Liputan6.com, Jakarta - Manchester City mendapat kabar terbaru mengenai kondisi Erling Haaland menjelang duel penting kontra Liverpool di Premier League. Sang striker dikabarkan berpotensi tampil di laga penting tersebut.
Haaland sebelumnya sempat membuat cemas The Citizens setelah meminta diganti saat Norwegia kalah 1-2 dari Portugal pada laga UEFA Nations League, akhir pekan lalu.
Advertisement
Penyerang berusia 26 tahun itu terlihat berjalan terpincang-pincang dan berlari kecil dengan hati-hati sebelum akhirnya ditarik keluar pada menit ke-67. Jorgen Strand Larsen kemudian masuk menggantikannya.
Meski demikian, Haaland tidak langsung menuju ruang ganti. Ia memilih duduk bersama rekan-rekannya di bangku cadangan hingga pertandingan berakhir.
Kondisi tersebut sempat memunculkan kekhawatiran di kubu Man City. Pasalnya, mereka akan menghadapi Liverpool dalam laga besar Premier League di Anfield pada Minggu mendatang.
Solbakken Redakan Kekhawatiran soal Haaland
Namun, kekhawatiran mengenai kondisi Haaland mulai mereda setelah pelatih Timnas Norwegia, Stale Solbakken membeberkan kondisi terkini sang striker.
Solbakken menegaskan bahwa pergantian Haaland sudah direncanakan. Keputusan tersebut diambil untuk mengantisipasi padatnya jadwal pertandingan yang harus dijalani para pemain.
"Ini bukan hanya soal dia. Saya berbicara dengan sekitar lima atau enam pemain yang sudah bermain dalam banyak menit," ujar Solbakken kepada wartawan.
"Yang penting adalah mereka merasa saya mendengarkan mereka. Kami sepakat dia akan terus bermain sampai merasa tidak bisa lagi memberikan kontribusi. Kami berbicara tentang sekitar menit ke-60," lanjutnya.
Batasi Menit Bermain haaland
Solbakken juga menjelaskan bahwa Strand Larsen sudah mengetahui rencana pergantian tersebut. Karena itu, sang pemain diminta melakukan pemanasan secara intensif agar siap masuk ketika Haaland ditarik keluar.
"Saya pikir dia akhirnya bermain sekitar 65 menit. Tentu saja, saya menilai dia memainkan pertandingan yang sangat, sangat bagus dalam fase membangun serangan," kata Solbakken.
"Dia membuat bek tengah mereka kerepotan. Hal itu memungkinkan kami mempertahankan penguasaan bola lebih lama pada babak pertama karena kedua bek tengah mereka harus fokus mengawasinya," imbuhnya.
Sumber: Sportsmole.