Menuju Net Zero Emission 2060, Telkom Pacu Dekarbonisasi dan Pemanfaatan Energi Bersih

The Telkom Hub mencapai net zero emisi Cakupan 1 dan 2, memperkuat langkah Telkom menuju target Net Zero Emission pada 2060.

oleh nofie tessarDiterbitkan 05 Oktober 2026, 17:08 WIB
Telkom menerima Certificate of Appreciation dari PT Energy Management Indonesia (Persero) (EMI) atas pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC) dan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE GRK) dalam mendukung upaya dekarbonisasi. Penyerahan sertifikat menjadi bagian dari pencapaian The Telkom Hub yang telah mencapai net zero emisi Cakupan 1 dan 2, sekaligus memperkuat langkah Telkom menuju operasional rendah karbon dan target Net Zero Emission (NZE) 2060. (Foto:Dok.PT Telkom Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom memperkuat agenda dekarbonisasi perusahaan menuju operasional rendah karbon dan target Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil, salah satunya melalui pencapaian The Telkom Hub yang telah mencapai net zero untuk emisi Cakupan 1 dan 2.

Langkah dekarbonisasi Telkom dijalankan melalui sejumlah inisiatif, mulai dari efisiensi energi, elektrifikasi, pemanfaatan energi terbarukan, hingga penggunaan instrumen berbasis pasar berupa Renewable Energy Certificate (REC) dan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE GRK).

Instrumen tersebut diberikan oleh PT Energy Management Indonesia (Persero) (EMI), entitas yang berfokus pada konsultansi energi baru terbarukan, efisiensi energi, serta layanan dekarbonisasi.

Penyerahan REC dan SPE GRK menjadi salah satu pengakuan terhadap upaya Telkom dalam mengelola emisi Cakupan 1 dan 2 sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi yang lebih bersih dalam kegiatan operasional di kawasan The Telkom Hub.

Pencapaian tersebut sekaligus memperkuat implementasi Rencana Transisi Iklim TelkomGroup yang diluncurkan pada 2025 sebagai arah strategis perusahaan menuju operasional rendah karbon.

“Telkom terus mendukung upaya pencapaian net zero emission melalui implementasi Rencana Transisi Iklim yang dilakukan secara bertahap dan terukur. Pencapaian The Telkom Hub sebagai kawasan net zero untuk emisi Cakupan 1 dan 2 menjadi salah satu milestone penting yang menunjukkan bahwa upaya dekarbonisasi dapat diterapkan secara nyata di tingkat operasional. Sehingga selanjutnya, kami akan terus memperkuat langkah-langkah tersebut untuk mendorong operasional Telkom yang semakin rendah karbon hingga ke level group,” kata Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, VP Sustainability Telkom.

“Sebagai pengelola The Telkom Hub, kami sangat bangga atas diperolehnya sertifikat REC dan SPE GRK. Ini merupakan suatu komitmen untuk bisa terus meningkatkan efisiensi di setiap waktu. Saat ini kami juga sedang menerapkan modul teknologi Building Management System. Beberapa asesmen energi telah kami lakukan, termasuk pada aspek teknikal dan perangkat, serta optimalisasi penggunaan energi yang ada,” tambah Suratman, Direktur Utama PT Telkom Landmark Tower (TLT).

 

Target Penurunan Emisi hingga 2060

(ist)

Melalui Rencana Transisi Iklim, TelkomGroup telah menetapkan jalur penurunan emisi Cakupan 1 dan Cakupan 2 secara bertahap.

Target penurunan emisi ditetapkan sebesar 20% pada 2030, kemudian meningkat menjadi 40% pada 2040 dan 70% pada 2050, sebelum akhirnya mencapai 100% pada 2060.

Untuk merealisasikan target tersebut, TelkomGroup menetapkan enam key decarbonization levers. Cakupannya antara lain efisiensi energi, elektrifikasi, pemanfaatan energi terbarukan, serta penggunaan instrumen berbasis pasar.

Strategi itu disusun dengan mempertimbangkan profil emisi TelkomGroup yang didominasi penggunaan listrik, perkembangan agenda transisi energi, serta kebutuhan perusahaan dalam mempertahankan keandalan layanan.

Langkah dekarbonisasi tersebut juga menjadi bagian dari GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya melalui pilar Save Our Planet. Pilar tersebut menjadi payung program Environmental, Social, and Governance (ESG) Telkom dalam mendorong berbagai inisiatif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

 

77 Unit Penerangan Jalan Tenaga Surya Beroperasi di The Telkom Hub

(ist)

Implementasi transisi energi juga dilakukan secara langsung di kawasan The Telkom Hub.

Mengacu pada Sustainability Report Telkom 2025, sebanyak 77 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) telah dioperasikan di kawasan tersebut.

Pemanfaatan energi matahari itu diproyeksikan mampu menghemat konsumsi listrik gedung Telkom Landmark Tower sebesar 20.235,6 kWh per tahun.

Selain memanfaatkan energi terbarukan secara langsung, Telkom menggunakan REC sebagai instrumen berbasis pasar untuk mendukung pengelolaan emisi Cakupan 2.

Sebanyak 45.407 REC dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) telah dibeli Telkom bersama operating company PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC). Pemanfaatannya berpotensi menurunkan emisi sebesar 42.425,7 ton CO₂e.

REC juga menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan TelkomGroup untuk mencapai target NZE, terutama dalam mengurangi emisi GRK Cakupan 2 market-based.

Penggunaan instrumen tersebut memungkinkan perusahaan mendukung pemanfaatan energi terbarukan sekaligus meningkatkan transparansi dan keterlacakan atribut energi terbarukan dalam pengelolaan emisi listrik.

Rangkaian inisiatif tersebut turut mengantarkan The Telkom Hub menjadi kawasan yang telah mencapai net zero untuk emisi Cakupan 1 dan 2. Pencapaian ini menjadi salah satu tonggak perjalanan Telkom menuju operasional rendah karbon sekaligus implementasi nyata Rencana Transisi Iklim.

 

Efisiensi Energi Jadi Bagian Penting Dekarbonisasi

Direktur Utama EMI Henri Firdaus menilai peningkatan kebutuhan energi perlu diimbangi dengan efisiensi dan optimalisasi pemanfaatannya.

“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi, efisiensi dan optimalisasi energi menjadi semakin penting. Tujuan efisiensi energi bukan semata-mata untuk mengurangi penggunaan energi, tetapi bagaimana mengoptimalkan energi yang tersedia agar dapat digunakan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Ke depan, kami berharap dapat terus menjadi sustainable partner bagi Telkom, termasuk dalam mendukung upaya pengelolaan dan offset emisi dari berbagai kegiatan dengan cakupan Scope 1 hingga Scope 3. Pengelolaan emisi juga perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari gas buang, tetapi termasuk pengelolaan limbah sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi,”  kata Henri.

Ke depan, Telkom akan terus mengintegrasikan prinsip dekarbonisasi dalam kegiatan operasional melalui implementasi Rencana Transisi Iklim dan berbagai inisiatif dekarbonisasi yang terukur untuk mencapai target NZE 2060.

Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk menekan dampak lingkungan, tetapi juga membangun kegiatan operasional yang lebih efisien dan adaptif terhadap perkembangan transisi energi secara berkelanjutan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya