4 Laga Timnas Italia Bersama Roberto Mancini: Sempat Tersungkur, Gli Azzurri Mulai Menemukan Arah

Rekap empat laga Italia bersama Roberto Mancini di UEFA Nations League 2026/2027

oleh Asad ArifinDiterbitkan 06 Oktober 2026, 15:52 WIB
Penyerang Italia, Francesco Pio Esposito, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Turki dalam laga keempat Grup 1 UEFA Nations League A 2026/2027 di Stadion Renato Dall'Ara, Selasa (6/10/2026) dini hari WIB. (Alberto PIZZOLI / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Roberto Mancini kembali ke kursi pelatih Timnas Italia dengan tugas yang tidak ringan. Setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026 dan melewati periode penuh gejolak, Mancini dituntut segera mengembalikan identitas Gli Azzurri.

Keputusan FIGC menunjuk Mancini sempat memunculkan keraguan. Pengalaman kurang meyakinkan bersama Timnas Arab Saudi membuat sebagian pihak mempertanyakan apakah pelatih berusia 61 tahun itu masih menjadi pilihan tepat untuk membangun kembali Italia.

Keraguan tersebut semakin menguat setelah Italia kalah 0-2 dari Belgia pada laga perdana UEFA Nations League 2026/2027. Namun, Mancini merespons dengan cepat ketika Gli Azzurri bangkit dan menghancurkan Turki dengan skor 4-1 di laga berikutnya.

Italia kemudian bermain imbang 1-1 melawan Prancis sebelum kembali meraih kemenangan atas Turki dengan skor 3-1. Dari empat pertandingan tersebut, Italia mencatat dua kemenangan, satu hasil imbang, dan sekali kalah, sebuah modal yang cukup menjanjikan meski belum menunjukkan konsistensi penuh.


Sempat Terpuruk, Italia Langsung Menunjukkan Respons

Penyerang Timnas Italia, Gianluca Scamacca, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Turki dalam laga UEFA Nations League 2026/2027 di Stadion Renato Dall' Ara, Selasa (6/10/2026) dini hari WIB. (Alberto PIZZOLI / AFP)

Debut kedua Mancini bersama Italia berlangsung jauh dari ideal. Belgia mampu menang 2-0 di Stadion Olimpico melalui gol Mika Godts dan Dodi Lukebakio, sekaligus memperlihatkan sejumlah persoalan yang masih harus dibenahi Mancini.

Kekalahan itu membuat tekanan terhadap Mancini langsung terasa. Akan tetapi, Italia tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan respons karena hanya beberapa hari kemudian mereka tampil jauh lebih agresif saat menghadapi Turki.

Italia menang telak 4-1 di markas Turki. Alessandro Bastoni, Davide Frattesi, Michael Kayode, dan Francesco Pio Esposito menjadi pencetak gol Gli Azzurri, sementara Barış Alper Yılmaz mencetak gol balasan untuk tuan rumah.

Kemenangan tersebut penting bukan hanya karena menghadirkan tiga poin. Mancini juga mulai memperlihatkan keberanian mengintegrasikan pemain-pemain baru ke dalam kerangka tim, termasuk Kayode dan Pio Esposito, yang ikut berkontribusi langsung pada kemenangan tersebut.


Konsistensi Mulai Terlihat, Fondasi Baru Masih Harus Dibangun

Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini. (FRANCK FIFE / AFP)

Pada pertandingan ketiga, Italia menghadapi ujian yang lebih berat ketika berjumpa Prancis. Gli Azzurri mampu menahan Les Bleus dengan skor 1-1 dan menjaga posisi kompetitif mereka di Grup A1, sebelum kembali menaklukkan Turki 3-1 pada pertandingan keempat.

Pekerjaan Mancini belum selesai. Setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, ia harus membangun fondasi baru dengan memadukan pemain berpengalaman dan wajah-wajah baru seperti Michael Kayode, Alessandro Romano, Giorgio Scalvini, serta Issa Doumbia.

“Kami senang karena kami telah berkembang sebagai sebuah tim secara keseluruhan, terlepas dari hasil akhirnya. Fakta bahwa kami bisa bersaing untuk lolos di Nations League saja sudah merupakan pencapaian yang bagus," kata Mancini.

"Turki tidaklah selemah itu, terlepas dari kekalahan-kekalahan mereka. Kami melakukan rotasi sembilan pemain sehingga permainan kami kehilangan sebagian kelancarannya, namun kami tidak punya pilihan lain," imbuh Mancini.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya