Davide Ancelotti Dukung Jose Mourinho di Real Madrid: Pelatih Ideal Saat Ini

Davide Ancelotti mendukung Jose Mourinho sebagai pelatih Real Madrid. Ia menilai Mourinho merupakan sosok ideal untuk kondisi Madrid saat ini.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 04 Oktober 2026, 09:26 WIB
Pelatih Real Madrid asal Portugal Jose Mourinho memberi isyarat saat memimpin sesi latihan di Stadion Alfredo di Stefano di Valdebebas, di pinggiran Madrid, pada 24 Juli 2026. (Javier SORIANO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Davide Ancelotti memberikan dukungan terhadap keputusan Real Madrid menunjuk Jose Mourinho sebagai pelatih baru. Putra Carlo Ancelotti itu menilai Mourinho merupakan sosok yang tepat untuk menangani Los Blancos dalam situasi mereka saat ini.

Real Madrid mengambil langkah tersebut setelah melewati dua musim tanpa meraih trofi. Dalam periode tersebut, klub juga sempat mempercayakan tim kepada dua pelatih muda dengan gagasan yang berbeda, tetapi keduanya gagal memberikan hasil yang diharapkan.

Sebelumnya, Carlo Ancelotti juga meninggalkan Real Madrid setelah gagal mempersembahkan trofi pada musim terakhirnya. Pelatih asal Italia tersebut kemudian menerima pekerjaan sebagai pelatih Timnas Brasil.

Davide menilai pengalaman dan motivasi Mourinho bisa menjadi modal penting untuk mengembalikan Real Madrid ke jalur kesuksesan. Ia juga melihat hubungan emosional Mourinho dengan klub sebagai faktor yang membuat penunjukan tersebut masuk akal.


Davide Ancelotti Nilai Mourinho Tepat untuk Madrid

Aksi Jose Mourinho pada laga Real Madrid lawan Espanyol pada pekan ke-2 La Liga 2026/2027 di RCDE Stadium - AP Photo/Joan Monfort

Davide memahami alasan Real Madrid memilih Mourinho di tengah upaya memperbaiki performa tim. Menurutnya, perjalanan Madrid dalam beberapa musim terakhir menjadi dasar kuat untuk melihat Mourinho sebagai pilihan yang sesuai.

Ia juga menilai Mourinho memiliki motivasi besar karena kecintaannya terhadap Real Madrid. Kondisi tersebut diyakini dapat membuat sang pelatih kembali menjalani pekerjaannya dengan energi yang sama seperti ketika berada di awal karier.

"Ya. Sejarah Madrid belakangan ini menunjukkan mengapa Mourinho adalah pelatih ideal saat ini," kata Davide.

"Dia mencintai Madrid dan memiliki motivasi yang sangat besar. Itu adalah sesuatu yang saya alami bersama ayah saya. Pada tahap karier seperti ini, mendapatkan kesempatan tersebut seperti bisa menghidupinya kembali dari awal," lanjutnya.


Semangat Mourinho Diyakini Menular ke Pemain

Pelatih Real Madrid asal Portugal, Jose Mourinho (kanan), berbicara dengan bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, selama pertandingan persahabatan pramusim antara Real Madrid dan ACF Fiorentina di Klagenfurt, Austria pada 1 Agustus 2026. (WOLFGANG JANNACH/APA/AFP)

Davide tidak hanya melihat motivasi Mourinho dari sisi pribadi. Ia percaya antusiasme yang dimiliki pelatih asal Portugal tersebut juga bisa memberikan pengaruh kepada para pemain Real Madrid.

Menurut Davide, energi dari seorang pelatih dapat menjadi faktor penting dalam membangun kembali kepercayaan diri tim. Karena itu, ia kembali menegaskan bahwa Mourinho merupakan pilihan yang tepat untuk kondisi Madrid sekarang.

"Dan antusiasme itu akan menyebar kepada para pemain. Saya pikir ya, dia adalah pelatih ideal saat ini," ujar Davide.


Davide Ancelotti Terinspirasi Mourinho

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho (kanan), menyambut Kylian Mbappe yang meninggalkan lapangan saat diganti pada laga kontra Inter Milan di Liga Champions, di Santiago Bernabeu, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB. (Thomas Coex/AFP)

Davide juga memiliki pengalaman pribadi yang membuatnya semakin menghormati Mourinho. Ia bahkan pernah mewawancarai pelatih tersebut sebagai bagian dari kursus kepelatihan yang dijalaninya.

Menurut Davide, Mourinho selalu menunjukkan sikap hangat kepadanya, termasuk ketika keduanya bertemu sebagai lawan. Ia juga menilai pencapaian Mourinho membuat namanya tidak bisa dipisahkan dari sejarah sepak bola modern.

"Tentu saja. Saya bahkan pernah mewawancarai Mourinho untuk kursus kepelatihan saya. Dia selalu sangat baik dan penuh kasih sayang kepada saya, bahkan ketika kami bertemu sebagai lawan. Dia selalu memiliki kata-kata yang baik untuk saya," ungkap Davide.

"Dia juga bagian dari sejarah sepak bola, sama seperti ayah saya. Dia memenangkan Liga Champions pertamanya 20 tahun lalu. Tidak ada seorang pun yang memberikan apa pun kepada Anda dalam profesi ini. Itu jelas," pungkasnya.

Sumber: Madrid Universal


Persaingan Sengit di Liga Spanyol

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya