Menjelajah Yokocho di Jakarta, Surganya Japanese Street Food dalam Satu Tempat

Tak sekadar menikmati takoyaki, Gindaco Yokocho membawa pengalaman Japanese street food ke Jakarta lewat suasana yokocho dan beragam pilihan kuliner.

oleh Nurri Indah KholillahDiterbitkan 07 Oktober 2026, 15:00 WIB
Mengenal konsep yokocho dan bagaimana Gindaco membawanya ke Jakarta melalui suasana Japanese food alley, open kitchen, dan live cooking. di Jakarta, 6 Oktober 2026. (Liputan6.com/Nurri Indah)

Liputan6.com, Jakarta - Di Jepang, pengalaman menikmati makanan tak selalu identik dengan restoran luas dan suasana formal. Ada yokocho, gang kuliner yang dipenuhi kedai makanan dan minuman dengan atmosfer lebih akrab.

Pengunjung dapat berpindah dari satu kedai ke kedai lain sambil menikmati aroma masakan, aktivitas di dapur, serta percakapan yang membuat suasana terasa hidup.

Konsep tersebut turut berkembang dalam berbagai ruang kuliner modern. Elemen khas gang makanan Jepang diterjemahkan ke area yang lebih nyaman, tapi tetap mempertahankan interaksi langsung antara pengunjung dan proses memasak.

Pengalaman Japanese street food itu kini hadir di Jakarta melalui Gindaco Yokocho. Tak sekadar menyantap makanan, pengunjung dapat melihat langsung proses memasak lewat konsep open kitchen dan live cooking.

Marketing General Manager F&B ID, Sarah Merci, mengatakan konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan atmosfer yang berbeda dari pengalaman bersantap pada umumnya.

"Dari tokonya, ambience terasa berbeda. Lebih hangat, lebih alive. Dari sisi kitchen, bisa dilihat konsep kita itu open kitchen," katanya saat jumpa pers di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.

Kehadiran Gindaco Yokocho juga memperluas pilihan kuliner Jepang yang ditawarkan. Takoyaki tetap menjadi sajian utama, sementara pengunjung dapat mencicipi menu jajanan kaki lima Jepang lain, seperti teppanyaki, yakitori, dan agemono dalam satu area.

Selain takoyaki sebagai menu utama. Namun, pilihan Japanese street food lain tak kalah menarik. Konsep yang ditonjolkan pada teppanyaki dan yakitori menampilkan karakter yang berbeda.

Menjelajah Japanese Street Food

Tak hanya takoyaki, Gindaco Yokocho menghadirkan teppanyaki, yakitori, dan agemono dengan karakter serta cara penyajian berbeda, di Jakarta, 6 Oktober 2026. (Liputan6.com/Nurri Indah)

"Untuk teppanyaki pastinya karena dia dimasak langsung di teppan itu aromanya pasti yang kita harapkan ada smokiness-nya. Karena memang benar-benar fresh, benar-benar langsung dimasak di teppan dan langsung disajikan,” jelas Sarah.

Tak hanya teppanyaki yang dimasak langsung, yakitori juga dilakukan dengan proses yang sesama, tapi lebih cocok untuk dinikmati bersama dan dipadukan dengan menu camilan lainnya.

Ada pula agemono yang menjadi pilihan side food untuk pengunjung yang ingin menikmati camilan atau membawanya sebagai takeaway. Menu ini digoreng dalam jumlah terbatas dan akan dibuat kembali saat stok habis. "Jadi selalu crispy dan fresh," sebut Sarah.

Saat Japanese Street Food Tak Hanya untuk Dibawa Pulang

Konsep hybrid memungkinkan pengunjung memilih menikmati makanan secara praktis atau duduk dan merasakan pengalaman makan di tempat, di Jakarta, 6 Oktober 2026. (Liputan6.com/Nurri Indah)

Konsep Japanese street food di Gindaco Yokocho tak hanya menawarkan kemudahan untuk membawa pulang makanan, tapi juga pengalaman menikmati hidangan langsung di lokasi. Area ini menerapkan konsep hybrid yang menggabungkan takeaway dan dine-in.

"Memang secara konsep ini hybrid antara takeaway dan dine-in. Kalau customer buru-buru dan mau quick snack bisa takeaway, tapi kalau mau merasakan experience-nya bisa duduk di dalam," ungkap Sarah.

Area makan Gindaco Yokocho berkapasitas sekitar 25 hingga 35 orang. Ukuran tersebut membuat suasananya terasa lebih dekat dibandingkan restoran dengan ruang makan yang besar.

Pengunjung bisa memilih membeli camilan untuk dibawa pulang atau menyantapnya sambil menikmati aktivitas di area kuliner. Konsep Yokocho Jakarta ini terinspirasi dari Gindaco Highball di Jepang, meski beberapa elemennya disesuaikan dengan karakter pasar Indonesia.

Menyesuaikan dengan Selera Indonesia

Gindaco mempertahankan metode memasak dan karakter rasa Jepang sambil menyesuaikan seasoning dengan selera konsumen Indonesia, di Jakarta, 6 Oktober 2026. (Liputan6.com/Nurri Indah)

Menjaga cita rasa asli Jepang menjadi salah satu perhatian Gindaco Yokocho sebagai bagian dari global brand. Penyesuaian tetap dilakukan agar menu lebih sesuai dengan selera konsumen Indonesia tanpa menghilangkan karakter aslinya.

"Dari sisi resep dan rasa kita harus menjaga originalitas. Tapi dari pengembangan menu, kita ingin bisa adjust the flavor untuk rasa orang Indonesia tanpa menghilangkan originalitasnya," jelas Sarah.

Adaptasi terutama menyentuh seasoning dan flavor, sedangkan metode memasak tetap dipertahankan. Komposisi rasa gurih, asin, dan elemen lainnya juga disesuaikan dengan preferensi lokal melalui persetujuan pihak principal.

Harga menu Japanese street food di Gindaco Yokocho tersedia dalam beragam pilihan. Yakitori dibanderol mulai Rp 15 ribu. Sementara itu, menu teppan berada di kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 90 ribu, sudah termasuk nasi dan appetizer.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya