Liputan6.com, Jakarta - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia dinilai masih relatif murah jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain di kawasan seperti ASEAN dan Asia.
Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi catatan di tengah perbincangan mengenai harga BBM, terutama ketika masyarakat membandingkan harga bahan bakar di dalam negeri dengan negara-negara lain.
Advertisement
Ini diungkapkan Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis di PT Pertamina Patra Niaga, Joko Pranoto saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026 di Kemendagri.
"Kalau compare harga BBM dan avtur kita dengan negara-negara sekitar ASEAN maupun yang terdekat seperti Australia, Pakistan, India sebenarnya overall masih sangat kompetitif," ujar dia dipantau online, Senin (5/10/2026).
Joko mengungkapkan, penentuan harga BBM itu tak sekedar harga minyak semata. Tetapi ada juga komponen lain seperti pajak.
Komponen-komponen inilah yang menjadi cara negara lain mengendalikan harga BBM naik tidak terlampau besar, meski kemudian hasil akhirnya masih relatif tinggi dibandingkan harga awal.
Dia mencontohkan Vietnam yang memutuskan mengurangi pajak demi mengendalikan harga BBM. Adapula Brunei yang tidak mengenakan VAT/OS.
"Kamboja dan Laos, kecuali Australia dan singapura yang full liberal dan negara lain termasuk Malaysia ada pengendalian tax," tambah dia.
Dia pun menjabarkan data perbandingan harga BBM dan avtur Indonesia dengan 12 negara tetangga, yang disebut relatif kompetitif.
Seperti pada kategori RON 92, Indonesia berada di posisi sebagai salah satu negara dengan harga termurah. Hal yang sama juga terlihat pada kategori RON 95 serta RON 97 dan RON 98.
Sementara untuk diesel, posisi Indonesia relatif rendah meskipun terdapat beberapa negara yang memiliki harga lebih murah.
Di mana, India berada di posisi terendah, disusul Pakistan dan Malaysia. Sementara Indonesia berada di sekitar posisi keempat dalam perbandingan tersebut.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir menambahkan, masyarakat perlu mengetahui bahwa harga BBM di Indonesia hingga saat ini masih relatif lebih murah dibandingkan sejumlah negara lain.
Berdasarkan perbandingan dengan 12 negara lainnya, harga BBM Indonesia berada pada level yang relatif rendah untuk sejumlah jenis BBM berdasarkan nilai Research Octane Number (RON).
"Supaya masyarakat tahu, jika dibandingkan dengan 12 negara lain, ternyata mulai dari RON 92 kita paling murah, RON 95 paling murah, kemudian RON 97 dan RON 98," tegas Tomsi.
Berikut rincian perbandingan harga BBM Indonesia dibandingkan negara lain:
Dampak Geopolitik
Joko Pranoto, mengakui harga BBM nonsubsidi dan avtur mengalami kenaikan cukup signifikan sepanjang 2026. Kenaikan tersebut terutama terjadi setelah munculnya konflik geopolitik di Timur Tengah pada akhir Februari 2026.
Awalnya, pergerakan harga avtur dan BBM jenis umum seperti Pertamax dan Pertamax Green pada periode Januari 2025 hingga awal 2026 relatif masih landai.
"Avtur dan BBM JPU, semua Pertamax, Pertamax Green, dari Januari 2025 sampai awal tahun 2026 terlihat harga relatif landai. Namun kemudian di akhir Februari 2026 terjadi konflik geopolitik di Timur Tengah," ujar Joko.
Menurut dia, dampak konflik tersebut mulai tercermin pada harga BBM dan avtur setelah memasuki Maret hingga April 2026.
Kenaikan terjadi pada hampir seluruh jenis BBM umum (JBU) dan avtur, dengan peningkatan yang cukup signifikan terutama pada Pertamax dan Pertamax Green.
Memasuki April, pemerintah dan Pertamina kemudian menerapkan pembatasan tertentu terhadap penyesuaian harga. Setelah itu, harga kembali mengalami kenaikan pada Juni 2026. "Sejak April ada pembatasan baru, kemudian di Juni dinaikkan," jelasnya.