Kenapa Ngecas HP di Mobil Lama? Ini Cara Mengatasinya

Mengecas HP di mobil kerap menguras waktu karena port USB mobil hanya mampu mengalirkan daya standar 2,5 watt. Bagaimana cara mengatasinya?

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 06 Oktober 2026, 08:12 WIB
Ilustrasi mengecas HP, baterai HP. (Photo by Steve Johnson on Pexels)

Liputan6.com, Jakarta - Seringkali ketika mengisi daya HP di mobil terasa sangat lama. Hal ini dikarenakan sebagian besar port USB bawaan mobil masih mengandalkan standar USB 2.0 lama yang hanya mampu menyalurkan daya sebesar 2,5 watt.

Dilansir BGR, Selasa (6/10/2026), kecepatan pengisian daya HP bergantung pada kombinasi voltase, ampere, dan watt yang dihasilkan sumber listrik.

Pengisi daya HP modern umumnya memiliki spesifikasi lima hingga sembilan volt dan sekitar dua ampere.

Di rumah, colokan dinding mampu mengalirkan daya besar yang mendukung pengisian cepat. Sebaliknya, port USB mobil konvensional terkadang hanya mengalirkan arus sebesar setengah ampere, jauh dari kebutuhan daya HP modern, yaitu 20 watt atau lebih.

Kecepatan pengisian daya kini sedikit meningkat sejak mobil mulai mengadopsi teknologi USB-C, memungkinkan pengisian daya perangkat hingga 20 kali lebih cepat dibandingkan USB-A pada kondisi optimal.

Namun, sebagian besar port di dalam mobil masih menggunakan teknologi lama yang tidak sanggup mengimbangi kapasitas baterai HP masa kini.

Solusi Mengisi Daya Cepat di Mobil

HP mengisi daya dengan sangat lambat karena port USB di mobil memiliki keluaran daya terbatas. Untuk mengatasinya, kamu bisa mencolokkan adaptor USB-C fast charging ke soket daya 12 volt atau pemantik rokok di dasbor mobil.

Dengan kabel yang mendukung pengisian cepat, adaptor ini mampu mengalirkan daya hingga 75 watt ke HP kamu.

Perlu dicatat, pengisian daya cepat secara terus-menerus dapat berdampak buruk pada baterai HP akibat panas berlebih. Risiko ini akan semakin parah jika kamu menjalankan aplikasi berat secara bersamaan, seperti menggunakan navigasi GPS atau Android Auto di dalam mobil.

Solusi terbaik adalah dengan tidak menggunakan adaptor cepat di mobil secara terus menerus dan manfaatkan saat berada di situasi darurat saja.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya