Liputan6.com, Jakarta - Upacara peringatan HUT ke-81 TNI digelar di Lapangan PRIMA, Mabes TNI, Cilangkap. Bertindak sebagai komandan upacara adalah Letjen TNI Lucky Avianto.
Lucky tampak gagah mengenakan seragam loreng tactical yang dipadukan dengan rompi taktis (tactical vest) berwarna olive. Tangan kanannya menggenggam erat sebilah pedang kehormatan.
Advertisement
Suaranya terdengar lantang saat memberikan instruksi kepada seluruh peserta upacara. Sosoknya pun menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 TNI.
Lantas, siapakah Letjen TNI Lucky Avianto?
Lucky Avianto lahir di Jakarta pada 2 Oktober 1974. Ia tumbuh di lingkungan keluarga militer. Ayahnya seorang prajurit TNI yang kemudian menjadi salah satu sosok menginspirasi perjalanan Lucky terjun ke militer.
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMP 45 Jakarta, Lucky melanjutkan pendidikan ke SMA Taruna Nusantara pada 1990. Ia tercatat sebagai salah satu siswa angkatan pertama sekolah tersebut.
Setelah lulus dari SMA Taruna Nusantara, Lucky melanjutkan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) pada 1993. Ketekunannya selama menjalani pendidikan serta kemampuan Bahasa Inggris yang cukup baik membawanya terpilih mengikuti program pertukaran kadet ke Australia.
Pada 1996, Lucky menyelesaikan pendidikan di Akmil dengan predikat Adhi Makayasa.
Setelah menyelesaikan pendidikan komando, Lucky bergabung dengan salah satu pasukan elite TNI Angkatan Darat, Kopassus.
Karier militernya kemudian terus berkembang. Lucky melanjutkan pendidikan di Seskoad dan Sesko TNI. Sejumlah jabatan strategis pun pernah diembannya.
Ia pernah menjabat sebagai Waasops Danjen Kopassus, Asren Danjen Kopassus, dan Asops Danjen Kopassus. Lucky kemudian dipercaya sebagai Asops Kasdam XVIII/Kasuari.
Ia juga pernah menjabat sebagai Danrindam XII/Tanjungpura serta Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Hubungan Internasional Panglima TNI.
Karier Lucky semakin berkembang setelah dipercaya menjadi Pangdam XXIV/Mandala Trikora, salah satu komando utama kewilayahan TNI AD yang dibentuk pada 2025.
Pada April 2026, Lucky kembali mendapat promosi. Ia ditunjuk sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III yang memiliki tanggung jawab atas wilayah pertahanan Indonesia bagian timur, termasuk Papua.
Tak hanya memiliki perjalanan panjang di dunia militer, Lucky juga menempuh pendidikan akademik di luar pendidikan kedinasan.
Ia meraih gelar sarjana di bidang ilmu pemerintahan dari Universitas Jenderal Achmad Yani pada 2012. Enam tahun kemudian, Lucky memperoleh gelar magister ilmu administrasi dari Universitas Krisnadwipayana.
Menariknya, Lucky meraih predikat cum laude untuk kedua gelar akademik tersebut.