahal kita negara yang sangat kaya," pungkas Prabowo.