Cekcok Tanah Warisan di Luwu Utara Berujung Bentrok

Perselisihan tanah warisan antara dua rumpun keluarga di Luwu Utara berujung penikaman. Satu orang tewas dan satu lainnya terluka.

oleh FauzanDiterbitkan 05 Oktober 2026, 11:19 WIB
Bentrok 2 Rumpun Keluarga di Luwu Utara Menewaskan 1 Orang. (Liputan6.com/ Fauzan)

Liputan6.com, Jakarta - Bentrokan antara dua rumpun keluarga pecah di kawasan Pantai Seta-Seta, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, Minggu (4/10/2026). Peristiwa yang diduga dipicu persoalan lahan itu berujung penikaman yang menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya.

Kapolsek Bone-Bone AKP Muhajir membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan personelnya langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi mengenai peristiwa itu.

"Setelah menerima informasi, personel langsung mendatangi lokasi dan melakukan langkah-langkah pengamanan," kata Muhajir, Senin (5/10/2026).

Muhajir menjelaskan, kejadian bermula dari cekcok antara dua rumpun keluarga dari Desa Munte dan Desa Poreang yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Cekcok tersebut dipicu persoalan tanah warisan berupa lahan empang dan kebun sawit.

"Perselisihan kemudian memanas hingga terjadi penikaman yang mengakibatkan satu orang tewas dan satu lainnya luka," imbuhnya.

Korban meninggal dunia diketahui berinisial MYR (27). Dia meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas Tana Lili setelah mengalami luka akibat penikaman.

Sementara itu, korban lainnya, AR (33), mengalami luka tusuk pada bagian perut dan dirujuk ke RSUD Andi Djemma Masamba untuk mendapatkan penanganan medis.

Usai insiden tersebut, lanjut Muhajir, pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil menangkap terduga pelaku berinisial E (31). E diamankan Unit Reskrim Polsek Bone-Bone sebelum dibawa Tim URC Satreskrim Polres Luwu Utara ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Terduga pelaku kemudian berhasil diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan," bebernya.

Sejumlah Motor dan Gazebo Dibakar

 

Sejumlah Motor dan Gazebo Dibakar

Bentrok 2 Rumpun Keluarga di Luwu Utara Menewaskan 1 Orang. (Liputan6.com/ Fauzan)

Situasi kemudian memanas setelah peristiwa penikaman. Sejumlah kios, gazebo, dan sepeda motor di kawasan Pantai Seta-Seta dibakar. Sebuah rumah warga di Desa Poreang juga dilaporkan ikut terbakar.

Polisi masih mendalami aksi pembakaran tersebut, termasuk pihak-pihak yang terlibat. Satreskrim Polres Luwu Utara mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah dan kepolisian turun langsung ke lokasi. Wakil Bupati Luwu Utara Jumail Mappile bersama Wakapolres Luwu Utara Kompol Andi Muh. Syafei menemui keluarga korban dan meminta agar tidak ada tindakan balasan.

"Terduga pelaku sudah kami amankan. Kami meminta keluarga korban dan masyarakat tetap tenang serta mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian. Jangan sampai ada tindakan yang justru menimbulkan persoalan baru," ujar Syafei.

Tak lama berselang, Kapolres Luwu Utara AKBP Ario Putranto Tuhu Mangabdi juga turun langsung ke Desa Munte. Dia memantau kondisi di sejumlah titik sekaligus memimpin pengamanan untuk mencegah terjadinya aksi lanjutan.

Kapolres juga mengarahkan personel mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghadapi masyarakat. Dia menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan untuk mencegah situasi berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

"Setiap dugaan tindak pidana harus diselesaikan melalui proses hukum. Kami meminta masyarakat mempercayakan penanganannya kepada kepolisian dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Yang paling penting saat ini adalah menjaga situasi tetap aman dan kondusif," tegas Ario.

Hingga kini, E masih diamankan di Polres Luwu Utara. Penyidik masih mendalami motif penikaman, termasuk dugaan persoalan lahan yang menjadi latar belakang perselisihan kedua rumpun keluarga.

Personel Polsek Bone-Bone juga masih disiagakan di wilayah Desa Poreang dan Desa Munte untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi lanjutan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya