Liputan6.com, Jakarta - Stellantis semakin serius mengembangkan teknologi berkendara semi-otonom untuk menghadapi persaingan di industri otomotif global. Kali ini, Stellantis menggandeng perusahaan kecerdasan buatan (AI) Wayve untuk mengembangkan sistem mengemudi bebas genggam generasi terbaru.
Dilansir dari Carscoops, Kamis (8/10/2026), Stellantis memperkenalkan dua kendaraan prototipe berbasis Fiat 500e dan Maserati Grecale yang telah dibekali teknologi mengemudi hands-free Level 2++.
Advertisement
Teknologi tersebut mengusung nama STLA AutoDrive powered by Wayve. Sistem ini dikembangkan untuk menghadirkan kemampuan navigasi otomatis dari titik awal hingga tujuan atau door-to-door, dengan pengoperasian yang dirancang lebih intuitif dan aman dalam berbagai kondisi jalan.
Salah satu keunggulan utama teknologi tersebut berasal dari integrasi Wayve AI Driver. Berbasis kecerdasan buatan, sistem dirancang agar dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi lalu lintas tanpa Stellantis harus mengembangkan sistem otonom berbeda untuk setiap model kendaraan.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi STLA AutoDrive dapat diadaptasi ke berbagai lini produk, arsitektur kendaraan, serta segmen merek yang berada di bawah Stellantis.
Pengembangan Level 2++ ini sekaligus menjadi peningkatan signifikan dibandingkan teknologi Hands-Free Active Driving Assist yang sebelumnya digunakan Stellantis.
Sistem terdahulu masih memiliki keterbatasan karena hanya dapat digunakan pada rute tertentu di jalan tol Amerika Utara dengan total cakupan sekitar 321.869 kilometer.
Sementara itu, STLA AutoDrive powered by Wayve dikembangkan agar mampu bekerja secara lebih fleksibel, termasuk di jalan bebas hambatan maupun kawasan perkotaan dengan kondisi lalu lintas yang padat.
Mengandalkan Kecerdasan Buatan
Penggunaan algoritma kecerdasan buatan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan teknologi baru tersebut. Sistem memungkinkan kendaraan membaca serta merespons pergerakan lalu lintas dengan karakter pengendalian yang diklaim lebih natural.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat perilaku kendaraan ketika melakukan akselerasi, pengereman, maupun perubahan arah terasa lebih menyerupai respons pengemudi manusia.
Selain itu, sistem berbasis perangkat lunak tersebut memberikan peluang bagi Stellantis untuk menghadirkan pembaruan teknologi secara berkala. Dengan demikian, kemampuan sistem dapat terus dikembangkan tanpa harus melakukan perubahan besar pada perangkat keras kendaraan.
Kehadiran prototipe Fiat 500e dan Maserati Grecale menjadi bagian dari tahap pengembangan teknologi sebelum diterapkan secara lebih luas pada kendaraan produksi Stellantis.
Mulai Dipasarkan 2028
Stellantis menargetkan kendaraan dengan teknologi Level 2++ tersebut mulai tersedia secara komersial di pasar Amerika Utara pada 2028.
Jadwal tersebut akan berlangsung sebelum Stellantis memperkenalkan lini platform generasi berikutnya, STLA One, yang direncanakan meluncur pada paruh kedua 2029.
Pengembangan STLA AutoDrive powered by Wayve menunjukkan strategi Stellantis dalam memperluas penerapan teknologi bantuan mengemudi canggih ke lebih banyak model kendaraan.
Meski berada pada level semi-otonom dan tetap membutuhkan perhatian pengemudi, teknologi Level 2++ tersebut diproyeksikan menjadi salah satu langkah Stellantis untuk menghadirkan fitur berkendara hands-free dengan kemampuan yang lebih luas dibandingkan sistem generasi sebelumnya.
Melalui integrasi teknologi AI Wayve, Stellantis juga berupaya membuat sistem bantuan mengemudi yang dapat diterapkan secara massal di berbagai merek dan segmen kendaraan dalam grupnya.