Liputan6.com, Jakarta - Indonesia masuk dalam daftar destinasi luar negeri yang populer di kalangan wisatawan China untuk periode Golden Week 2026. Data dari agen perjalanan China, Tuniu, menunjukkan Indonesia menjadi salah satu pilihan utama bersama Turki dan Korea Selatan untuk perjalanan yang dimulai pada 1 Oktober 2026.
Posisi tersebut menarik perhatian karena susunan destinasi favorit wisatawan China mengalami perubahan dari periode liburan tahun sebelumnya. Golden Week merupakan periode libur nasional di China yang berlangsung selama sepekan, mulai 1 hingga 7 Oktober.
Advertisement
Periode tersebut berdekatan dengan Festival Pertengahan Musim Gugur yang berlangsung selama tiga hari sejak 25 September. Kombinasi hari libur tersebut memberikan waktu lebih panjang bagi masyarakat China untuk merencanakan perjalanan, termasuk bepergian ke luar negeri.
Pilihan Indonesia muncul ketika wisatawan China memiliki lebih banyak alternatif destinasi untuk menghabiskan masa liburan. Tuniu mencatat Indonesia, Turki, dan Korea Selatan sebagai beberapa destinasi yang banyak diminati untuk periode Golden Week tahun ini.
Posisi tersebut memperlihatkan perubahan preferensi dibandingkan dengan 2025, ketika Jepang menjadi destinasi teratas dalam daftar agen perjalanan tersebut, melansir VN Express International, Senin, 5 Oktober 2026.
Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengalami peningkatan perhatian dari wisatawan China. Pergeseran tersebut memperlihatkan bagaimana peta perjalanan internasional dari pasar wisata China dapat berubah dalam waktu relatif singkat.
Destinasi Asia tetap memiliki tempat penting dalam pilihan perjalanan, sementara negara-negara di kawasan lain turut mendapatkan perhatian ketika wisatawan merencanakan liburan dengan durasi lebih panjang.
Minat Wisatawan China ke Indonesia Menguat
Masuknya Indonesia dalam daftar destinasi populer Golden Week memperkuat posisi negara ini dalam peta perjalanan wisatawan China pada 2026. Data Agoda yang dirilis pada Juli 2026 menunjukkan pencarian akomodasi di Indonesia oleh wisatawan China meningkat 44 persen pada semester pertama dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
China bahkan menjadi pasar dengan pertumbuhan minat perjalanan tercepat ke Indonesia dan masuk ke lima besar sumber pasar untuk pertama kalinya dalam data tersebut. Perubahan minat tersebut menunjukkan bahwa ketertarikan wisatawan China terhadap Indonesia telah terlihat sebelum periode Golden Week.
Bali masih menjadi salah satu tujuan utama, sementara minat perjalanan mulai berkembang ke sejumlah destinasi Indonesia lainnya. Data Agoda mencatat Bali, Jakarta, Batam, Lombok, dan Bandung sebagai beberapa tujuan yang banyak dicari wisatawan dari China.
Jepang Tersingkir dari 10 Besar
Perubahan paling mencolok dalam daftar Golden Week 2026 terlihat dari hilangnya Jepang dari jajaran 10 besar destinasi luar negeri pilihan wisatawan China. Tuniu sebelumnya menempatkan Jepang sebagai destinasi nomor satu pada periode liburan panjang 2025.
Posisi tersebut tidak lagi dipertahankan sejak hubungan kedua negara mengalami ketegangan. Pemerintah China sebelumnya mengimbau warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan pernyataan mengenai kemungkinan respons Jepang jika China menyerang Taiwan.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari memburuknya hubungan kedua negara dan berpotensi memengaruhi minat perjalanan wisatawan China ke Jepang. Dampaknya terlihat dalam data pariwisata Jepang.
Japan National Tourism Organization mencatat jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Jepang turun 56,4 persen secara tahunan pada Januari hingga Juni 2026, dengan total sekitar 2,06 juta kunjungan.
Golden Week Dorong Lonjakan Perjalanan Domestik China
Golden Week 2026 tidak hanya meningkatkan aktivitas perjalanan ke luar negeri, tetapi juga mendorong mobilitas masyarakat di dalam China. Periode libur tahun ini menandai peringatan ke-77 berdirinya Republik Rakyat China, dengan pemerintah memperkirakan sekitar 2,13 miliar perjalanan akan dilakukan hingga Rabu berikutnya.
Puncak mobilitas domestik diperkirakan terjadi pada Kamis, ketika sekitar 340 juta perjalanan berlangsung dalam satu hari. Perjalanan menggunakan kendaraan pribadi diprediksi mendominasi dengan porsi lebih dari 90 persen. Penghapusan biaya tol jalan bebas hambatan selama masa liburan menjadi salah satu kebijakan yang mendukung tingginya pergerakan masyarakat antardaerah.
Peningkatan penggunaan kendaraan listrik turut memengaruhi kesiapan infrastruktur perjalanan darat. Pemerintah China menyebut telah memasang lebih dari 10.000 stasiun pengisian cepat sepanjang 2026 untuk memenuhi kebutuhan pengendara kendaraan listrik di jaringan jalan tol selama periode perjalanan panjang.