Liputan6.com, Jakarta - Polisi meringkus 20 anggota geng motor diduga terlibat penyerangan dua mahasiswa hingga berakhir salah satu korban meninggal dunia di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (4/10/2026).
Para terduga pelaku ditangkap tim gabungan dari Polda Sulsel, Polrestabes Makassar, dan Polsek Biringkanaya di sejumlah lokasi di Kabupaten Maros. Ironisnya para pelaku ternyata rata-rata adalah pelajar SMP maupun SMA.
Advertisement
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Ahmad membenarkan pengungkapan itu. Dia mengatakan seluruh terduga pelaku diinterogasi penyidik.
"Iya, 20 orang yang diamankan," kata Jafar saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).
Jafar juga membenarkan bahwa para terduga pelaku adalah anak di bawah umur. Bahkan ada pelaku yang ditangkap masih mengenakan seragam SMP.
"Mereka anak di bawah umur. Saat ini, penyidik masih mendalami peranan masing-masing," ujarnya.
Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam yang diduga digunakan saat melakukan penyerangan.
"Ada senjata tajam, baik itu pisau, parang dan anak panah disita," ucap Jafar.
Sebelumnya, aksi brutal melibatkan kelompok geng motor terjadi di sejumlah titik di Kota Makassar. Seorang mahasiswa tewas, satu lainnya terluka parah, sementara dua sepeda motor dibakar warga setelah rombongan geng motor diadang di kawasan Jalan Sungai Saddang Baru.
Korban tewas dalam insiden penyerangan tersebut diketahui bernama M Akmar Makmur (24). Ia meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami luka terbuka di kepala akibat sabetan senjata tajam. Polisi juga menemukan anak panah busur yang tertancap di kepala korban.
Sementara rekannya, Muh Farel (17), mengalami luka robek di bagian kepala dan punggung. Saat ini ia masih menjalani perawatan intensif di RS dr. Tajuddin Khalid Makassar.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar mengatakan kedua korban menjadi sasaran penyerangan kelompok yang diduga geng motor.
"Ada dua orang korban. Satu meninggal dunia di lokasi dan satunya sementara dirawat intensif di rumah sakit karena luka cukup serius di kepala," kata Jafar, Minggu (4/10/2026).
Berdasarkan penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika kedua korban bersama teman-temannya sedang berkumpul di Jalan Daeng Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Saat sedang nongkrong, mereka didatangi sekelompok pelaku yang diperkirakan berjumlah sekitar 12 sepeda motor. Kelompok tersebut disebut membawa senjata tajam dan busur panah.
"Kelompok geng motor ini menyerang korban yang sedang duduk-duduk," ujarnya.
Serangan itu memicu perlawanan dari kelompok korban. Para korban bersama rekannya kemudian mengejar para pelaku yang melarikan diri ke arah Kabupaten Maros.
Namun pengejaran tersebut berakhir nahas. Saat tiba di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19, tepatnya di sekitar kawasan perlimaan bandara, rombongan korban mengalami kecelakaan lalu lintas.
Menurut Jafar, kondisi itu dimanfaatkan para pelaku untuk berbalik menyerang korban yang terjatuh dari sepeda motor.
"Karena para korban ini kecelakaan. Geng motor yang diburu itu, putar balik menyerang korban yang jatuh dari motor. Korban dihantam parang dan dipanah," ungkapnya.
Akmar dan Farel yang tidak sempat menyelamatkan diri kemudian menjadi sasaran serangan. Keduanya ditemukan bersimbah darah dengan luka yang diduga akibat sabetan senjata tajam dan serangan busur panah.
"Akmar dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Farel dievakuasi ke Rumah Sakit Tajuddin Chalid untuk mendapatkan penanganan medis," pungkasnya.