Liputan6.com, Jakarta - Jurgen Klopp belum mampu memberikan hasil maksimal dalam empat laga pertamanya sebagai pelatih Timnas Jerman. Dari empat pertandingan, Die Mannschaft hanya meraih satu kemenangan, ditambah dua hasil imbang dan satu kekalahan.
Klopp ditunjuk setelah Jerman meraih hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026. Kehadirannya diharapkan membawa perubahan signifikan sekaligus mengembalikan Jerman ke level persaingan tertinggi sepak bola internasional.
Advertisement
Debut Klopp berlangsung saat Jerman bertandang ke markas Belanda pada UEFA Nations League. Laga tersebut berakhir 1-1, sebelum Jerman kemudian kalah 0-1 dari Yunani di WWK Arena.
Kemenangan perdana akhirnya hadir ketika Jerman menjamu Serbia di Allianz Arena. Namun, hasil positif itu belum mampu dipertahankan karena Jerman hanya bermain 0-0 saat kembali menghadapi Yunani.
Hanya Satu Kemenangan dari Empat Laga
Pada pertandingan ketiga, Klopp membawa Jerman meraih kemenangan pertamanya dengan skor 2-0 atas Serbia. Tom Bischof dan Florian Wirtz menjadi pencetak gol dalam laga yang berlangsung di Allianz Arena tersebut.
Hasil itu menjadi satu-satunya kemenangan Klopp dalam empat pertandingan awalnya. Dua laga lainnya berakhir imbang melawan Belanda dan Yunani, sementara satu-satunya kekalahan terjadi saat Jerman menjamu Yunani.
Rekap hasil Jerman bersama Jurgen Klopp:
- 25/09/2026: Belanda 1-1 Jerman
- 28/09/2026: Jerman 0-1 Yunani
- 02/10/2026: Jerman 2-0 Serbia
- 05/10/2026: Yunani 0-0 Jerman
Klopp Beri Kesempatan kepada Banyak Pemain
Di balik hasil yang belum konsisten, Klopp tampaknya menggunakan empat pertandingan awal untuk melakukan eksplorasi skuad. Ia memaksimalkan pemain yang dipanggil dan tidak memainkan satu pun pemain secara beruntun dalam keempat laga tersebut.
Philipp Treu, Serge Gnabry, Jonathan Burkardt, Bambase Conte, dan Florian Wirtz menjadi pemain yang paling sering tampil dengan tiga penampilan. Dari lima nama tersebut, hanya Treu yang selalu bermain penuh dalam tiga pertandingan.
Pendekatan tersebut menunjukkan Klopp masih membuka persaingan di dalam skuad Jerman. Rotasi menjadi bagian penting dari prosesnya untuk melihat kemampuan setiap pemain sebelum menentukan komposisi utama.
"Ingatlah semua hal yang dikatakan orang tentang kami, apa yang bisa dan tidak bisa kami lakukan. Kami menunjukkan tanda-tanda bahwa kami mampu melakukan beberapa hal dengan lebih baik daripada penilaian orang selama ini. Pintu terbuka bagi siapa saja. Terbuka lebar," ucap Klopp.
Sumber: FootMob