3 Solusi Jose Mourinho untuk Bangkitkan Real Madrid

Jose Mourinho perlu melakukan perubahan di Real Madrid. Simak tiga solusi yang bisa diterapkan untuk memperbaiki performa Los Blancos musim ini.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 06 Oktober 2026, 08:25 WIB
Pelatih Real Madrid asal Portugal, Jose Mourinho (tengah), berbicara dengan para pemainnya saat pertandingan pramusim antara Ferencvaros dan Real Madrid di Budapest, Hungaria, pada 8 Agustus 2026. (Attila KISBENEDEK/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid belum menunjukkan performa yang diharapkan pada awal musim ini. Di tengah tekanan untuk kembali meraih trofi, Jose Mourinho menghadapi pekerjaan besar untuk mengubah tim yang sejauh ini masih kesulitan tampil sebagai satu kesatuan.

Los Blancos saat ini berada di posisi ketiga La Liga setelah delapan pertandingan. Masalahnya bukan sekadar posisi di klasemen, melainkan performa di lapangan yang belum memperlihatkan keseimbangan antara lini belakang, tengah, dan depan.

Dengan ambisi mengakhiri dua musim tanpa trofi, Mourinho harus berani mengambil keputusan sulit. Beberapa perubahan dalam komposisi pemain bisa menjadi jalan untuk menghidupkan kembali persaingan Real Madrid di level domestik maupun Eropa.


Beri Vinicius Junior Waktu di Bangku Cadangan

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho (kiri), berjabat tangan dengan Vinicius Junior, saat pertandingan persahabatan pramusim antara FC Schalke 04 dan Real Madrid di Gelsenkirchen, Jerman bagian barat, pada 16 Agustus 2026. (INA FASSBENDER / AFP)

Vinicius Junior menjadi salah satu pemain yang performanya paling jauh dari ekspektasi. Penyerang Brasil tersebut baru mencetak satu gol dalam delapan pertandingan dan terlihat kehilangan ketajaman yang menjadi cirinya pada musim-musim sebelumnya.

Sejumlah peluang emas gagal dikonversinya menjadi gol. Pergerakannya pun tidak setajam sebelumnya ketika menghadapi bek lawan. Dalam kondisi seperti ini, Mourinho bisa mempertimbangkan untuk sementara menempatkan Vinicius di bangku cadangan.

Real Madrid memiliki sejumlah alternatif seperti Brahim Diaz, Yan Diomande, Carlos Espi, Endrick, hingga Rodrygo yang segera kembali dari cedera. Kylian Mbappe sejauh ini menjadi ancaman gol paling konsisten sehingga Mourinho membutuhkan pemain lain yang mampu membantu mengurangi bebannya.


Saatnya Memainkan Trent Alexander-Arnold

Pelatih Real Madrid asal Portugal, Jose Mourinho (kanan), berbicara dengan bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, selama pertandingan persahabatan pramusim antara Real Madrid dan ACF Fiorentina di Klagenfurt, Austria pada 1 Agustus 2026. (WOLFGANG JANNACH/APA/AFP)

Trent Alexander-Arnold datang ke Madrid dengan reputasi sebagai salah satu bek kanan paling kreatif di dunia. Namun, perjalanan awalnya bersama klub belum berjalan ideal akibat persoalan kebugaran dan kehadiran Denzel Dumfries.

Dumfries belum memberikan dampak sebesar yang diharapkan. Oleh karena itu, Mourinho bisa mengambil risiko dengan mengembalikan Trent ke starting XI.

Kemampuan umpan jarak jauh dan visi Trent dapat memberikan dimensi baru dalam permainan Madrid. Setelah kehilangan Toni Kroos dan Luka Modric, Los Blancos membutuhkan pemain yang mampu mengirimkan bola dari area belakang sekaligus membantu membongkar pertahanan lawan.

Penampilan positif Trent bersama timnas pada jeda internasional juga dapat menjadi modal untuk kembali mendapatkan kepercayaan Mourinho.


Ubah Komposisi Lini Tengah

Pemain Real Madrid Bernardo Silva (kiri) dan Kylian Mbappe merayakan gol dalam laga La Liga Spanyol antara Real Madrid vs Real Sociedad di Madrid, Spanyol, Rabu, 26 Agustus 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Masalah terbesar Real Madrid terlihat di sektor tengah. Setelah Kroos dan Modric pergi, Madrid kehilangan dua pemain yang selama bertahun-tahun menjadi pusat kreativitas dan kontrol permainan.

Mourinho sudah mencoba beberapa kombinasi, termasuk duet Federico Valverde dengan Bernardo Silva serta Valverde bersama Aurelien Tchouameni. Namun, belum ada kombinasi yang benar-benar mampu menciptakan keseimbangan.

Oleh karena itu, Mourinho bisa mencoba opsi berbeda dengan menempatkan Valverde di bangku cadangan dan menggunakan pivot Bernardo-Tchouameni. Kombinasi tersebut berpotensi memberikan keseimbangan antara kreativitas dan kekuatan dalam memenangkan duel.

Perubahan tersebut memang memiliki risiko. Namun, Real Madrid membutuhkan solusi baru jika ingin keluar dari periode sulit. Mourinho memiliki kualitas pemain untuk memperbaiki situasi, tetapi keberaniannya dalam mengubah formula permainan akan menjadi faktor penting dalam menentukan kebangkitan Los Blancos.

Sumber: The Real Champs


Klasemen

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya