10 Proyek Kereta Api Termahal Sepanjang Sejarah

Menelan biaya fantastis hingga ratusan miliar dolar, cek daftar 10 mega proyek kereta api termahal di dunia.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 06 Oktober 2026, 08:00 WIB
Ilustrasi shinkansen Jepang. (dok. Unsplash/ Fikri Rasyid)

Liputan6.com, Jakarta - Sejak era revolusi industri, kereta api selalu menjadi tulang punggung ekonomi dan penghubung antarkota. Memasuki era modern, ambisi menghubungkan kota megapolitan dengan kecepatan tinggi mendorong banyak negara merancang mega proyek infrastruktur rel berbiaya fantastis.

Namun, membangun jaringan kereta modern tidak pernah mudah. Medan geografis yang ganas, konflik pembebasan tanah, hingga penggunaan teknologi baru sering kali membuat anggaran membengkak hingga ratusan miliar dolar sebelum roda kereta pertama sempat berputar.

Dilansir Railway News, Senin (5/10/2026), berikut 10 proyek kereta api dengan nilai investasi paling fantastis di dunia.

Raksasa Kereta Cepat Eropa dan Amerika Serikat

Ilustrasi kereta api. (dok. Unsplash/ Chris Yang)

1. High Speed 2 (HS2) — Inggris

  • Estimasi Biaya: US$ 137 Miliar
  • Panjang Rute: 225 km (Fase 1) | Biaya/km: $ 670 Juta

High Speed 2 (HS2) memegang predikat sebagai proyek kereta api termahal di dunia sekaligus per kilometer paling mahal yang pernah dibangun, yakni mencapai US$ 670 juta per km, jauh melampaui rata-rata Eropa US$ 25 per km. Didesain untuk menghubungkan London dan Birmingham dengan kecepatan hingga 360 km/jam, proyek ini mengalami lonjakan anggaran yang sangat fantastis dari perkiraan awal US$ 49,5 miliar menjadi US$ 94,64 miliar hingga US$ 129,62 miliar untuk keseluruhan perencanaan awal, hingga menyebabkan pembatalan jalur cabang utara ke Manchester pada akhir 2023.

Tingginya biaya ini dipicu oleh standar rekayasa yang sangat ketat (seperti Terowongan Chiltern sepanjang 16 km dan Viaduk Colne Valley sepanjang 3,4 km), kompensasi lahan yang tinggi di kawasan padat penduduk Inggris, serta kerangka regulasi lingkungan yang ketat.

2. California High-Speed Rail — Amerika Serikat

  • Estimasi Biaya: US$ 126 Miliar
  • Panjang Rute: 800 km (Fase 1) | Biaya/km: US$ 158 Juta

Proyek ini menjadi contoh nyata rumitnya pembangunan infrastruktur di AS. Disetujui pada 2008 dengan anggaran awal US$ 33 miliar untuk rute San Francisco–Los Angeles, biayanya kini melambung hingga US$ 126 miliar. Meski sudah menelan dana US$ 18 miliar untuk struktur jalan layang (elevated), proyek ini terus tertunda akibat sengketa lahan dan birokrasi, dengan target operasional paling cepat tahun 2033.

3. Jaringan AVE (Alta Velocidad Española) — Spanyol

  • Estimasi Biaya: US$ 70 Miliar
  • Panjang Rute: 3.200 km | Biaya/km:  US$ 22 Juta (Rata-rata) 

Spanyol memiliki jaringan kereta cepat terpanjang di Eropa. Sejak rute Madrid–Sevilla dibuka pada 1992, Spanyol telah menginvestasikan lebih dari US$ 70 miliar. Menariknya,Spanyol berhasil menekan biaya konstruksi hingga US$ 22 juta per km, jauh lebih murah dibanding Inggris atau AS, terbukti lewat perencanaan jangka panjang dan pengadaan infrastruktur yang terstandardisasi.

Keajaiban Teknologi Asia dan Eropa Modern

ilustrasi kereta api ©Ilustrasi dibuat AI

4. Chuo Shinkansen (Maglev) — Jepang

  • Estimasi Biaya: US$ 95 Miliar
  • Panjang Rute: 438 km | Biaya/km: US$ 217 Juta 

Menggunakan teknologi Superconducting Maglev (SCMaglev), kereta ini melayang di atas rel dengan kecepatan 505 km/jam dan memangkas rute Tokyo–Osaka menjadi 67 menit saja. Tingginya biaya proyek disebabkan oleh penggunaan magnet superkonduktor berbasis helium cair (-269°C) serta kondisi geologi Jepang. Sekitar 90% jalur Tokyo–Nagoya harus dibangun menembus perut Pegunungan Alpen Jepang.

5. Grand Paris Express — Prancis

  • Estimasi Biaya: US$ 40 Miliar
  • Panjang Rute: 200 km | Biaya/km: US$ 200 Juta 

Merupakan proyek transformasi transportasi perkotaan paling ambisius di Eropa. Proyek ini menambah empat jalur metro otomatis baru dan memperpanjang jalur lama untuk mengelilingi pinggiran kota Paris. Karena dibangun di bawah kawasan metropolitan yang sangat padat, sebagian besar jalur berupa terowongan bawah tanah yang terhubung ke 68 stasiun baru.

6. Beijing–Shanghai High-Speed Railway — China

  • Estimasi Biaya: US$ 33 Miliar
  • Panjang Rute: 1.318 km | Biaya/km: US$ 25 Juta

Jalur sepanjang 1.318 km ini menghubungkan dua pusat ekonomi terbesar China dan rampung hanya dalam waktu 3 tahun 3 bulan (2008–2011). Rutenya mencakup Viaduk Danyang-Kunshan (164,8 km) yang menjadi jembatan terpanjang di dunia. Biaya per km yang efisien dan volume penumpang yang masif menjadikannya salah satu dari sedikit jalur kereta cepat di dunia yang mencetak keuntungan operasional secara signifikan.

 

Terowongan Ekstrem dan Jalur Bawah Tanah Modern

Ilustrasi kereta api. (dok. Pixel2013/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

7. Lyon–Turin Rail Tunnel (TELT) — Prancis / Italia

Estimasi Biaya: US$ 26 Miliar

Panjang Rute: 270 km (57,5 km Terowongan Basal) | Biaya/km: US$ 96 Juta

Proyek lintas negara ini menghubungkan jaringan kereta cepat Prancis dan Italia menembus pegunungan Alpen. Komponen utamanya adalah Terowongan Basal Mont d'Ambin sepanjang 57,5 km. Selain tantangan geologis bawah tanah dengan tekanan batuan ekstrem, proyek ini juga menghadapi dinamika sosial-politik lokal yang cukup rumit.

8. Crossrail / Elizabeth Line — Inggris

  • Estimasi Biaya: US$ 25 Miliar
  • Panjang Rute: 118 km | Biaya/km: US$ 212 Juta

Resmi beroperasi pada 2022 dengan nama Elizabeth Line, proyek ini membelah jantung kota London dari barat ke timur. Biaya proyek membengkak akibat rumitnya penggalian terowongan kembar sepanjang 42 km persis di bawah fondasi gedung-gedung bersejarah dan jalur Underground yang sudah padat, serta integrasi sistem sinyal digital yang kompleks.

9. Riyadh Metro — Arab Saudi

  • Estimasi Biaya: US$ 22,5 Miliar
  • Panjang Rute: 176 km | Biaya/km: US$ 128 Juta

Riyadh Metro adalah jaringan metro tanpa masinis (driverless) terbesar yang dibangun sekaligus dalam satu fase. Memiliki 6 jalur dan 85 stasiun, proyek ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi di Arab Saudi. Selain pengerjaannya yang cepat, stasiun-stasiunnya tampil ikonik karena dirancang oleh arsitek ternama dunia seperti Zaha Hadid Architects.

10. Gotthard Base Tunnel — Swiss

  • Estimasi Biaya: US$ 22 Miliar
  • Panjang Rute: 57,1 km | Biaya/km: US$ 385 Juta

Gotthard Base Tunnel adalah terowongan kereta api terpanjang dan terdalam di dunia (mencapai kedalaman 2.450 meter di bawah puncak Alpen). Membutuhkan waktu pengerjaan 17 tahun, para pekerja harus mengeruk lebih dari 28 juta ton batuan di bawah suhu ekstrem yang mencapai 45°C. Kini, terowongan ini menjadi pilar utama angkutan barang dan penumpang ramah lingkungan di Eropa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya