Petugas Diduga Terlibat, Ini Hasil Investigasi Pesta Sabu di Rutan Depok

Video diduga warga binaan pesta sabu di rutan Depok beredar di sosial media.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 04 Oktober 2026, 22:34 WIB
Kepala Rutan Kelas I Depok Ario Galih Maduseno. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Tahanan Kelas I Depok melakukan investigasi terkait dugaan warga binaan menggunakan narkotika di dalam ruang tahanan. Kepala Rutan Kelas I Depok Ario Galih Maduseno mengatakan, telah berkoordinasi dengan kepolisian dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, terkait dugaan petugas yang membantu memfasilitasi pelanggaran penyalahgunaan narkotika.

"Ya, setelah kami investigasi, apa yang ada di video (penggunaan narkotika) tersebut memang berada di Rutan Depok," ujar Galih, Minggu (4/10/2026).

Rutan Depok telah melakukan pemeriksaan terhadap warga binaan yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika di dalam ruangan Rutan. Terdapat 22 warga binaan yang berada di dalam ruangan terjadinya penyalahgunaan sabu.

"Kalau kita pemeriksaan di kamar itu ada kurang lebih 22 warga binaan dan yang kami dalami lagi ada sekitar tiga sampai empat orang," jelas Galih.

Saat disinggung terkait adanya keterlibatan petugas dalam penyelundupan narkotika maupun handphone, Galih mengaku sedang melakukan investigasi. Saat ini terdapat dua petugas Rutan Depok yang diduga terlibat dalam penyelundupan barang terlarang ke dalam Rutan.

"Kalau diduga, iya, ini sedang dalam proses penanganan, untuk sementara ini dua orang. Posisinya ada di jajaran satuan pengamanan dan staf di pembinaan," terang Galih.

Galih menuturkan, Rutan Depok memiliki keterbatasan sumber daya manusia dalam mengawasi warga binaan sebanyak 1.279 orang. Adapun untuk pengawasan warga binaan pada setiap sif yang berjaga dilakukan 10 petugas.

"Sif berjaga itu sepuluh orang. Makanya kemarin (razia gabungan) kami tetap berusaha untuk mendukung pelaksanaan tugas dan komitmen Rutan Depok ini, kami menggandeng pihak eksternal. Dari Kodim, dari Polres, dari BNNK, juga dari Brimob," tutur Galih.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat turun tangan setelah viral di media sosial video dugaan warga binaan menggunakan narkotika jenis sabu dan berjoget. Terkini, Ditjenpas Jawa Barat tengah melakukan pemeriksaan di Rutan Kelas I Depok untuk mengungkap video yang viral tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Yudi Suseno, mengatakan tim gabungan sedang melakukan proses penelusuran dan pemeriksaan terhadap dugaan warga binaan menggunakan narkotika.

"Pokoknya siapapun menurut hasil pemeriksaan terindikasi terkait dengan masalah tersebut pasti ditindak. Malah kita akan proses hukum jika ada unsur pidananya," ujar Yudi saat dihubungi awak media, Minggu (4/10/2026).

Yudi mengatakan, pihaknya rutin memberikan imbauan dan peringatan untuk mencegah potensi pelanggaran, baik yang dilakukan petugas maupun warga binaan. Pengawasan terhadap warga binaan di Jawa Barat dilakukan dengan dukungan sekitar 3.400 pegawai.

 

"Dari jumlah total pegawai, petugas pengamanannya hanya 500 an orang untuk seluruh UPT di Jawa Barat terdiri dari 33 lapas, rutan dan LPKA serta enam Bapas," jelas Yudi.

Meski menghadapi keterbatasan jumlah petugas pengamanan, Ditjenpas Jawa Barat memastikan pengawasan terhadap warga binaan tetap dilakukan secara maksimal. Upaya tersebut juga dibarengi dengan dorongan untuk meningkatkan kinerja Lapas, Rutan, LPKA, dan Bapas di Jawa Barat.

"Ikhtiar kita untuk pemasyarakatan khususnya di Jabar akan lebih baik ke depannya.mohon dukungannya juga untuk kebaikan dan perbaikan institusi kami, khususnya di Jabar ini," terang Yudi.

Sebelumnya, sebuah video beredar di media sosial yang memperlihatkan dugaan warga binaan sedang menikmati sabu di Rutan Kelas I Depok. Dalam rekaman tersebut, diduga warga binaan sedang menikmati musik dan dua orang tampak sedang berjoget.

Diduga tiga warga binaan berada di sebuah ruangan yang disinari lampu disko bergerak layaknya di sebuah klub malam. Ironisnya, warga binaan yang tampak menggunakan topi terlihat menggenggam alat yang diduga sebagai alat isap sabu (bong) sambil berjoget.

Masih berdasarkan rekaman, di ruangan tersebut terdapat sebuah kaos bertuliskan Blok A. Diduga kegiatan tersebut direkam oleh warga binaan menggunakan sebuah handphone yang belum diketahui pemiliknya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya