Trump: Pesawat Pengebom AS Dipindahkan dari Inggris karena Ancaman Terkait Iran

Trump tidak menjelaskan lebih lanjut terkait keterlibatan Iran dalam ancaman yang dimaksud.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 06 Oktober 2026, 08:04 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Kamis (1/10/2026). (Dok. AP/Jacquelyn Martin)

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Senin (5/10/2026) bahwa AS telah menarik seluruh pesawat pengebom B-1 dari sebuah pangkalan udara di Inggris menyusul ancaman yang tidak dijelaskan secara rinci dan diyakininya berkaitan dengan Iran.

Washington sebelumnya mengonfirmasi bahwa pesawat-pesawat pengebom tersebut telah meninggalkan Pangkalan Udara RAF Fairford, yang digunakan AS untuk melancarkan serangan ke Iran. Meski demikian, pemerintah Inggris menegaskan pangkalan itu tetap aman.

"Ada sejumlah ancaman," tutur Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti dilaporkan CNA. "Daripada memancing musuh—kami akan menangkap dan mengalahkan mereka, tetapi untuk apa kami membiarkan pesawat-pesawat itu tetap berada di sana? Jadi kami memindahkannya sedikit, tidak terlalu jauh."

Insiden tersebut menjadi sorotan sejak polisi mendatangi pangkalan di wilayah barat daya Inggris pada 27 September. Saat itu, seorang petani setempat melaporkan sekelompok pria dengan beberapa mobil van yang melakukan aktivitas "mencurigakan".

Polisi kemudian melakukan penyelidikan besar terkait kemungkinan terorisme. Namun, lima tersangka yang ditangkap saat itu serta seorang warga negara Inggris-Iran yang kemudian ikut ditahan telah dibebaskan dengan jaminan.

Penyelidik tidak menemukan bahan peledak di dalam mobil-mobil van tersebut. Namun, menurut kepolisian antiterorisme, petugas menemukan sejumlah bensin di dalam kendaraan itu.

Trump enggan mengomentari laporan bahwa ancaman tersebut melibatkan drone untuk melakukan serangan.

"Saya tidak bisa memberi tahu Anda soal itu. Namun, jika mereka memang melakukannya, mereka akan menanggung akibat yang sangat berat," ujarnya.

"Kami sebenarnya tahu siapa orang-orang yang membuat ancaman itu. Mereka terkait dengan Iran."

 

Inggris Tegaskan Pangkalan Aman

Pentagon mengonfirmasi pemindahan pesawat-pesawat tersebut pada Minggu (4/10).

"Kami kini dapat mengonfirmasi bahwa seluruh pesawat pengebom AS yang sebelumnya ditempatkan di RAF Fairford telah kembali ke pangkalan asal mereka di AS," kata Pentagon dalam pernyataan.

Pentagon menjelaskan bahwa pertimbangan keamanan operasional membuat pihaknya tidak dapat mengonfirmasi pergerakan aset dan pasukan secara langsung ketika pemindahan berlangsung.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Senin mengatakan dirinya yakin terhadap keamanan seluruh pangkalan AS.

Menurut Rubio, fasilitas-fasilitas AS secara teori dapat menghadapi ancaman kapan saja dan itulah sebabnya pengamanan yang sangat ketat diterapkan di sekitarnya.

Ia menambahkan, Washington telah bekerja sama dengan London dalam penyelidikan tersebut dan menyebut pihak Inggris sangat kooperatif.

Dua pejabat AS mengatakan kepada New York Times bahwa pesawat-pesawat pengebom itu dipindahkan setelah para komandan menerima informasi baru mengenai ancaman terkait rencana serangan yang didukung Iran.

Seorang pejabat AS mengatakan informasi baru tersebut masih berkaitan dengan peringatan ancaman yang muncul tiga pekan sebelumnya. Namun, menurut laporan Times, situasinya menjadi mendesak dalam 24 jam terakhir.

Ketika ditanya apakah pangkalan itu aman, juru bicara resmi Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menjawab, "Ya."

"Kami memiliki prosedur yang telah teruji untuk melindungi pangkalan-pangkalan kami, baik di dalam negeri maupun di berbagai wilayah dunia," tegasnya kepada wartawan.

 

Keamanan Diperketat

Berbagai dugaan muncul mengenai motif di balik insiden tersebut, mulai dari ancaman teror hingga pencurian bahan bakar. Spekulasi itu muncul ketika harga energi di Inggris mencapai rekor tertinggi pada pekan ini.

Burnham mengatakan terdapat indikasi kuat bahwa Iran turut berperan dalam insiden tersebut. Tuduhan itu dibantah oleh Teheran.

Trump sebelumnya mengecam otoritas Inggris karena membebaskan dengan jaminan para pria yang ditangkap dalam kasus tersebut. Seluruhnya berusia sekitar pertengahan 20-an.

Kedutaan Besar Iran di London mengatakan pihaknya dengan tegas menolak dan mengecam keras spekulasi mengenai keterlibatan Teheran.

Pengamanan di pangkalan RAF Fairford dilaporkan telah diperketat.

Pada Maret, Inggris memberikan izin kepada Washington untuk menggunakan Fairford dalam "operasi pertahanan tertentu ke Iran". Sejak saat itu, pesawat pengebom AS dan sejumlah pesawat lainnya terlihat lepas landas dan mendarat di pangkalan tersebut.

Fairford merupakan satu-satunya pangkalan udara di daratan utama Inggris yang digunakan untuk keperluan tersebut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya