Cek Rincian Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP per Oktober 2026

Meski minyak dunia fluktuatif, harga BBM Pertamina, Shell, dan BP terpantau stabil per Oktober 2026.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 05 Oktober 2026, 11:18 WIB
SPBU Pertamina. (Foto: Pertamina Patra Niaga)

Liputan6.com, Jakarta - Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU penyedia seperti Pertamina, Shell, hingga BP dilaporkan bertahan stabil per Senin, 5 Oktober 2026. Meskipun pergerakan harga minyak mentah dunia terus berfluktuasi, seluruh pengelola SPBU tersebut memilih tidak melakukan penyesuaian tarif sejak awal September 2026. 

Merujuk informasi dari laman resmi Pertamina, Senin (5/10/2026), harga untuk jenis BBM subsidi maupun nonsubsidi masih dipatok pada angka yang sama dengan bulan sebelumnya.

Berikut rincian harga BBM Pertamina per 5 Oktober 2026:

  • Pertalite: Rp 10.000 per liter
  • Solar Subsidi: Rp 6.800 per liter
  • Pertamax: Rp 15.950 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp 19.600 per liter
  • Pertamax Green: Rp 19.150 per liter
  • Dexlite: Rp 23.700 per liter
  • Pertamina Dex: Rp 25.200 per liter

Harga BBM SPBU Swasta

SPBU BP-AKR. (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Kondisi serupa terjadi di jaringan SPBU Shell. Tarif BBM Shell, termasuk V-Power Diesel, belum bergeming sejak penyesuaian terakhir pada 1 September 2026.

Rincian harga BBM di SPBU Shell:

  • V-Power Diesel: Rp 25.420 per liter

Seirama dengan SPBU lainnya, jajaran produk BBM milik BP juga tidak mengalami perubahan harga sejak awal September 2026.

Rincian harga BBM di SPBU BP: 

  • BP 92: Rp 16.130 per liter
  • BP Ultimate: Rp 19.330 per liter
  • BP Ultimate Diesel: Rp 25.420 per liter

Harga Minyak Dunia Turun

Harga Minyak Dunia. Foto: Freepik/Artphoto_studio

Harga minyak turun pada Senin, (5/10/2026) seiring meningkatnya ekspor minyak mentah dari Timur Tengah dan pelepasaan cadangan minyak oleh negara-negara G7 menambah pasokan. Hal ini terjadi meski masih ada kekhawatiran mengenai kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur minyak di kawasan Teluk di tengah perang yang melibatkan Iran. 

Mengutip CNBC, harga minyak Brent turun 35 sen atau 0,34% menjadi US$ 101,90 per barel pada pukul 01.15 GMT. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) merosot 62 sen atau 0,68% menjadi US$ 90,49 per barel.

Brent kehilangan sebagian besar keuntungan yang dicapai pekan lalu, sementara WTI turun 1,6% setelah negara-negara G7 pada Jumat sepakat untuk melepas 100 juta barel solar dan minyak mentah dari cadangan darurat serta berjanji untuk tidak menerapkan pembatasan ekspor energi menyusul tekanan dari Presiden AS Donald Trump.

Pelepasan cadangan ini akan menambah volume ekspor minyak mentah Timur Tengah, yang tercatat naik melampaui tingkat sebelum perang pada empat dari tujuh hari pada minggu terakhir September menurut data pengiriman Senin, meskipun terjadi serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

"Keputusan G7 untuk menggunakan cadangan strategis telah meredakan kekhawatiran langsung mengenai pasokan yang sebelumnya memengaruhi harga. Di saat yang sama, muncul pandangan bahwa volume ekspor Arab Saudi kembali mendekati tingkat sebelum perang, meskipun pengiriman tersebut dilakukan dengan biaya lebih tinggi dan melalui rute yang kurang efisien," tutur Analis KCM Trade, Tim Waterer.

"Kombinasi faktor tersebut cukup untuk menekan harga saat ini, meskipun risiko kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur energi di kawasan Teluk belum sepenuhnya hilang,” ia menambahkan.

Kelompok Houthi menyatakan telah meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) ke fasilitas Saudi Aramco di Riyadh dan wilayah Khurais, Arab Saudi, sebagai tanggapan atas 50 serangan udara dan rudal yang dilancarkan koalisi pimpinan Saudi di Yaman dalam 12 jam terakhir. Belum ada konfirmasi dari pihak Arab Saudi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya